FYI,
-K-

http://cetak.kompas.com/read/2010/07/30/02363384/pusat.siapkan.tiga.langkah.bantu.dki...
..


*KEMACETAN*
Pusat Siapkan Tiga Langkah Bantu DKI
Jumat, 30 Juli 2010 | 02:36 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah pusat akan mendukung dan bekerja sama dengan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelesaikan problem kemacetan lalu lintas
Ibu Kota. Dukungan itu antara lain berupa pendanaan untuk pengembangan
infrastruktur, subsidi pengguna angkutan umum, dan aturan penyediaan lahan
untuk kepentingan publik.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan hal tersebut di Kantor
Presiden, Jakarta, Kamis (29/7).

”Dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur transportasi
untuk seluruh wilayah ini jelas, termasuk DKI. Misalnya, pengembangan MRT
(mass rapid transit) itu kan pinjaman pemerintah dari Jepang yang masuk
APBN. Terkait dengan bagaimana nanti masalah subsidi bagi masyarakat, ini
tentu pembicaraannya juga melibatkan pemerintah pusat,” ujar Hatta.

Namun, Hatta menegaskan, strategi dan desain transportasi perkotaan Jakarta
tetap menjadi urusan pemerintah daerah. Ia meyakini, Pemprov DKI telah
memiliki konsep matang soal itu.

”Pertama, MRT kan sudah berjalan dan itu tidak hanya berhenti pada fase
pertama. Fase keduanya sampai ke Kota, dan fase berikutnya mengintegrasikan
ke Manggarai,” ujar Hatta.

Langkah lainnya, merevitalisasi semua jalur kereta yang sudah ada dengan
investasi dari swasta. ”Saya kira, DKI juga bisa, peminatnya ada,” ujarnya.

Terkait dengan pembangunan dan pelebaran jalan, Hatta menilai konsep Pemprov
DKI sudah bagus, tinggal mengimplementasikan. Untuk mendukung hal itu,
pemerintah pusat akan mempercepat penyelesaian RUU mengenai pengadaan lahan
untuk kepentingan publik. UU ini ditargetkan diajukan kepada DPR pada
September mendatang.

*Solusi cepat*

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Transportasi Sutanto Soehodo, Kamis,
mengatakan, solusi jangka pendek yang dipersiapkan untuk mengatasi macet
adalah sterilisasi empat koridor bus transjakarta, pembangunan dua jalan
susun, penyelesaian Jalan Tol Lingkar Luar Barat II dan jalan tol akses
Priok, serta operasi penertiban di jalan raya. Saat ini semua program
percepatan upaya mengatasi kemacetan telah dimulai.

Namun, lanjut Sutanto, solusi jangka pendek dari Pemprov DKI Jakarta tidak
akan berguna terlalu banyak untuk mengatasi kemacetan jika penjualan sepeda
motor dan mobil tidak dikendalikan. Pemerintah pusat diharapkan segera
menerapkan pembatasan jumlah kendaraan baru yang boleh dijual.

”Solusi jangka pendek hanya dapat meredakan dampak kemacetan, sambil
menunggu angkutan massal berupa MRT, 15 koridor bus transjakarta, dan KA
jalur lingkar selesai dibangun,” kata Sutanto.

*Tidak bisa dibatasi*

Namun, Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Johnny
Darmawan menegaskan, kemacetan yang semakin parah di DKI Jakarta tidak dapat
diatasi dengan cara membatasi produksi kendaraan. Pembatasan produksi
kendaraan justru akan menimbulkan masalah baru yang juga sangat parah dan
menjadi beban masyarakat.

Menurut Johnny, otomotif saat ini bukan lagi sekadar berjualan mobil.
Otomotif sudah menjadi industri penting yang menjadi penyumbang pajak negara
terbesar kelima dan penyumbang pajak terbesar di DKI Jakarta.

Ada empat hal yang harus dilakukan untuk membenahi kemacetan, yakni traffic
management, mendidik masyarakat cara mengemudi yang benar dan tertib dengan
penegakan hukum, menyediakan sarana transportasi massal yang baik, serta
yang terakhir, kata Johnny, menambahkan jalan.

Sementara itu, Sofyano Zakaria, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik,
berpendapat, kemacetan di Jakarta tidak lagi bisa diurai oleh Kota Jakarta
sendiri. Masalah ini berkaitan erat dengan kota-kota di sekitarnya mengingat
banyak warga kota Bekasi, Tangerang, Depok, Bogor, dan sebagainya mencari
nafkah di Jakarta. ”Pemerintah pusat duduk bersama dengan semua pemerintah
kota mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan ini,” kata Sofyano.

Hal senada diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Fauzi mengakui bahwa
dibutuhkan satu sistem transportasi terpadu untuk Jabodetabek. Transportasi
terintegrasi ini akan menekan jumlah angkutan umum dan kendaraan pribadi
yang berlalu-lalang di jalanan Jabodetabek. Namun, untuk mewujudkannya,
diperlukan kerja sama antardaerah yang hanya bisa dikoordinasikan oleh
pemerintah pusat. (ARN/ECA/NEL)



=====================
*Harya Setyaka*

973 Turtle Crest Drive | Irvine, CA 92603
Mobile : +1.949.748.0978 | Skype ID : harya.setyaka | BB-M PIN: 20EEEBB4

Kirim email ke