Bung Rizka.... saya bukannya pusing krn TINS terjun. Barang saya sudah kejual
kemarin, alhamdulillah, ada sedikit cuan, tapi recehan sih.
Saya lebih concern ke negeri kita ini, yg hanya berkutat ke masalah perut ke
bawah aja.
Apa para penguasa tidak terketuk hatinya, melihat kasus busung lapar...anak2
terlantar yg dirampas hak dan masa depannya....orang2 yg teraniaya dan terusir
dari kampung halamannya krn tiba2 tanah kelahirannya menjadi danau lumpur, dan
sungguh menyesakkan semuanya hanya di quantify dg Rp xxx/m dan semua persoalan
dianggap beres.
Matah hati bangsa ini, telah lama.....buta !
KORUPSI AKAR DARI SEGALA MASALAH DI NEGERI INI
Rizka Armadhana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mangkanya akhir2xnya Fundamental Fundamental
Fundamental....
Kalo yang saya ingat baca di koran, Sales PT. Timah
Tbk. adalah 2 Trilliun tahun ini, sedangkan laba
bersihnya cuman 68 milyar... Hanya sekitar 3% profit
margin. Belum lagi kabarnya cadangan timah di bangka
kian menipis....
Dengan adanya penutupan Koba Tin dan smelter illegal,
maka mestinya yang diuntungkan adalah PT. Timah. Tapi
kalau kita telusuri kembali, Koba Tin sendiri 25% nya
dikuasai olah PT. Timah.....
Management macam apa yang mau dan rela produknya
sendiri di kanibal oleh orang lain, sedangkan
perusahaan hanya dapat 25% dari penjualan???
Saya rasa terlalu banyak permainan di dalam
penambangan2x illegal di Bangka, maka dengan demikian,
walaupun sepertinya penutupan Koba Tin (kalaupun
jadi), hanya sesaat. Bukan Turnaround Story yang
banyak orang bayangkan.
In the end the finest rule of Investing is: Buy a good
company, with a strong management, great balance sheet
and excellent growth. I just dont see any of the four
criterias in TINS.
--- Investor Bonex <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ....Menyesakkan.....
> .......Memuakkan.......
>
> Itulah fakta bangsa yg kaya raya ini, yang 49%
> penduduknya "rentan'' kemiskinan (bahasa sopannya
> dari sangat miskin, jangankan untuk kebutuhan
> pendidikan dan jiwa, utk kebutuhan fisik minimum
> saja, dibawah garis batas wajar).
>
> Pdhal menurut Bloomberg, akibat dari penutupan
> smelter illegal tsb, 21% pasokan dunia jadi
> berkurang. Jadi bisa dihitung berapa kerugian negara
> selama bertahun2 selama ini. Makanya analisis bung
> stationdrew, sangat masuk akal.
>
> Menjelang "Hari Akbar" 2009, akan sangat banyak
> hal2 yg MENYESAKKAN & MEMUAKKAN di negeri yg konon
> mengaku agamis ini.
>
> HUH ! .....
>
>
>
> Danny & Liza Lau <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Langsung lumer Pak timahnya. Dari Rp4125
> tinggal Rp3625
> Volume jual besar. Nggak ada lagi yang berani
> nge-bid.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: stationandrew
> To: [email protected]
> Sent: Friday, December 15, 2006 2:04 PM
> Subject: [saham] Pusing ngeliat Pemerintah soal
> TINS
>
>
> Saya bingung......
>
> Saya mendapat kabar dari sumber terpercaya di daerah
> dan di Pusat
> bahwa Pem. Prov Bangka Belitung merekomendasikan ke
> Pemerintah Pusat
> melalui Departemen Energi Sumber Daya Mineral agar
> Smelter Swasta
> diizinkan kembali beroperasi dengan sejumlah
> ketentuan (kita tau
> biasanya ketentuan tsb di negara kita hanya lipstik
> untuk mencapai
> tujuan tertentu), alasan utamanya karena belakangan
> ini hanya PT.
> Timah saya yang melakukan pengolahan pasir timah
> sehingga tidak
> terjadi praktik monopoli yang dianggap bertentangan
> dengan Undang-
> Undang Anti Monopoli.
>
> Menurut sumber tersebut bulan Januari 2007 ini,
> smelter swasta akan
> mulai beroperasi dan beberapa pihak telah
> mendapatkan izin dari Pemda
> Bangka Belitung.
>
> Kita tau selama ini smelter swasta ini yang merusak
> kinerja TINS dan
> harga timah di pasar dunia, tidak ada yang mengawasi
> kinerja smelter
> swasta dan tidak ada jaminan mereka tidak mengambil
> hasil tambang
> yang ilegal.
>
> Saya nga ngerti bagaimana kenyataan berita ini, tapi
> katanya Pemda
> Prov. Bangka Belitung telah mengajukan permohonan
> pengoperasian
> smelter swasta ini ke Departemen ESDM.
>
> Saya bingung dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan
> Daerah ini, saya
> jadi takut jika nanti dualisme kebijakan disalah
> gunakan oleh oknum
> di daerah dgn berpura-pura tidak liat, kegiatan
> ilegal mining pun
> beroperasi kembali, akhirnya kinerja dan harga timah
> kita ikutan
> anjlok kembali...
>
>
>
>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> http://mail.yahoo.com
---------------------------------
Have a burning question? Go to Yahoo! Answers and get answers from real people
who know.