Politik bagaikan sebuah pertandingan Sepak Bola. Setiap orang memainkan peranannya masing-masing. Para elit politik dengan berbagai tingkah dan polahnya layaknya Ronaldo menggocek bola melewati lawan mempermalukan lawan yang di perdayainya dan mencetak gol serta merayakan gol dan kemenangan dengan suka cita. Para pengamat politik tidak ubahnya sebagai komentator yang merasa lebih pintar dan benar dari para pemain yang ada dilapangan, mengomentari setiap kesalahan yang dilakukan oleh para pemain bola. Para Simpatisan partai politik tidak ubahnya penonton sepak bola dengan fanatiknya yang terkadang berlebihan datang ke stadiun dengan tujuan satu menyaksikan Tim yang diidolakannya harus menang. Para cukong makelar kasus atau apapun namanya sebagai orang yang bisa mengatur tingkah laku para elit politik tidak ubahnya sebagai pelatih yang dengan jitu meramu taktik dan menginstruksikan tingkah laku para pemain di lapangan. Aparat penegak hukum layaknya wasit yang memimpin pertandingan dan menegakkan keadilan di lapangan. Sepak bola yang dibarengi dengan sportifitas sungguh indah......... Sayang sebagaimana carut marut sepak bola Indonesia, mungkin seperti itu juga wajah dunia Politik di negeri yang kita cintai ini (setidaknya sebagaimana yang diopinikan oleh media masa) Siapa diri kita.... merepresentasikan apa kita????..................

