kalo ngomong simple sih ga ush mikir cadangan segala...mikir cuan  aje...beli 
2000 cuan, beli 2500 cuan, beli 3000  cuan, beli 3500  cuan juga...
  
  simple tohh....hehehe

redyherinantoalb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                     
             Simple nya begini.... tanpa cadangan baru, TINS out off bussiness 
  dalam 5 tahun... penertiban tambang liar hanya sedikit memperpanjang 
  nafas TINS....
  Dengan kondisi FA kayak gitu masuk akal bandar besar nya mau 
  keluar... ingat harga naik berarti bandar jualan.... kalo ternyata 
  naik terus dan ada sesuatu yang memang materiil, ya udah relakan 
  saja, belum rejeki.... 
  Disclaimer ya.... just share oppinion.... 
  
  Redy
  
  --- In [email protected], andrew wijaya <[EMAIL PROTECTED]> 
  wrote:
  >
  > Yang paling penting dari TINS perhatikan aja :
  >   1. Kebijakan pemerintah pusat dan daerah menertibkan ilegal 
  mining.
  >   2. Penurunan harga timah di pasar dunia secara signifikan dan 
  berkepanjangan.
  >   Perlu saudara ketahui dulu saham TINS hancur (sekitar tahun 1999-
  2002) karena kedua hal diatas jadi tidak salah dong kalo kedua hal 
  diatas membaik saham TINS menjadi baik kembali.
  >    
  >   Ngapain pusing-pusing pikir panjang lebar, bisa gila......
  >    
  >   Selamat berinvestasi...
  > 
  > chakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >               Kalo produksi tambang ilegal = produksi tambang 
  timah dan untuk menjaga harga pasaran timah di luar negeri stabil, 
  apa mungkin PT. timah menghentikan  produksi tambang timah di laut 
  yg biaya produksinya besar. Atau kalo itu tambang timah ilegal, kok 
  bisa tetap ada ? stop aja.
  >   
  >   
  >       
  > ---------------------------------
  >   
  >   From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
  Behalf Of redyherinantoalb
  > Sent: 13 Desember 2006 23:56
  > To: [email protected]
  > Subject: [saham] Re: TINS suprise level Rp. 7.950
  > 
  >   
  >         Pak Andrew,
  > Ada sedikit pertanyaan.... data produksi tambang illegal sebesar 
  > 10.000 ton/Q itu dari mana?... berarti annualized nya total 
  produksi 
  > TINS seimbang dengan produksi tambang illegal dong (40.000ton)....
  > terus harga beli dari tambang liar adalah dalam bentuk pasir 
  > Timah... tentu sesudah di smelter hasil timahnya tidak 100% 
  dong... 
  > pasti ada residu.... bagaimana dengan peranan PT Koba Tin disini, 
  > dia juga pasti berusaha beli dari tambang illegal.... 
  > Berita terakhir dari e-bursa....
  > 
  > Senin, 11 Desember 2006, 10:28:00
  > 
  > Pemutusan kontrak karya PT Koba Tin di Bangka-Belitung (Babel) ada 
  > di tangan presiden karena dibuat atas nama kepala negara, karena 
  itu 
  > Departemen ESDM tidak akan merekomendasi. PT. Koba Tin 75% 
  dimiliki 
  > oleh Malaysia Smelting Corp. Bhd. Dan 25% dimiliki oleh PT. Timah. 
  > Kasus ini bermula dari surat Kapolri B/2587/XI/2006 tertanggal 15 
  > November 2006 tentang Penambangan
  > timah dan perdagangan timah ilegal di Bangka-Belitung kepada lima 
  > menteri, yaitu Menneg BUMN, Menneg Lingkungan Hidup,
  > Menperin, Mendag, dan Menteri ESDM. Dalam surat tersebut, Kapolri 
  > meminta agar kontrak karya antara pemerintah dan Koba Tin
  > diputus. Dalam surat itu, Kapolri meminta pembatalan kontrak karya 
  > Koba Tin karena kontrak itu sudah habis dan Koba Tin diduga
  > dalang kemelut pertimahan di Babel. Kapolri juga menyebutkan 
  > perlunya pencabutan persetujuan pemerintah yang memperbolehkan
  > Koba Tin menerima biji timah hasil pertambangan timah 
  inkonvensional 
  > (TI) ilegal. pemerintah tidak membenarkan perusahaan
  > tambang-PT Timah maupun PT Koba Tin-menampung timah dari penambang 
  > ilegal dan penambang ilegal bukan TI.
  > 
  > Tambang terbaru yang ditemukan TINS hanya 9rb an ton (dr e-bursa 
  > juga).... menurut saya kecil banget....
  > 
  > CMIIW, kayaknya ada yang mau dump besar2an neh.... 
  > 
  > Warm Regards,
  > Redy
  > 
  > --- In [email protected], "frezzz_05" <frezzz_05@> wrote:
  > >
  > > Saya setuju sekali dengan pandapat pak sationandrew kalau laba 
  tins
  > > akan meningkat pesat. Kampung halaman saya di Bangka, saya tau 
  > betul
  > > saat ini PT. timah melakukan monopoli. Semua pedagang pengumpul 
  > saat
  > > ini menjual timahnya pada PT timah dengan harga murah.Jadi 
  mungkin
  > > saja tins bisa mencapai 7950. Kita tunggu saja ! Waktu yang akan
  > > membuktikan. MENYESAL adalah kata terlambat.Beranikah mencoba?
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > 
  > > --- In [email protected], "stationandrew" <stationandrew@> 
  > wrote:
  > > >
  > > > Dibawah ini saya membuat riset sederhana PT. Timah Tbk. 
  > berdasarkan 
  > > > survey dan penelitian bersama para praktisi tambang timah di 
  > Prov. 
  > > > Bangka Belitung (harus membaca menyeluruh, jangan sepotong-
  > potong).
  > > > 
  > > > Total produksi timah selama tahun 2005 = 42.000 ton
  > > > Total produksi s/d Sept'2006 (Lap. Keu 3Q'06) = 30.000 ton
  > > > Estimasi produksi selama th'2006 (Direksi) = 40.000 ton
  > > > Estimasi produksi tahun 2007 (Direksi) = 45.000 ton.
  > > > 
  > > > kontribusi pendapatan perseroan +/- 98% dari tambang timah, 
  > sehingga 
  > > > bisnis lain diperseroan tidak signifikan terhadap kinerja 
  > perseroan.
  > > > 
  > > > Perlu saudara ketahui beberapa bulan yang lalu saat ilegal 
  > mining 
  > > > masih belum ditertibkan dan harga on the spot (LME) berada di 
  > USD 
  > > > 8500 per ton, PT. Timah menerima hasil tambang dari para 
  > kontraktor 
  > > > kontrak karya sebesar Rp 67.000,- per kg. (pasir timah) harga 
  > yang 
  > > > sama seperti perusahaan pedagang timah yang lain (semacam 
  > tengkulak 
  > > > yang mendapat izin dari pemerintah daerah ataupun penyelundup 
  > yang 
  > > > tidak mengantungi izin), pihak non PT. Timah berani membeli 
  dgn 
  > harga 
  > > > Rp 67ribu sudah tentu menghitung keuntungan mereka sendiri 
  > sehingga 
  > > > harga 67ribu ketika harga LME di USD 8500 per ton dapat 
  > dikatakan 
  > > > harga wajar.
  > > > 
  > > > Saat ini PT. Timah membeli dari masyarakat dan kontraktor 
  > kontrak 
  > > > karya sebesar Rp57.000/kg ketika harga di LME sdh mencapai USD 
  > 10.600-
  > > > an per ton, yang seharusnya harga beli PT. Timah harus diatas 
  > > > Rp67.000 namun perseroan hanya membayar Rp57.000/kg. Selisih 
  Rp 
  > > > 10.000/kg tersebut bila kita menghitung jumlah produksi 
  > perseroan, 
  > > > PT. Timah akan mendapat keuntungan tambahan (khusus 4Q'06/1 
  > kwartal)
  > > > sebesar Rp.10.000 x 10.000 ton x 1.000 (1ton=1000 kg) = Rp 100 
  > milyar 
  > > > atau sebesar Rp 199 per kwartal per saham (total saham 503 
  juta 
  > > > lembar). Bila operasional 4Q'06 akan berlanjut tahun 2007 ke 
  > depan 
  > > > maka pendapatan bersih perusahaan (dg. menggunakan data 2006) 
  > > > perseroan akan mendapat tambahan keuntungan dari selisih harga 
  > > > sebesar 40ribu ton x Rp 10ribu x 1000 = Rp 400 milyar atau Rp 
  > 795 per 
  > > > saham per tahun. Bila harga TINS di BEJ sebesar Rp 2.525 maka 
  > P/E 
  > > > akan sebesar 3,18X padahal kita tau rata-2 P/E saham 
  > pertambangan di 
  > > > BEJ sdh diatas 10x. maka jangan kaget bila harga wajar TINS 
  > dapat 
  > > > mencapat Rp 7.950 per saham. 
  > > > 
  > > > Hingga saat ini kegiatan ilegal mining di Prov. Bangka 
  Belitung 
  > terus 
  > > > ditertibkan dan sepertinya akan terus berlanjut, sdg harga 
  timah 
  > di 
  > > > pasar dunia rasanya sulit turun bahkan ada kecendrungan terus 
  > > > meningkat.
  > > > 
  > > > Harga timah saat ini di LME USD 10.600-an per ton sdg saya 
  > > > menggunakan patokan harga USD 8500, sengaja saya menyediakan 
  > cadangan 
  > > > sebesar USD 2100 per ton atau sebesar Rp 18.900.000 per ton 
  > (Kurs 
  > > > 1USD=Rp9000). Cadangan tsb saya sediakan untuk kemungkinan PT. 
  > Timah 
  > > > menaikan harga beli dari kontraktor kontrak karya hingga Rp 5 
  > juta 
  > > > per ton ataupun naik-turunnya harga dan perbedaan harga on the 
  > spot 
  > > > LME dgn harga riil.
  > > > 
  > > > Cadangan timah saat ini di Pulau Bangka memang tidak sebanyak 
  10 
  > thn 
  > > > lalu namun cadangan di Pulau Belitung masih tidak akan habis 
  20 
  > thn 
  > > > ke depan. Saat ini kegiatan penambangan di Pulau Bangka 
  memasuki 
  > fase 
  > > > tahap 2 (dibawah muka tanah datar), rata-2 kedalaman tambang 
  di 
  > > > P.bangka mencapai 50-100 m, namun kedalaman ini dapat 
  diteruskan 
  > > > hingga 300 meter seperti kegiatan penambangan di IPOH, 
  malaysia 
  > yang 
  > > > kedalaman tambang sdh diatas 300-an meter (saat ini tambang di 
  > IPO 
  > > > sdh tidak operasi lagi, kebanyakan tambang di Malaysia sdh 
  > pindah ke 
  > > > laut yg biaya operasinya cukup tinggi).
  > > > 
  > > > Memang ada yang mengatakan hitungan gila, tetapi saya 
  > berkeyakinan 
  > > > sekali kinerja akan sebaik spt yg saya analisis diatas, hanya 
  > waktu 
  > > > yang akan menunjukan kepada saudara, MENYESAL adalah kata 
  > terlambat.
  > > > Beranikah mencoba?
  > > >
  > >
  > 
  >   
  > 
  > 
  > 
  >   
  > 
  >          
  > 
  >  
  > ---------------------------------
  > Need a quick answer? Get one in minutes from people who know. Ask 
  your question on Yahoo! Answers.
  >
  
  
      
                                    

 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke