Pak BTS, Pak Risfan, dan semuanya yang telah memberi perhatian... Semoga benar info bahwa rencana 'mal' di Taman Ria Senayan benar-benar batal. Tapi kita harus selalu waspada, biasanya mereka sekedar "tiarap", nanti kalau badai sudah reda, diam-diam pembangunan dilanjutkan kembali... salam, danang
--- On Mon, 7/26/10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> wrote: From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!! To: [email protected] Date: Monday, July 26, 2010, 10:08 AM Untunglah Taman Ria Senayan tidak jadi dibangun mal. Soalnya kalau dibangun mal, saya jadi kikuk. Secara pribadi tidak setuju dibangun mal, tetapi kalau mal jadi dibangun, rasanya tak kuat untuk tidak mengunjungi mal itu. Thanks. CU. BTS. --- Pada Sen, 26/7/10, Risfan M <risf...@yahoo. com> menulis: Dari: Risfan M <risf...@yahoo. com> Judul: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!! Kepada: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com> Tanggal: Senin, 26 Juli, 2010, 2:01 PM Pak Danang dan Rekans ysh, Syukurlah kalau akhirnya Setneg akhirnya, sebagai pemilik tanah, tak mengijinkannya. Tapi menurut developer, dan mestinya benar karena dia keluar uang, kok surat keputusannya belum dilayangkan. Kabar Majalah Tempo, yang saya pahami kok DKI (tadinya) mengarah untuk menyetujuinya. Proyek sudah punya surat izin penunjukan dan penggunaan tanahnya. Artinya secara kebijakan memungkinkan. "Bangunlah Taman Kota, Bukan Mal" demikian pesan artikel Tempo. Tapi dari segi perencanaan ini menarik/aneh. Secara psikologis para perencana, biasanya pelanggar rencana adalah swasta greedy atau masyarakat kepepet. Tapi trend di beberapa kota dan daerah saat ini, yang main-main dengan Rencana justru Pemda nya sendiri. Kadang instansi pemerintah yang lain. Lha, terus nanti yang bisa dipercaya untuk mengawal suatu Rencana itu siapa? Tuan atau bouwheer nya siapa? Apa ini ciri zaman Posmo juga? Semua serba random, tergantung pertarungan di antara stakeholders yang sering penguasaan informasinya tak seimbang. Salam, Risfan Munir Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Danang Pri <danang...@yahoo. com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Mon, 26 Jul 2010 18:18:51 +0800 (SGT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!! Setahu saya, cafe-cafe itu hasil "perkeliruan" jaman Orde Baru, di mana Sekretariat Negara "menyewakan" lahan yang berada di bawah penguasaanya kepada pihak swasta. Lha Sekretariat Negara kan tidak ditugasi oleh negara untuk mencari penghasilan tambahan dari lahan yang dititipkan pemeliharaannya kepada lembaga ini. Aneh juga kalau Golkar ngotot mendukung komersialisasi "halaman Gedung DPR-MPR-DPD" . Secara logika mestinya ingin agar halaman rumah wakil rakyat ini indah dan berwibawa... . salam, danang --- On Sun, 7/25/10, risf...@yahoo. com <risf...@yahoo. com> wrote: From: risf...@yahoo. com <risf...@yahoo. com> Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!! To: "referensi" <refere...@yahoogrou ps.com> Date: Sunday, July 25, 2010, 7:42 PM Rekans ysh, Kalau dilihat dari sisi Administrasi Pembangunan bagaimana ini? Kalau memang melanggar RTRW mestinya, IMB gak keluar, urusan beres. Tapi kok ada pejabat Pemda bilang tinggal Amdalnya saja. Lalu polemik antar petinggi. Ini yang di sebelah TVRI ya. Kenyataannya, kalau gak salah sebelum terbakar dulu kan juga kompleks bangunan cafe-cafe gitu kan, dan bukan terbuka hijau? Salam, Risfan Munir Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Sun, 25 Jul 2010 16:28:29 -0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Help: Stop pembisnisan Taman Ria Senayan !!! Kalau kata Idrus; jangan dikit-2 protes.. -K- http://us.detiknews .com/read/ 2010/07/23/ 095349/1405108/ 10/golkar- dukung-pembangun an-mal-taman- ria-senayan Jumat, 23/07/2010 09:53 WIB Golkar Dukung Pembangunan Mal Taman Ria Senayan Elvan Dany Sutrisno - detikNews Jakarta - Partai Golkar tidak mempersoalkan pembangunan mal di Taman Ria Senayan. Justru partai berlambang beringin ini heran, mengapa banyak pihak baru mempersoalkan mal itu sekarang. "Kalau kita Golkar ikut aturan saja, pemerintah sudah sepakat. Jangan sedikit-sedikit diprotes," kata Sekjen Golkar Idrus Marham saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2010). Idrus menjelaskan, persoalannya bukan setuju atau tidak setuju, tetapi pemerintah sudah bekerja sama dengan pihak lain terkait proyek Mal Taman Ria itu. "Jadi kita jangan sewenang-wenang, dulu waktu ada izin pembangunan dan kerja sama, kenapa tidak dipertanyakan. Sekarang sudah ada kerja sama kenapa baru dibuka. Ini yang perlu kita pertanyakan, " terangnya. Dia justru mempertanyakan protes dan penolakan sejumlah pihak atas rencana pembangunan mal di Taman Ria tersebut. "Perlu dikaji dan dicari tahu kepentingannya apa? Jangan sedikit-sedikit kita ingin membongkar. Kalau mau dibongkar apa alasannya. Jangan sampai ada kepentingan lain," ujar anggota DPR ini. Lahan bekas Taman Ria Senayan milik Setneg yang dikelola oleh PT Ariobimo Laguna Perkasa. Sesuai dengan perjanjian build, operate, transfer (BOT) bersama Sekretariat Negara pada 11 Juli 2008, PT Ariobimo sudah menginvestasikan sebesar Rp 300 miliar untuk perbaikan dan pembangunan fasilitas di Taman Ria Senayan. "Keberadaan kami adalah untuk membantu memaksimalisasi nilai aset negara. Selain berpartisipasi dalam membuka lapangan kerja baru, kami juga mendukung pembangunan taman kota," ujar Managing Director PT Ariobimo, Kurnia Ahmadi. PT Ariobimo berkomitmen untuk mengelola 90 persen kawasan Taman Ria Senayan sebagai taman kota yang dapat dinikmati publik secara gratis. "Hanya 10 persen dari area tersebut yang digunakan untuk bangunan," janji Kurnia. Dengan kondisi ini, maka Taman Ria Senayan nantinya diklaim menjadi tempat rekreasi keluarga paling hijau se-Indonesia. (ndr/nrl) 2010/7/21 abimanyu takdir alamsyah <takdi...@gmail. com> ...semoga "tidak ada" insinyur, planner maupun arsitek yang terlibat untuk mendukung pebisnis semacam ini ya mas Danang...??? ? ATA 2010/7/21 Danang Pri <danang...@yahoo. com> SERUAN KEPRIHATINAN Stop Pembisnisan Taman Ria Senayan: Kembalikan Taman Ria Senayan sebagai Urban Park Berbagai media online hari Senin, 19 Juli 2010 memberitakan rencana pembangunan mal perbelanjaan di lahan Taman Ria Senayan, Jakarta. Pihak-pihak terkait telah menyatakan posisi dan sikap masing-masing. Rangkuman pernyataan-pernyata an tersebut adalah sebagai berikut: - Menurut Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta, Hari Sasongko, pembangunan kawasan terintegrasi ini tinggal menunggu Amdal saja dari pihaknya. "Belum jelas pihak pengembang akan membangun apa. Namun yang pasti tinggal menunggu Amdal saja," kata Hari saat dihubungi pagi ini. Hari menolak saat ditanya siapa pihak pengembang yang akan memugar taman yang dulunya bernama Taman Ria Remaja itu. Menurut dia, sebenarnya semua perlengkapan administrasi seperti surat kepemilikan tanah sudah dipenuhi pihak pengembang. Namun Dinas P2B belum memberikan izin karena masih menunggu analisis mengenai dampak lingkungannya. "Amdal digunakan untuk pengambilan keputusan. Soal kebijakan bukan urusan kami," ujarnya. Aspek yang dilihat, dijelaskannya, adalah studi kelayakan ekologi, sosial budaya, ekonomi dan kesehatan masyarakat. (dikutip dari: TEMPO Interaktif - Senin, 19 Juli 2010 10:44 WIB) - Komisi II DPR RI berpikir untuk mengambil alih pengelolaan Taman Ria Senayan. Alasannya agar merek

