Pesawat vs Motor di Curug
Warga Gunting Pagar Bandara, Timbun Parit, Hingga Todongkan Golok

Jakarta/ detikNews - Insiden pesawat terbang vs motor di runway Bandara 
Budiarto, Curug, Tangerang, memicu keprihatinan atas sistem keamanan di 
bandara. Pihak Kemenhub selaku pengelola bandara telah berusaha membangun 
sistem keamanan bandara, namun tampaknya kurang didukung warga sekitar.
"Memang kulturnya penduduk di situ. Itu terjadi sudah puluhan tahun. Dulu sudah 
pernah dipasang pagar, cukup lama. Tapi diguntingi kawatnya, digulung," ujar 
Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan 
ketika dihubungi detikcom, Kamis (22/4/2010).
Selain itu parit yang pernah dibuat untuk membatasi area pemukiman dengan 
bandara ditimbun warga dengan tanah agar bisa dilewati. Petugas keamanan 
bandara yang berjaga di perbatasan juga sering ditodong golok oleh warga.
"Berdasarkan laporan yang diperoleh dari aparat petugas bandara, memang sering 
ditodong golok oleh warga," ujarnya. Maklum, jalan pintas ke tengah runway 
bandara merupakan jalan terpendek antara 5 desa menuju Pasar Curug. "Karena 
jalan memutarnya jauh, lewat Legok," imbuh Bambang.
Kecelakaan pesawat vs motor terjadi pada Senin 19 April pagi. Saat itu pesawat 
latih Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang dipiloti Supaska Afdilla 
dengan instruktur terbang Teeza Ariaputra (23) hendak landing. Tiba-tiba saja 
melintas sepeda motor yang ditumpangi Yopie Hermawan dan Azzumar. Sayap pesawat 
menyabet biker, oleng, lalu jatuh.  Yopie dan Azzumar tewas, sedangkan Supaska 
dan Teeza, luka berat. Bahkan kaki kanan Teeza harus diamputasi. Keduanya 
dirawat di RS Siloam, Karawaci, Tangerang.
(NB: entah lucu atau nggak …. media masih pertanyakan kenapa pihak bandara 
Curug tak datang melayat ketempat penduduk yg berduka …..dan bukan pertanyakan 
jg apakah pihak bandara akan menuntut atau tidak atas adanya kerugian yg 
timbul)…….. 
 
 


      

Kirim email ke