Ibu Kartini dan rekan-rekan ysh, sangat menyentuh perenungan ibu ini.
Memang kita dalam masa pancaroba postmo, perlu arif disikapi oleh segala
pihak. Dari tulisan ibu terlihat dua sisi pemegang kekuasaan:
'pemerintah' dan warga. Dengan kata lain, sudah saatnya, diatur kembali
hubungan-hubungan para pemegang kekuasaan, baik yang formal, informal,
dan nonformal dalam berinteraksi di dalam ruang dengan cara-cara yang
bisa dipahami bersama. Salam untuk rekan-rekan Makassar.

-ekadj


--- In [email protected], Kartini La Ode Unga <tych_...@...>
wrote:
>
> Kehidupan kadang menempatkan orang pada pilihan menjadi munafik. Kita
tak bisa begitu saja menyalahkan siapapun pada peristiwa ini. Janganlah
terlalu berpikir menempatkan rasa diatas segalanya, berpikir menjadi
bijak butuh pengendalian emosi tapi ini adalah langkah awal bagi kita
untuk instropeksi diri. Kejaman akan kebrutalan membuat kita lemah,
reaksi awal melihat peristiwa Priuk adalah naluri kemanusiaan tapi
jangan biarkan emosi menguasai diri karena akan merontokkan akal sehat.
Peristiwa Priuk dan peristiwa lain yang terjadi di negeri ini seharusnya
menjadi pelajaran buat kita semuanya, bukan hanya pemerintah sebagai
pemegang otoritas tapi juga rakyat negeri ini, bahwa kemerosotan moral
adalah awal dari berbagai peristiwa. Langkah awal kita hanyalah perlu
benahi diri masing-masing individu, ini memang terlihat sangat
sederhana, namun individu adalah inti dari kehidupan sosial. Diri
sendiri dan keluarga anda adalah air bagi negeri ini, buatlah
> menjadi berarti sehingga hidup anda tidaklah sia-sia.......
>
>
>
>
> ________________________________
> Dari: "efha_mardians...@..." efha_mardians...@...
> Kepada: [email protected]
> Terkirim: Kam, 15 April, 2010 15:15:12
> Judul: Re: [referensi] Re: tanjung priok, kekerasan & budaya komunal
>
>
> Pak Bambang, Pak Hotasi, dan rekan2 sahabat referensier ysh,
>
> Apakah kejadian ini juga termasuk bagian dari skenario pelemahaan yang
pernah Pak Bambang sampaikan..? Mohon pencerahan dari Pak Bambang
dan/atau rekan2 sahabat referensiers laainnya....
> Terima kasih sebelumnya
>
> Salam dari saya yang sedang berduka
> atas mudahnya kebrutalan masa di negeri tercinta...
>
> Fadjar Undip
>
>
>
>
> --- En date de : Jeu 15.4.10, hotasi simamora <hotasisimamora@
yahoo.com> a écrit :
>
>
> >De: hotasi simamora <hotasisimamora@ yahoo.com>
> >Objet: Re: [referensi] Re: tanjung priok, kekerasan & budaya komunal
> >À: refere...@yahoogrou ps.com
> >Date: Jeudi 15 avril 2010, 12h12
> >
> >
> >
> >Dari apa yang saya saksikan di media televisi kemarin atas peristiwa
Tanjung Priok, ijinkanlah saya :
> >1. Menyatakan belangsukawa yang sedalam-dalamnya atas korban yang
meninggal, baik dari Petugas Satpol ataupun masayarakat
> >2. Mengutuk keras atas perbuatan anarkis baik yang dilakukan oleh
petugas maupun yang dilakukan oleh masyarakat.
> >3. Petugas satpol PP hanyalah bawahan yang bagaikan makan buah
simalakama, kalau tidak menjalankan tugas, takut di Susno Duadjikan,
kalau menjalankan tugas, berhadapan dengan masyarakat yang notabene
menghidupi para petugas Satpol (gaji dan dana operasional mereka juga
berasal dari uang rakyat).
> >4. Saya menyaksikan media televisi, dimana dalam situasi yang
memanas, masih sempat memanggil-manggil anggota masyarakat yang ada di
lapangan kemudian melakukan beberapa wawancara langsung. Dan saya lihat,
pemberitaan dengan kata yang berulang-ulang, mengakibatkan provokasi.
Bahkan saya sendiri, di tengah malam,
> > pada saat menonton salah satu tayangan tlevisi mengenai Tragedi T.
Priok, sampai marah kepada istri saya yang memegang remote untuk segera
menggantikan saluran tv. Mungkin, kalau saya yg pegang remote, sudah
saya lemparkan ke tv.
> >5. Kewibawaan pemerintah dalam hal ini keamanan benar2 sudah runtuh.
Sesak dada saya menyaksikan bagaimana masyarakat mengeluarkan sejumlah
mobil dari RS Koja dan menjajarkannya di jalanan, kemudian membakar.
Sama sekali tidak ada petugas keamanan.
> >6. Wawancara langsung dengan Ketua Komnas Ham pada saat peristiwa dan
Ketua Komnas HAM menyatakan ada pelanggaran HAM, saya pikir justru
menimbulkan provokasi. Bukankah sebaiknya dilakukan terlebih dahulu
penelitian, baru bisa disimpulkan apakah ada pelanggaran HAM dan siapa
(pihak) yang melakukan pelanggaran HAM, dan apa tindakan terhadap
pelanggaran HAM tsb?
> >7. Saya sangat mengkhawatirkan bahwa peristiwa kemarin seharusnya
bisa tidak seperti itu, tapi justru ikut
> > didorong untuk seperti itu, sebagai bagian dari pemanasan (skenario)
menjelang suatu skenario yang lebih besar lagi, bersam-sama dengan
peristiwa lain, sehingga bagaikan bisul, tiba saatnya akan dipecahkan
sehingga trcipta CHAOS di negeri trcinta ini?
> >
> >Inilah kepedihan hati saya sebagai bagian dari Rakyat Negeri Tercinta
ini.
> >Salam
> >
> >
> >
> >
> ________________________________
> From: risfano risf...@yahoo. com>
> >To: refere...@yahoogrou ps.com
> >Sent: Thursday, April 15, 2010 10:26:23
> >Subject: [referensi] Re: tanjung priok, kekerasan & budaya komunal
> >
> >
> >Rekans ysh,
> >
> >Barat yang mana Pak Ukon, Pak BTS yang gak kenal kerusuhan?
Hooliganism kan rutin tiap tahun bikin rusuh di turnamen Eropa.
Kerusuhan di LA, tembak-menembak yang hampir rutin di beberapa
metropolitan, sampai gas beracun di Jepang, dst.
> >
> >Lalu apa sebabnya? Urbanisasi dan ketimpangan kesejahteraan,
pengangguran (tak kentara)? Suara yang tak pernah didengar?
> >Jujur saja bagaimana plotting "kawasan padat" itu peta RTRW, adakah
petrencana mengakui kehadiran kaum informal, atau yang mampu beli/sewa
tanah (formal) saja? Bagaimana transisi (darurat)nya mengingat kondisi
sosial ekonomi masyarakat kita masih harus migrasi ke kota-kota tanpa
bekal?
> >Dalam diskusi Disaster Risk Reduction (DRR) sebetulnya risiko konflik
sosial ini sudah masuk agenda Pengelolaan Kota juga. Sehingga layak
dipikirkan Action Plan untuk mengantisipasi sebelum kasus terjadi, sert
diadopsi ke rencana. Mungkinkah?
> >
> >Salam,
> >Risfan Munir
> >
> >---
> > In refere...@yahoogrou ps.com, "ukonisme" ukon_af@ > wrote:
> >>
> >> Rekans,
> >> Kekerasan massal sesungguhnya sudah sangat kerap terjadi. Ada rusuh
antarsuporter sepakbola, bentrok antar warga kampung, bentrok antar
ormas, dan terakhir rusuh priok yg melibatkan satpol pp dan masyarakat.
Sungguh memprihatinkan.
> >>
> >> Saya jadi berpikir jangan2 kebiasaan rusuh massal ini ada sedikit
andil dari budaya kita yg komunal. Di masyarakat yg cenderung
individualistis seperti di barat, masyarakatnya lebih taat hukum dan
takut melanggar aturan karena mungkin ngerasa tak punya beking.
Sedangkan di masyarakat komunal karena ngerasa banyak temen, dia jadi
lebih berani untuk bertindak rusuh.
> >>
> >> Mohon pencerahan dari para planolog yg antropolog.
> >>
> >>
> > Salam.
> >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: i_gumelar@ .
> >> Date: Thu, 15 Apr 2010 01:34:28
> >> To: refere...@yahoogrou ps.com>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Saya jadi ingat nonton video ttg pamswakarsa dimana anak2 kecil
ikut memukul dan menikam korban. Saya menontonnya di australia.
Sebelumnya saya juga menonton pengakuan dan penyelasan seseorang yg
waktu mudanya ikut pembunuh petani yang dituduh PKI. Di periok pun ada
anak2 yg terlibat.
> >> Saya khawatir anak2 yg ikut dlm kerusuhan di tg periok akan
mengalami kegelisahan seumur hidup seperti yg dialami pemuda yg ikut
membunuh petani.
> >> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL,
Nyambung Teruuusss...
> > !
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: rachmadm@
> >> Date: Thu, 15 Apr 2010 01:00:46
> >> To: refere...@yahoogrou ps.com>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Saya pikir kita juga harus menilai dari dua sisi. Satpol PP ya
masyarakat juga. Perlakuan yang buruk terhadap Satpol PP juga bisa
dinilai sebagai pelanggaran HAM oleh masyarakat kecuali satpol pp sudah
dihilangkan Hak Azasi nya.
> >>
> >> Perilaku masyarakat yang buruklah yang harus segera ditangani.
> >>
> >> Salam
> >>
> >> RM
> >>
> >> Sent from my BlackBerry®
> >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >>
> >> -----Original Message-----
> >> From: mila karmila alim_kar@ .>
> >> Date: Wed, 14 Apr 2010 17:48:28
> >> To:
> > refere...@yahoogrou ps.com>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Turut berduka atas terjadinya bentrokan antara aparat dan
masyarakat Koja, cara penanganan yang digunakan teman-teman aparat
selalu dengan pendekatan represif, tidak pernah bisa belajar dari
berbagai kesalahan yang telah banyak dilakukan dan sampai pada kejadian
yang saat ini masih berlangsungpun tidak ada perubahan sikap dari para
aparat. Semoga ada perubahan yang lebih baik dan pendekatan yang lebih
manusiawi dalam menindaklanjuti peristiwa-peristiwa lainnya
> >> Â
> >> Salam
> >> Mila
> >>
> >> --- On Wed, 4/14/10, Ninik Suhartini <haidarazmi@ ...> wrote:
> >>
> >>
> >> From: Ninik Suhartini <haidarazmi@ ...>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung
> > priok
> >> To: refere...@yahoogrou ps.com
> >> Date: Wednesday, April 14, 2010, 7:39 PM
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Yth rekan2 referensi,
> >> Turut berduka cita atas tragedi Koja. Saya rasa ini contoh
kegagalan kapitalisme dalam penataan ruang, sangat ironis.
> >> Â
> >> Ninik, Jayapura
> >>
> >> --- On Thu, 15/4/10, w_binta...@yahoo. com <w_bintarto@ yahoo. com>
wrote:
> >>
> >>
> >> From: w_binta...@yahoo. com <w_bintarto@ yahoo. com>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >> To: refere...@yahoogrou ps.com
> >> Received: Thursday, 15 April, 2010, 10:21 AM
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >> Seharusnya peruntukan tanah
> > disepakati seluruh pemangku kepentingan dulu, dan selanjutnya pada
waktu eksekusi harus disosialisasikan dulu supaya jangan timbul salah
tafsir
> >> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >>
> >>
> >> From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
> >> Date: Wed, 14 Apr 2010 16:46:36 -0700
> >> To: refere...@yahoogro u ps.com>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >>
> >> Pak BTS, memang kosong, atau ada error?
> >>
> >>
> >> FYI:
> >> http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2010/04/15/ 03034129/ kerugian.
capai.ratusan. ..miliar
> >>
> >>
> >> btw, apa memang untuk eksekusi sengketa adalah kewenangan SatPol
PP??
> >>
> >>
> >> Salam,
> >> -K-
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> 2010/4/14 Bambang Tata Samiadji <btsamiadji@ yahoo.
> > com>
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> --- Pada Rab, 14/4/10, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
menulis:
> >>
> >>
> >> Dari: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
> >>
> >> Judul: Re: [referensi] tanjung priok
> >> Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
> >> Tanggal: Rabu, 14 April, 2010, 1:40 PM
> >>
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >>
> >> Kasihan juga anggota DPRD kena timpuk SatPol PP...
> >>
> >> -K-
> >>
> >>
> >>
> >>
> >> Pedal Powered BikeBerry
> >>
> >>
> >>
> >> From: "nita" ariny...@yahoo. com>
> >> Date: Wed, 14 Apr 2010 13:37:16 +0000
> >> To: refere...@yahoogro u ps.com>
> >>
> >> Subject: Re: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Â
> >>
> >>
> >> Persoalan utamanya urusan pertanahan
> > kita yg tdk pernah beres.
> >>
> >> BPN masih melihat urusan pertanahan dengan paradigma lama.
> >>
> >> Salam
> >> Nita
> >> Sent from my BlackBerry®
> >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >>
> >>
> >> From: "ffekadj" 4ek...@gmail. com>
> >> Date: Wed, 14 Apr 2010 11:56:05 -0000
> >> To: refere...@yahoogro u ps.com>
> >>
> >> Subject: [referensi] tanjung priok
> >>
> >> Â
> >>
> >> Sungguh prihatin kontestasi kekuasaan di Tanjung Priok ...



Kirim email ke