Mungkinkah Tuhan "sengaja" membiarkan seseorang "keseleo lidah" untuk 
mengungkap secara eksplisit seperti apa sebenarnya sifat orang itu selama ini?

Salam,
CA

Source: 
http://m.detik.com/read/2010/07/05/141358/1393144/10/pkb-biarkan-golkar-seperti-tikus

--begins--
PKB: Biarkan Golkar Seperti Tikus

Elvan Dany Sutrisno : detikNews

detikcom - Jakarta, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak masalah Golkar senang 
berpolitik bergaya tikus. Namun PKB berharap polisi partai lain tetap menjaga 
etika dalam berpolitik.

"Ya biarin saja, Golkar seperti tikus. Yang penting bagi kita sebaiknya memberi 
pendidikan politik yang baik, bermoral, dan beradab bagi rakyat, bukan politik 
yang tidak bermoral," ujar Ketua DPP PKB Marwan Jafar kepada wartawan di gedung 
DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/7/2010).

Marwan mengingatkan Golkar agar tidak menghalalkan segala cara danlam 
berpolitik. Sebab rakyat sudah terlanjur memberikan kepercayaan kepada parpol 
dalam pemilu.

"Politik Indonesia, bukan politik machevelian, alias menghalalkan segala cara. 
Kita harus menjunjung tinggi etika dan fatsoen dalam berpolitik," ingat Marwan.

Menurut Marwan, kemenangan bukan segalanya dalam berpolitik. Politik sebagai 
realisasi demokrasi untuk kepentingan bersama.

"Berpolitik dengan tradisi yang santun dan tidak serakah, dan tidak 
menang-menangan," tutupnya.
--ends--

Source: 
http://m.detik.com/read/2010/07/05/173900/1393416/10/harus-seperti-tikus,-golkar-sama-saja-tidak-antikorupsi

--begins--
Harus Seperti Tikus, Golkar Sama Saja Tidak Antikorupsi

Indra Subagja : detikNews

detikcom - Jakarta, Tikus identik dengan koruptor. Karena itu pernyataan Ketum 
Golkar Aburizal Bakrie (Ical) yang meminta agar politisi partai beringin harus 
seperti tikus jadi bahan pertanyaan. Apakah Golkar ingin menyebarkan semangat 
korupsi?

"Itu menunjukkan kalau misalnya diartikan konotatif, Golkar tidak antikorupsi. 
Tikus sama dengan korupsi, semua orang tahu," kata Koordinator Divisi Korupsi 
Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi Badoh di Jakata, Senin 
(5/7/2010).

Fahmi menilai, sudah menjadi hal yang umum bahwa tikus dikonotasikan sebagai 
koruptor. Dikhawatirkan, perumpamaan tikus ini justru mencerminkan hal lain.

"Atau jangan-jangan itu cara mencari-cari cara untuk bermain belakang. Ini 
berbahaya," tambahnya.

Dikhawatirkan pula, jangan-jangan cara seperti tikus itu dipakai dalam hal 
mengakses anggaran dan sumber daya publik, terkait dana.

"Politik aji mumpung, sehingga cara-cara tikus yang mesti dipakai," kata Fahmi.

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam sambutannya di acara Rapat 
Koordinasi Teknis (Rakornis) Wilayah Jawa-Bali-NTB Partai Golkar di Hotel 
Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (4/7), menyampaikan bahwa 
kader-kader Golkar dalam berpolitik harus meniru gaya tikus. Tidak langsung 
menggigit, tapi mengendus terlebih dahulu.

"Kita politisi bekerja keras, main taktis. Jangan kemudian kita dalam permainan 
itu menggigit terus. Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus, baru 
gigit," kata Ical.
--ends--
BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur®

Kirim email ke