Mas Rempu, rekans ysh,

Mengapa saya sangat kaget dan menjadi bingung karena kebetulan saya pernah
menjadi saksi sejarah dari perjalanan disiplin ini. Bagaimana konsep dan
teknik coba dikembangkan dan coba ditularkan ke daerah dari pusat (baca Dep.
PU cq. DJCK , sub cq. DTKTD).

Pada awal pembangunan yang masih sangat kecil dan fraksial, Indonesia
mengembangkan konsep pembangunan baik di regional maupun perkotaan dengan
pendekatan :

a. Regional :
    1. Konsep Pengembangan Wilayah - Bp. Sutami yang sangat orientasi pada
pertanian ... pembangunan region didorong berbasis
        pertanian ... turunan kegiatan yang cukup masive pada waktu itu
antara lain adalah pembangunan bendung-bendung besar
        dan program P4S selain konsep DAS.
     2.Konep Pengembangan Wilayah Jilid 2 - Bp. Purnomo Sidhi Hajisarosa
yang berbasis pergerakan barang dan jasa dan ini
        menghasil bentuk jejaring pergerakan (jalan raya arterial) dan juga
pengembangan transmigrasi.

b. Perkotaan
    1. Cukup lama dikembangkan pendekata Wisma, Marga, Suka, Penyempurna ...
konsep Sufa'at ini berlangsung cukup lama.
    2. Perkembangan Metropolitan Jakarta menyebabkan munculnya konsep
pengembangan perkotaan baru.
    3. Perubahan dari 2 dimensi menjadi 3 dimensi menyebabkan tata ruang
masuk ke wilayah baru (NAMUN INI HANYA EFEKTIF
        UNTUK WILAYAH PERKOTAAN sedangkan rural hanya menggunakan aalogis
namun tidak berbasis framing yang jelas, hal
        ini khususnya didalam bentuk rencana). Pembawa konsep adalah Bp.
Ruslan Diwiryo yang dilanjutkan oleh Bp. Suyono MSc.
    4. Ada sebuah cerita menarik disini, ada sebuah Direktorat bernama
Direktorat Tata Bangunan, ternyata mencoba mendekati
        aspek keruangan dari sisi arsitektural. Kelompok ini mengembnagkan
konsep untuk ruang yang sangat detail dengan
        konsep RTBL sebagai padanan RTR yang dikembangkan kelompok Tata
Ruang. Kedua kelompok ini pernah berhadapan
        didalam sebuah rapat untuk memajukan argumennya, waktu itu didepan
Menteri PU (Radinal Moochtar) dan Direktur Jenderal
        Cipta Karya (Rachmadi BS) tentang pendekatan ini. Tim RTBL
mengatakan bahwa tata ruang tidak berhak masuk pd tingkat
        kedalaman teknis tsb karena terkait dengan gubahan massa yg jadi
kewenangan Dit. TABA. Sementara tim Tata Ruang
        mengatakan Tata Ruang bisa masuk dalam bentuk memberikan envelop
dari ruangan yang disediakan untuk massa.
        Saya masih ingat bahwa hasilnya Menteri sepakat RTBL maupun RTR
sama2 hidup ... dan itu diadopsi di UU 24/1992.
        Sebagai ketua tim Tata Bangunan waktu itu adalah Imam Ernawi yang
sekarang menjadi Dirjen Tata Ruang.

Puncak prestasi (bila mau dikatakan demikian, adalah disusunnya UU 24/1992
dan Keppres ttg Bopunjur). Sedangkan Jabotabek tidak pernah menjadi sebuah
regulasi.

TETAPI SEMUA ITU HANYALAH REGULASI TENTANG KERUANGAN SAJA DAN TIDAK
MENYANGKUT TENTANG PROSES PEMBANGUNAN krn perencanaan tata ruang masih
bersifat indikatif (YANG TIDAK MEMPUNYAI IKATAN KOMITMEN)

Dimanakah komitmen tentang pembangunan .... ini HANYA diikat melalu isebuah
program lain, yaitu IUIDP. Untuk menghadapi itu, tata ruang kemudian
mengeluarkan sebuah konsep yang disebut Tata Ruang Dinamis (TARUDIN), ini
bidannya adalah Bp. Hendro Pranoto Suselo.

Mungkin rekan bisa perhatikan bahwa masing2 konseptor mempunyai arah yang
jelas tentang kemana arah regulasi hendak ditujukan. Namun dalam konsep UU
26 yg baru ini, kita masih harus menggali lebih jauh ... kemana sebenarnya
spirit yang hendak didorong.

Itu sebenarnya yang menjadi bingung dengan perencanaan tata ruang tersebut.
Mungkin ini juga akan bisa menjawab pertanyaan mas Aunur tentang sampai
seberapa jauh milister ini bergerak. Akankah kita berbicara hanya sampai
tingkat teknik2 keruangan atau sampai dengan implementasinya.

Cilakanya kalau hanya sampai teknik keruangan saja, ada godaan NAFSU kok
hanya segitu ya .... kurang gaya he he he.

Salam dan maaf kalau kurang berkenan.

bambang sp


On Tue, Jun 29, 2010 at 5:10 PM, <[email protected]> wrote:

>
>
> Mas BSP ysh, kalo bingung jangan mbengok-mbengok, malu sama tetangga.
> He..he.. Planner itu memang berkreasi di atas permasalahan yang kompleks
> begitu, sambil menikmatinya ..tentu. Salam. Rempu
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * [email protected]
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 29 Jun 2010 10:05:48 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [referensi] saya sdh kok bisa begitu
>
>
>
> Rekans,
>
> Saya mau coba lempar issue lain. Siang ini kebetulan saya ketemu 2 pendekar
> tata ruang yaitu Edison Naiboru dan James Siahaan (stafnya bu Cut). Dari
> obrolan dijalan muncul suatu pemahaman pd diri saya dlm proses perenc
> kota/metro. Mereka mengatakan bhw saat ini peraturan ttg teknik perenc yg
> membagi fungsi primer dan sekunder yg selanjutnya dikaitkan dg sistem
> jaringan jalan primer sekunder sdh tdk ad lagi. Saya mencoba lbh jauh
> menanyakan ttg transportation study yg dulu dilakukan utk melihat trip
> generatioin, distribution, assignment jawbannya sama. Saya jadi maklum
> betapa semrawutnya sekarang ini.
>
> Yg menarik studi kesesuaian lahan yg jadi basis utk menentukan lokasi
> bangunan beratpun sdh tdk ada.
>
> Pertanyaan saya kemanakah kit ini?
>
> Terima kasih
>
> Bsp
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * reza firdaus <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 29 Jun 2010 16:04:53 +0700
> *To: *<[email protected]>; <[email protected]>; pl_friends<
> [email protected]>; abdul alim salam<[email protected]>;
> adiwan<[email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; Deden Rukmana<
> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
> Fahmiar Rahmadhan<[email protected]>; Nana Firman<[email protected]>; Fabby
> Tumiwa<[email protected]>; Sud Forum<[email protected]>; Soerjodibroto
> Guritno GTZ ID<[email protected]>; hmp itb<
> [email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; Jehan Siregar<[email protected]>;
> wiwiet mugi lestari<[email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; mkusumawijaya<
> [email protected]>; <
> [email protected]>; <
> [email protected]>; pnsdeppu2007<[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>;
> <[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Cc: *<[email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>; <[email protected]>; <
> [email protected]>
> *Subject: *[referensi] IAP international call for papers 2010
>
>
>
> We would like to bring to your attention, the IAP International Conference
> on “URBANIZATION IN CLIMATE CHANGE: Spatial Planning as a Strategy Towards
> Resilient and Low Carbon Cities”. Kindly note that the
> Deadline for submission of Abstracts is by 30 JULY 2010. Thank
> you for those who already submitted abstracts.
>
>
> We also greatly appreciate your assistance in disseminating this Call for 
> Abstracts/Papers
> within your network, both academic and professional. Thanking you for your
> kind support, and looking forward to receiving your Abstract.
>
>
>
> Warm regards
>
> Reza Firdaus ST.
>
> Organizing Committee, IAP International Conference
>
> [email protected]
>
> +62 856 91264508
>
>
>
>
>
> *INTERNATIONAL CALL FOR PAPERS – Abstracts due 30 July 2010*
>
>
>
> Indonesian Association of Planners (IAP) – International Conference on
>
> *URBANIZATION IN CLIMATE CHANGE:*
>
> *Spatial Planning as a Strategy Towards Resilient and Low Carbon Cities***
>
> http://conference-iap2010.com/**
>
>
>
> In response to the growing global concern on climate change and its impact
> to the cities, and hope to formulating the near ideal solution to maintain
> and improve the sustainability of the cities, Indonesian Association of
> Planners (IAP) is pleased to present international conference with the
> theme “URBANIZATION IN CLIMATE CHANGE: Spatial Planning as a Strategy
> Towards Resilient and Low Carbon Cities”. This event is an initiative of
> the IAP in collaboration with Directorate General of Higher Education –
> Ministry of Education and Makara UI (Universitas Indonesia), to be held on
> 19 – 20 October 2010 at Hotel Borobudur, Jakarta.
>
>
>
> The aim of the conference is to promote a stronger collaboration among
> practitioners, academicians, community leaders, public and government
> officials, policy-makers, civic activists and other professionals from
> diverse disciplines and regions around the world in order to capture the
> benefits of urbanization, as well as mitigate and adapt to climate change
> and socioeconomic change and their impacts. Its objective is to share and
> learn from international and local experiences regarding current issues,
> best practices and policy implications of creative collaboration on spatial
> planning.
>
>
>
> The following four suggested topic areas are intended to guide your
> submissions; however, they should not be viewed as exclusive which are:
>
> 1.       Climate Change Impact to Urban Infrastructure, including the
> topic of housing and settlement; road and other transportation
> infrastructure; social and economic facilities, and urban heritage building
> as well.
>
> 2.       The Risk of Urban Coastal Community, including the topic of
> vulnerability of the coastal area, the risk of economic activities, social
> behavior changes, and the lifestyle adaptation.
>
> 3.       Planning tools for Resilient City (adaptation), including the
> topic of saving resources consumption, climate governance, adapted community
> planning, and social capital for community resilience.
>
> 4.       Planning tools for Low-Carbon City (mitigation), including the
> topic of public transportation system, energy saving, green lifestyle,
> carbon emission, and re-urban design.
>
>
>
> We expect the papers will come from the interdisciplinary approach which
> emphasize on integrating the spatial planning approach to the climate change
> factors.
>
>
>
> For further information please view http://conference-iap2010.com/
>   
>

Kirim email ke