Soalnya Pak Sudding itu dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kalau pakai 
hati nurani memang suka ketipu. Diganti saja Partai Halura atau Partai Hati 
Lugu Rakyat. Lugu itu artinya LUuuaaarr biasa GUuoblog. He-he..sorry.
 
Thanks. CU. BTS.
 


--- Pada Sel, 11/5/10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> menulis:


Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Judul: [referensi] Kami Terlalu Lugu Dalam Berpolitik
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 11 Mei, 2010, 7:13 AM


---------- Forwarded message ----------

http://nasional.kompas.com/read/2010/05/11/08493564/Kami.Terlalu.Lugu.dalam.Berpolitik...-5

KOALISI PARTAI POLITIK
Kami Terlalu Lugu dalam Berpolitik...
KOMPAS.com — Sepanjang Jumat hingga Sabtu (8/5/2010), Syarifuddin
Sudding, anggota Komisi III DPR, tak bisa tidur. Pikiran politisi dari
Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat ini disibukkan oleh terpilihnya Ketua
Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebagai ketua harian sekretariat
bersama partai koalisi.

"Sekarang sudah amat jelas, target Partai Golkar dalam kasus Bank
Century memang hanya menyingkirkan Sri Mulyani dari kabinet. Mereka
telah menggunakan kami dalam politik transaksional ini," ujar Sudding.

Sudding mengaku kecewa dengan kondisi itu. "Kami berusaha sekuat
tenaga pada kasus Bank Century karena ingin kasus itu terbongkar dan
siapa yang bertanggung jawab harus tanggung jawab. Kami tidak pernah
punya target menyingkirkan atau menyerang orang, termasuk Sri Mulyani
atau Wakil Presiden Boediono," katanya.

Dalam Sidang Paripurna DPR, 3 Maret 2010, Hanura bersama Golkar,
PDI-P, PKS, PPP, dan Gerindra, serta Lili Wahid dari Fraksi PKB
memilih opsi C. Opsi itu menyimpulkan, ada dugaan penyimpangan dan
penyalahgunaan wewenang dalam kasus pemberian dana talangan terhadap
Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Opsi itu merekomendasikan kepada
siapa saja yang terlibat dalam kasus itu untuk dibawa ke proses hukum.

Opsi C ini akhirnya mengalahkan opsi A yang menyimpulkan, tidak ada
penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian dana
talangan untuk Bank Century. Opsi A didukung Partai Demokrat, PAN, dan
PKB. Saat opsi C dimenangkan, Sudding mengaku memang ada sedikit
kekhawatiran jika pilihan itu kemungkinan akan ditransaksikan.
"Tetapi, kami tak menduga secepat ini.... Kami mungkin masih terlalu
lugu dalam berpolitik," tutur Sudding.

Aburizal memang telah membantah kemungkinan adanya politik
transaksional di balik terpilihnya dia sebagai ketua harian
sekretariat bersama (sekber) partai koalisi. Menurut dia, sekber itu
dibentuk untuk memperkukuh koalisi dan mengamankan pemerintahan hingga
2014.

Tidak akan berubah

Inisiator hak angket dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, juga
menjanjikan, sikap Golkar dalam kasus Bank Century tidak akan berubah,
yaitu tetap mengusutnya sampai tuntas.

Namun, kecurigaan adanya politik transaksional di balik terpilihnya
Aburizal sebagai ketua harian sekber koalisi memang sulit dihilangkan.
Sebab, peristiwa itu hanya satu hari setelah Sri Mulyani Indrawati
mundur sebagai Menteri Keuangan. Padahal, diduga kuat ada hubungan
kurang harmonis antara Aburizal dan Sri Mulyani terkait kasus pajak
sejumlah perusahaan milik keluarga besar Aburizal.

Pada hari yang sama dengan terpilihnya Aburizal sebagai ketua harian
sekber, yaitu Kamis pekan lalu, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso
(dari Partai Golkar) tiba-tiba melemparkan wacana agar proses politik
kasus Bank Century didinginkan dulu. Alasannya agar terbangun iklim
politik yang lebih kondusif.

Maruarar Sirait, mantan inisiator Pansus Bank Century dari PDI-P, juga
menyinyalisasi, Golkar ingin menutup proses politik kasus tersebut
yang muncul lewat hak menyatakan pendapat.

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR Achmad Rubaie
menilai, dengan Aburizal memimpin sekber koalisi, Golkar setidaknya
telah meninggalkan PDI-P, Hanura, dan Gerindra dalam kasus Bank
Century. "Kami juga dikerjai Golkar. Kami susah payah mendukung opsi A
dalam kasus Bank Century karena ingin teguh dan konsekuen ada di
koalisi. Padahal, banyak masyarakat dan konstituen yang keberatan
dengan sikap kami itu," ungkap Rubaie.

Namun ternyata, menurut Rubaie, sekber koalisi dipimpin oleh Ketua
Umum Partai Golkar. "Saya berharap semua anggota koalisi waspada,
jangan sampai dikibuli untuk kedua kali. Jangan sampai sekber partai
koalisi akhirnya juga dimanfaatkan Golkar atau Aburizal untuk
memuluskan kepentingannya sendiri. Jangan sampai kami dikibuli lagi,"
ujar Rubaie.

Kekhawatiran itu muncul, menurut Rubaie, karena ada sejumlah potensi
masalah yang dihadapi Aburizal. Misalnya, dugaan kasus pajak sejumlah
perusahaannya yang diduga belum beres hingga semburan lumpur Lapindo
di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada saat yang sama, ada aktivitas politik yang amat strategis,
seperti mencari pengganti Sri Mulyani. Di balik berbagai kekecewaan
dan "harapan" dalam kasus Bank Century, peristiwa politik belakangan
ini makin membuktikan bahwa sejarah memang tidak dapat menipu.... (M
Hernowo)


Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic
Messages in this topic (1)
RECENT ACTIVITY: New Members 12
Visit Your Group
Media komunikasi kuyasipil
============================================================
http://kuyasipil.net/web/ < web kuyasipil
http://kuyasipil.net/web/wp-login.php?action=register < daftar

email command: [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected],
[email protected],
admin: [email protected]
============================================================
MARKETPLACE
Stay on top of your group activity without leaving the page you're on
- Get the Yahoo! Toolbar now.


------------------------------------

Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links





Kirim email ke