Flu Burung Tekan Pendapatan 2,5 Juta Pekerja
 
Dampak dari munculnya penyakit flu burung menyebabkan sekitar 2,5 
tenaga kerja terancam mata pencarian dan menjadi pengangguran. 
Karena dampak tersebut menimbulkan perkiraan angka yang cukup 
signifikan penurunan penjualan ayam potong hingga 20 persen. 
Kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dari data perkiraan 
Pusat Informasi Pasar Unggas (PINSAR) di Jakarta, kemarin. "Semenjak 
terungkapnya kasus flu burung, kepercayaan masyarakat untuk membeli 
dan mengkonsumsi ayam dan telur menurun," ujarnya. 

Data dari Pinsar, sejak tanggal 17 Juli 2005 terjadi tekanan harga 
yang meningkat di hari berikutnya dan sampai 20 Juli 2005 semua 
daerah melaporkan ada tekanan harga akibat permintaan pasar menurun 
terhadap ayam pedaging dengan ukuran 1,4 kilogram atau kurang. 
Sedangkan untuk ayam pedaging di atas 1,4 kilogram masih tetap 
stabil. 

Melihat gejala tersebut, Mendag Mari Pangestu menghimbau masyarakat 
agar tidak terlalu takut atas wabah flu burung. Berdasarkan data, 
pada Agustus 2003 sampai Juli 2005, telah dimusnahkan sekitar 9,5 
juta populasi ayam atau 0,5 persen dari seluruh populasi ayam. 

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari juga mengakui konsumsi daging 
ayam menurun karena masyarakat tidak ingin mengambil risiko. Namun 
ia membantah telah terjadi keresahan di masyarakat menyusul jatuhnya 
tiga korban akibat virus flu burung. Dia mengaku sudah turun ke 
kampung-kampung dan tidak melihat ada keresahan. 

Menurut Siti Fadilah, virus flu burung itu tidak menular dari 
manusia ke manusia. Sejauh ini, virus yang membunuh keluarga Iwan 
pun belum diketahui asalnya. Namun, Siti Fadilah memastikan virusnya 
sama dengan yang ditemukan pada 2001 dan 2003. "Memang harus 
dikampanyekan, bahwa makan ayam tidak berbahaya. Harus kita 
kampanyekan kalau makan ayam dan telur, kalau dimasak dengan benar 
tidak problem," katanya di Solo, Jum'at. 

Sementara itu Dirjen Perdagangan Luar Negeri Diah Maulida 
mengatakan, selama ini Indonesia hanya mengimpor ayam kecil 185 gram 
atau kurang, yang berasal dari UK, Prancis, AS dan Belanda. Sampai 
saat ini organisasi kesehatan hewan dunia, belum keluarkan kembali 
pernyataan pelarangan impor. 

"Namun, kita inisiatif melakukan pengawasan dengan mengkarantina 
unggas yang diimpor di pelabuhan Indonesia," ujar Diah. Untuk 
ekspor, lanjutnya, belum ada pelarangan karena nilainya hanya kecil 
sekitar US$ 2.800, meskipun sebelumnya pernah mencapai US$ 1 juta. 

Sedangkan impor nilainya pada 2004 mencapai US$ 8,5 juta, sedangkan 
tahun 2002 lalu pernah mencapai US$ 11 juta. Data di Depdag, harga 
rata-rata di delapan kota untuk ayam potong relatif stabil. 
Sedangkan produksi telur ayam ras berada dalam posisi terendah dalam 
tiga tahun ini yakni dari 3.500 ton per hari menjadi 2.700 ton per 
hari 

Di tempat yang sama Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah 
Parman mengatakan, Makassar adalah daerah yang harganya paling 
tertekan. Dari yang semula Rp 14.000 per ayam menjadi Rp 10.500. 
Sedangkan untuk telur relatif stabil Rp 9.000 per kilogram
 
Salam,

Be rIch...bE fuN...be fReE
http://www.bisnis-invest.com
============================








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ha3gffh/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705013556:TM/Y=YAHOO/EXP=1123083473/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN:

01. Untuk mengirimkan tulisan, kirimkan ke : [email protected] 
dan untuk menanggapi cukup di –reply- saja. Serta silakan dihapus bagian email 
yang dianggap tidak perlu.

02. Untuk keluar dari keanggotaan milis ini, kirimkan email kosong ke: [EMAIL 
PROTECTED], kemudian silakan di-reply- email konfirmasi yang dikirim oleh 
Groups.Com tanpa mengadakan perubahan. 

03. Untuk melihat postingan sebelumnya dan arsip milis ini, silakan buka di: 
http://groups.yahoo.com/group/riaukita atau di 
http://groups.yahoo.com/group/riaukita/messages 

04. Mohon menjaga sopan santun, adab yang baik dalam berdiskusi via email ini. 
Dengan berbeda asal dan daerah, kita menjadi ramai. Namun, sebagai manusia, 
kita hanyalah satu.   

-----oo(0)oo----- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/riaukita/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke