Itu lah yg saya maksud hipotetis.. Pelindo tentunya ketika mempromosikan Master Plan perluasan pelabuhan tidak akan menyebutkan manfaat finansial yg lebih real.. bagi perusahaan.. Dari mega-projek-2 infrastruktur (padat-konstruksi) distribusi manfaat tidak langsung juga sangat tidak merata.. yg menikmati Waduk KedungOmbo bukan mereka yg tergusur. Warga Priok sudah turun temurun tinggal disitu, selama ini paling setia menghirup asap knalpot truck dan kapal.. sudah pasti bukan mereka yg paling menikmati.
-K- 2010/4/18 Rachmad M <[email protected]> > > > Satpol Pamong Praja yang hanya bersenjatakan pentungan dan tameng harus > menghadapi masyarakat bringas yang bersenjata Celurit, golok, tombak, batu > etc ? > > Sebagai orang yang pernah tinggal di keindahan jalan Sanpor (Nama ini > berasal dari kata yang diberikan oleh orang Belanda untuk tempat > peristirahatan dipinggir pantai : 'zandpoort') Ya harus rela saja kalau > kemudian dijadikan Pelabuhan Peti Kemas :-) > > Untuk kepentingan siapa ? Saya pikir setiap unit usaha yang ada, tidak ada > yang ditujukan untuk kepentingan dirinya sendiri. Semua unit usaha yang ada > ditujukan untuk melayani pihak lainnya.Termasuk didalamnya adalah upaya > Pelindo untuk memperlancar arus barang dan peningkatan kapasitasnya. Secara > langsung atau tidak, kitalah penikmat kelancaran arus barang di pelabuhan > peti kemas tersebut. > > Salam > > RM > > > --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, "Harya > Setyaka" <harya.sety...@...> wrote: > > > > > > > > Sangat mudah berpendapat mengenai menggusur makam demi kepentingan yg > 'lebih luas' ketika makam tersebut bukan makam leluhur kita.. Sehingga makam > tersebut menjadi kepentingan the Others. > > > > Memperluas pelabuhan itu kepentingan luasnya siapa? > > Masih hipotetis, tapi yg jelas manfaat finansial dinikmati Pelindo. > > > > Bagi Pelindo, tanah makam tsb tidak lebih dari aset yg ketika dikuasai > bisa menghasilkan manfaat ekonomi. > > Masyarakat setempat, nilai sentimental sepetak lahan makam sangat melekat > pada identitas dan religiusitas mereka.. bagaimana cara mem-banderol nya? > > > > > > Masih ingat ketika makam Ade Irma Suryani di Blok-P, Keb.Baru hendak > digusur untuk Kantor Walikota JakSel yg baru? > > Apakah terwujud selama Jenderal Besar AH Nasution masih hidup? > > > > Rakyat kecil peziarah Kompleks Makam Mbah Priuk (bukan hanya Mbah Priuk > yg dimakamkan disana, tapi juga orang lain) tidak menyandang Lima-Bintang di > pundaknya.. Tidak ada yg segan pada mereka. > > Yg jelas semua segan pada kumpulan massa beringas bersenjata > ala-kadarnya.. > > > > Salam, > > -K- > > > > > > >

