Pak Risfan, dalam tayangan Emil ada usulan tentang menyelamatkan kota Jakarta. 
Dia mengusulkan kota yang kompak (istilah saya) dengan membuat 
bangunan-bangunan tinggi yang mengelompok. Idenya, kota Jakarta diubah menjadi 
pulau-pulau yang terdiri atas banyak bangunan tinggi kemudian saling 
dihubungkan seperti pola satelit. Artinya, pembangunan ke arah vertikal 
merupakan situasi yang tidak bisa dihindari. Apakah ide kreatifnya ini bisa 
dikembangkan, katanya: tergantung pucuk pimpinan pemerintah kota.

Menurut teman saya, Solo tidak serumit Jakarta. Ibaratnya, jika walikota Solo 
bisa mengendalikan seorang pentholan saja, sepertinya semuanya sudah beres, 
tetapi di Jakarta walikota harus menguasai "jaringan pentholan" yang kadang 
berlapis-lapis. Menurut rabaan saya, ada dukungan dari PDIP atau yang lain di 
belakang walikota Solo, yang berjuang untuk kepentingan "wong cilik". Jadi, di 
balik fenomena Djokowi yang fenomenal, ada fenomena tersembunyi yang menarik 
untuk diungkapkan, jika kita melihat beliau sebagai satu kasus "best 
practices". Apakah acara makan yang digunakannya hanya sekedar makan, saya kira 
tidak sesederhana itu. 

Lanjutkan !!!

Salam,


Djarot Purbadi



--- On Tue, 6/22/10, Risfan M <[email protected]> wrote:

From: Risfan M <[email protected]>
Subject: Bls: Re: [referensi] Ridwan Kamil dan DjokoWi
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 22, 2010, 4:05 AM







 



  


    
      
      
      Uda Eka, Pak Djarot, Rekans ysh,



Ridwan Kamil (Emil) karyanya desainnya memang fenomenal saya kira. Dan betul2 
dibangun di beberapa kota di dunia. Sebagai dosen urban design Arsitektur ITB, 
konsultan Urbane Indonesia, juga aktif menggagas gerakan Bandung Creative City. 
Gagasanya mengkampanyekan "one block one play-ground" layak didukung. Ini bukan 
soal standar yang kita semua tahu, tapi action yang layak dilaksanakan.



Salam,

Risfan Munir

www.wilayahkota.blogspot.com





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke