Dear Sahabats,

Setelah saya berhasil lulus dalam sidang terbuka diteruskan wisuda on site pada 
tanggal 8 April 2010 sayaberharap bisa lebih konsentrasi memperhatikan perkara 
Fenomenografi yang sempat saya lontarkan di hadapan sahabatku semua. Terima 
kasih saya ucapkan kepada sahabat semua atas kebersamaan yang mencerdaskan 
selama ini !!!

Fenomenografi memang muncul dari kegelisahan saya dan dikembangkan "awal" dalam 
disertasi saya itu. Intensinya memang ingin "bersaing" dengan etnografi 
(antropologi), supaya dunia keilmuan kita semakin berkembang, agar para ilmuwan 
nggak hanya tahu bahwa deskripsi mendalam selalu (sekali lagi selalu) disebut 
etnografi karena proses nya memang sungguh berbeda.

Menurut saya, fenomenografi berdasarkan landasan filsafat fenomenologi, maka 
kelak akan muncul beberapa fenomenografi yang intinya deskripsi mendalam dengan 
landasan filsafat fenomenologi yang berbeda-beda. Jika fenomenografi buatan 
saya berbasis fenomenologi Husserl, maka sebentar lagi akan lahir fenomenografi 
berbasis filsafat fenomenologi Heidegger. Saya juga membayangkan akan lahir 
fenomenografi dengan basis filsafat fenomenologi Merleau Ponti dan yang lannya.

Tentu diskusi yang memperluas pagar keilmuan kita ini sangat menarik, sebab 
menjadi proses diskusi yang panjang serta menantang, maka akan 
menggoyang-goyang pemikiran kita yang "mapan" untuk tidak bisa tidur nyenyak 
heheheheee.....

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com


      

Kirim email ke