Temans, Data dan informasi satu hal yg teramat penting dalam perencanaan. Kesalahan merencanakan seringkali dinilai antara lain karena data yg digunakan tidak akurat. Semoga sensus penduduk 2010 berjalan sukses, meskipun sepertinya isi form sensusnya kurang terdiskusikan dan tersosialisasikan.
Salam. Dari kompas hari ini: Kualitas Sensus Penduduk Oleh Razali Ritonga Badan Pusat Statistik akan menyelenggarakan sensus penduduk pada 1-31 Mei 2010 di seluruh wilayah Indonesia. SP 2010 merupakan yang keenam sejak kemerdekaan RI setelah SP 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Sensus Penduduk (SP) 2010 yang juga mencakup sensus perumahan dengan jumlah pertanyaan 43 item memiliki cakupan kegiatan sangat besar sehingga memerlukan biaya besar, yakni sekitar Rp 3,3 triliun. Dengan biaya yang demikian besar tentu sangat diharapkan dapat diperoleh data yang rinci dan berkualitas. Namun, harapan itu bisa kandas karena data yang dikumpulkan tidak menggambarkan kondisi penduduk yang sebenarnya. Ada dua potensi kesalahan yang dapat menyebabkan data SP kurang atau tidak berkualitas, yakni kesalahan cakupan (coverage error) dan kesalahan muatan (content error). Kesalahan cakupan Kesalahan cakupan umumnya terjadi karena lewat cacah dan cacah ganda. Hal ini bisa disebabkan kekurangcermatan petugas dalam mengidentifikasi wilayah tugasnya dan memahami konsep penduduk secara benar, atau petugas sudah benar melakukan tugasnya, tetapi jawaban responden tidak sesuai dengan fakta dirinya. Untuk meminimalisasi kesalahan cakupan dari aspek wilayah, BPS telah mendesain peta wilayah kerja petugas sensus dengan membagi habis wilayah desa atas blok sensus (BS). Wilayah BS bermuatan 80-120 rumah tangga dengan batas wilayah yang jelas dan direkam dengan global positioning system (GPS). Sementara untuk mengeliminasi kesalahan cakupan dari aspek penduduk, petugas telah dibekali pengetahuan tentang konsep penduduk. Dalam SP 2010, seseorang akan dikategorikan sebagai penduduk dalam suatu BS jika memenuhi lima persyaratan. Pertama, telah menetap di wilayah pencatatan selama enam bulan atau lebih. Kedua, menetap kurang dari enam bulan, tetapi bermaksud terus menetap di wilayah pencatatan. Ketiga, sedang bepergian ke wilayah lain kurang dari enam bulan dan tidak berniat menetap di wilayah tujuan. Keempat, menetap di wilayah pencatatan dengan kontrak/sewa/kos karena bekerja dan atau sekolah. Kelima, korps diplomatik Indonesia dan anggota rumah tangganya yang menetap di luar negeri (BPS, 2009). Konsep penduduk berdasarkan lima kriteria itu disebut de jure atau dicatat di mana biasanya bertempat tinggal (usual residence). Namun, konsep de jure tidak berlaku bagi mereka yang berstatus homeless, awak kapal, dan penduduk berpindah. Pencatatan terhadap mereka berdasarkan de facto, yakni di mana mereka berada pada 15 Mei 2010. Maka, untuk memastikan Anda tercatat dalam sensus, sepatutnya tidak perlu khawatir harus berada di mana pada tanggal 1-31 Mei 2010. Anda tetap bisa beraktivitas secara normal melakukan tugas rutin seperti biasanya (bussines as usual). Kepastian pencatatan penduduk secara unik perlu dilakukan agar konsisten dengan program pemerintah daerah. Untuk program bantuan penyandang cacat, misalnya, bisa menyulitkan jika tidak match antara alamat tempat dicacah dan keberadaannya saat bantuan akan diberikan. Kesulitan lain adalah penentuan alokasi bantuan pada daerah yang sesuai dengan keberadaan penerima bantuan. Pencatatan secara unik itu juga diperlukan untuk administrasi kelengkapan diri, seperti KTP dan kartu keluarga, serta penentuan hak suara dalam pilkada sehingga bisa menghindari pemilikan KTP ganda dan pemberian suara pada pilkada di daerah yang berbeda dengan usual residence. Kesalahan muatan Sementara itu, kesalahan muatan umumnya terjadi karena kesalahan dalam pengisian daftar akibat ketidakbenaran jawaban responden. Contoh sederhana, pengisian umur. Pengalaman SP terdahulu menunjukkan jawaban tentang umur menunjukkan pola tertentu. Untuk perempuan, ada kecenderungan menjawab umurnya lebih muda dari yang sebenarnya, misal, usia sebenarnya 37 tahun, tetapi dijawab 35 tahun. Sebaliknya, kecenderungan laki-laki menjawab umurnya lebih tua dari yang sebenarnya, misal, usia 37 tahun dijawab 40 tahun. Secara umum, baik perempuan maupun laki-laki di atas usia produktif ada kecenderungan menjawab umur berakhiran lima atau nol, seperti 35 atau 40 tahun. Adapun untuk penduduk usia muda jawaban umurnya kian mendekati kebenaran. Hal ini diperkirakan berkaitan dengan kian tumbuhnya kesadaran dalam pencatatan kelahiran dan kepemilikan akta kelahiran. Jawaban umur secara tepat sangat krusial terutama dikaitkan dengan aneka program pemerintah. Hingga kini, banyak program pemerintah yang terkait dengan umur, misalnya, layanan kesehatan dan gizi penduduk usia kurang dari satu tahun (bayi) dan kurang dari 5 tahun (anak balita), perencanaan pendidikan usia 7-12, 13-15, dan 16-18 tahun, perencanaan ketenagakerjaan usia 15 tahun ke atas, program KB wanita usia subur 15-49 tahun, dan program hari tua usia 65 tahun ke atas. Maka, kesalahan menjawab umur secara tepat akan menyebabkan program salah sasaran (mistargeting). Namun, celakanya, hingga kini banyak pihak yang menyalahkan pemerintah karena salah sasaran dalam program, padahal letak kesalahan itu umumnya diawali karena tidak memberikan jawaban yang benar ketika didata. Untuk mendeteksi ketidakbenaran jawaban responden, petugas sensus telah dibekali berbagai konsep dan definisi dari 43 item dalam sensus, sementara untuk meneliti isian daftar per BS dilakukan pengecekan silang antarpetugas dari satu tim yang terdiri dari 2-3 pencacah dan satu orang koordinator. Meski demikian, tetap diperlukan dukungan responden untuk memberikan jawaban yang benar ketika dicacah oleh petugas sensus sebab tanpa jawaban yang benar, selain menyulitkan petugas juga berpotensi menyebabkan ketidakakurasian data yang berujung pada ketidaktepatan dalam perencanaan program pemerintah. Razali Ritonga Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah Powered by Telkomsel BlackBerry® ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

