Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Date: Fri, 7 May 2010 15:47:16 To: <[email protected]> Subject: [referensi] Otonomi Daerah dan Ketimpangan Daerah
Dear all. Saya selalu makfum, teman kita di daerah, misalnya Cak Andri yang di Sumut, mempertanyakan tentang ketimpangan antar daerah yang dirasa semakin timpang saja. Kemudian dipertanyakan bahwa otonomi daerah sudah berjalan 11 tahun, di mana dalam otonomi ini juga ada Perimbangan Keuangan yang dimaksudkan untuk pemerataan vertikal dan horizontal. Lantas apa hasilnya otonomi dengan perimbangan keuangan itu, apakah antar daerah semakin timpang ataukah ketimpangan itu mulai menurun? Secara agregat ketimpangan antar daerah itu bisa dihitung melalui Indeks Williamson. Saya menemukan studi terkait Indeks Williamson (IW) sebagai berikut : Tahun 1981, IW = 0,60, kemudian 9 tahun kemudian IW = 0,77 (sumber PAU-UGM). Ini artinya bahwa selama periode 1981-1990 itu terjadi ketimpangan daerah yang semakin terjal saja (divergen). Kemudian saya catat dari penelitian Hafrizal, tahun 2000 di mana otonomi daerah dimulai , IW = 0,70, dan 8 tahun kemudian, yaitu 2008, IW = 0,70. Ini bisa diartikan bahwa otonomi daerah tidak menjadikan daerah semakin timpang. Walaupun belum bisa menurunkan ketimpangan antar daerah, tetapi setidaknya mampu menjaga ketimpangan itu tidak semakin lebar. Demikian, FYI. Thanks. CU. BTS.

