Rekan2 Risfan, Djarot, Ekadj, Fajar, RVK, Harya dan milisters semuanya ysh,
Maap,  istilah ‘yurisrudensi’ utk maksud rekan Dr. Djarot atas hasil2 karya 
terpilih enjinering keruangan utk maksud  nantinya dibuat kompilasi ……..brkali 
pengertiannya  agak2 buzzword gitu ya? ......demikian juga yg dikhawatirkan 
oleh rekan Risfan M ttg pemakaian istilah ‘best practices’ …yg bisa saja 
istilahnya brkali dpt diganti dgn ‘better practices’ atau ‘good practices’ 
……namun bgmnpun juga  tentu yg lbh penting dari semua itu asalkan kita tahu apa 
yg sebenarnya dimaksud khan ya?…….

Utk ‘kompilasi karya2 enjinering keruangan terpilih’ itu ……brkali salah satu 
panduan yg perlu dibuat adlh bhw pertama ……….setidaknya secara garis besar 
perlu dipisahkan atau dibedakan (dan tidak dicapur-aduk)dulu  antara kasus2 
‘city plannning’ disatu sisi ……..dan kasus2 ‘urban (n regional) planning’ 
disisi lain (yg sub kategorisasinya bisa menjadi a/l. nasional/ regional/ 
lokal) ……..lalu setelah itu brkali masing2 masih perlu dibuat lagi inventori 
kategorisasi masalah2nya  secara lengkap …..lalu masing2 dibuat pula 
sistematikanya  secara lengkap pula …….

Dari situ mudah2an menjadi jelas terlihat  …….mana2 jenis studi kasus yg 
sejenis yg telah kelewat(an) banyaknya dan pasti akan sdh sgt mudah utk 
dimengerti …..dan sebaliknya agar dpt terlihat pula ……mana2  pula jenis studi2 
kasus lainnya yg belum pernah ada dilakukan/ dibuat (spy jangan terlihat hanya 
city planning melulu dan sgt kurang yg dari urb n regl planning) ……atau agar 
mudah dpt diperiksa juga  (lalu cilakanya) agar jadi dpt mudah  terlihat 
….mana2 pula  jenis studi kasus (dari daftar inventori sistematika) yg bahkan 
hipotesa pemecahannya sajapun belum pernah dibuat/ diperdebatkan ……yg tentu 
saja jg menunggu giliran utk digarap………
Kemudian pula maap, kalau  ttg 5WH plus Why dari rekan Risfan ….. utk agar lbh 
sederhana dan agar lbh impresif lagi bgmn efektifitas dampak/ manfaat mulia dan 
strategik dari karya sains enjinering keruangan …..  boleh gak ya kalau 
ditambahkan atau dialternatipin dgn Before n After gitu misalnya?...........
Sbg contoh sederhana amat mikrodari city planning saja saja …..…jl. Pekayon 
Raya di Bekasi yg menuju arah  Pondok Gede saja yg cukup sempit dan ramai 
(before) …belum lama dibuatkan garis cat putih pemisah ditengahnya dgn lebar 
sktr 12cm …….termasuk pula dibuat garis putus2 ditempat dimana ada sarana 
publik dan kendaraan perlu belok kanan utk masuk kehalaman (after)…….
Dampaknya adlh bhw sejak itu masing2 arus kendaraan jadi dpt melihat dgn amat 
tegas mana2  ruang jalan ‘miliknya’ dan mana2 yg ruang jalan milik arus 
sebaliknya …..lalu masing2 dari arah yg berlawanan dpt dgn mudah saling melihat 
siapa yg mengemudi melampaui garis pembatas (dan maka itu namanya ‘melanggar 
aturan’) yg dgn itu amat jelas sekali dpt terlihat dn mudah diputuskan  ‘siapa 
yg salah’ bila sampai terjadi tabrakan atau serempetan…… 
Manfaat lain adlh misalnya kendaraan kecil spt sepeda motor atau pejalan kaki 
yg hendak menyeberang jalan dan menunggu pd garis pembatas ditengah jalan tsb  
sambil kendaraan termasuk truk dan bus melintas dari dua arah …..memiliki ‘rasa 
aman’ yg berbeda dibanding dgn bila tdk dibuat garis pemisah samasekali 
……..selain kendaraan yg melaju dpt dgn mudah melihat bhw ada ‘sesuatu’ pd garis 
pembatas yg akan berbahaya bila terserempet maka ia hati2……. 
Pada kasus serupa pd Jl. Raya Narogong dari Bekasi menuju Cileungsi  yg lebih 
lebar dimana semula ia spt terlihat tak lbh sbg  ‘jalan pinggir/ luar kota’ yg 
‘ndeso’ dan tak menarik utk para pengusaha meletakkan investasi jasa2 ……  
kemudian dibuat cat putih pembatas kiri kanan tepi jalan dan garis pembatas 
ditengah (sblm tentu saja aspalnya dibuat mulus lbh dulu) …… terlihat bhw jalan 
yg semula terkesan spt kelas ‘jalan pinggir kota’ yg tak menarik  lalu seolah 
berubah menjadi jalan yg lbh bersifat ‘urban dan berbudaya’  ……lalu tak lama 
setelah itu bermunculan investasi2 kelas menengah yg bersifat ‘gedongan’ dan 
formal (maksudnya bukan sekedar kelas informal spt  tambal ban atau warung 
tegal atau kebun singkong) …..dgn masing2 mengambil kapling2 tepi jalan yg 
cukup luas lalu membuat bangunan2 permanen dgn arsitektur yg ‘modern’ atau 
lumayan dan membuka usaha2 jasa  spt toko2 alat2 teknik, authorized dealer
 mobil baru dan servis kendaraan bermotor, toko mobil bekas, minimart, rumah 
sakit dsb ……..jadi 'after'nya menimbulkan dampak peningkatan investasi 
perkotaan dan tentu saja penciptaan kesempatan kerja baru ...selain tentu saja 
kwalitas lingkunganpun  meningkat ........salam, 
aby
 
 


      

Kirim email ke