Mohon Maaf para sesepuh .... apa bener pengamatan ini :
kalo dari pengamatan saya sebagai pemula menurut berita
pemerintah hanya menjual sekitar 185 jutaan lembar saham 
dan itu sekitar 5 % an saham yang dimiliki pemerintah,
dan pemerintah membutuhkan dana sekitar 3,3 Triliun (Jawa Pos berita bisnis 14 
Des 2006)

kalo dibagi 3,3 T / 185 an juta lembar saham
maka pemerintah menjual di kisaran diatas Rp 15.000
bahkan bisa 17.000an tapi kalo cuma di jual 12 rb berarti pemerintah membutuhkan
275 jutaan lembar saham 
apa benul?????


thanks 
best regards

Yoez

"Pemula Saham"
 
  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Friday, December 15, 2006 9:04 AM
  Subject: [saham] Re: [obrolan-bandar] Pemerintah Lepas Saham PGN


  Setuju dg Pak Karno...

  :) Sebetulnya Pem tidak rugi2 amat - krn punyanya tentunya sejak IPO & Pem
  masih punya kepemilikan sahamnya yg laen (sbg cad sewaktu utk dijual)
  melalui konversi obligasi waktu itu...

  Regards,

  Aria

  > Menurut perkiraan ane, waktu open PGAS bakal naek.
  > Alasannya spy pemerintah kelihatan rugi dan investor yang ikut divestasi
  > untung. Contoh : BNII dijual 205, waktu open jadi 215.
  >
  > Disclaimer
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: Yonathan Nova Dinata
  > To: [email protected]
  > Sent: Thursday, December 14, 2006 3:54 PM
  > Subject: Re: [obrolan-bandar] Pemerintah Lepas Saham PGN
  >
  >
  > ngmg2 gimana PGAS kedepannya?? mohon para suhu memberi wangsit2..
  >
  > On 12/15/06, imron <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > > Kamis, 14 Desember 2006 05:48:00
  > > JAKARTA , investorindonesia.com
  > > Pemerintah akhirnya menggelar divestasi lanjutan 5,32 % saham PT
  > Perusahaan
  > > Gas Negara Tbk (PGN). Proses bookbuilding (pengumpulan minat awal)
  > telah
  > > digelar sejak Rabu sore tadi.
  > >
  > >
  > > Untuk menghindari terjadinya fluktuasi harga yang tidak wajar,
  > otoritas
  > > Bursa Efek Jakarta (BEJ) memutuskan menghentikan sementara (suspensi)
  > > transaksi saham PGN, mulai perdagangan Kamis 14 Desember pukul 09.10
  > JATS
  > > (Jakarta Automatic Trading System).
  > >
  > > "Suspensi akan dilakukan hingga pengumuman lebih lanjut," kata Kepala
  > Divisi
  > > Pencatatan Sektor Jasa BEJ, Wan Wei Yiong, dalam pengumumannya Rabu
  > malam
  > > (13/12/2006), seperti dilansir detikcom .
  > >
  > > Divestasi lanjutan PGN telah mendapat restu dari Senayan (DPR) dan
  > Lapangan
  > > Banteng (Depkeu). Dana hasil privatisasi PGN digunakan untuk menutupi
  > > setoran APBN 2006.
  > >
  > > Divestasi saham PGN ditangani langsung oleh dua perusahaan sekuritas
  > pelat
  > > merah PT Danareksa Sekuritas and PT Bahana Securities.
  > >
  > > Pada penutupan perdagangan saham Rabu, saham PGN turun Rp 200 menjadi
  > Rp
  > > 11.300 per saham. Pemerintah saat ini menguasai 60 persen saham PGN
  > dan
  > > sisanya oleh publik yang kebanyakan dimiliki oleh investor asing. (*)
  > >
  > >
  > >
  >
  >
  >



   

Kirim email ke