Saya hanya memberikan beberapa news yg dapat menguatkan kepercayaan anda terhadap PGAS dalam jangka pendek (maks. 6 bulan). Dirumorkan bahwa penjualan PGAS pada 2007 dan 2008 ini terjadi penurunan baik dari segi penjualan dan laba bersih, saya harus akui bahwa memang selama sumber gas baru tidak diperoleh pertumbuhan PGAS ke depan memang menurut analisis saya mungkin tidak terlalu baik, namun khusus tahun 2007 ini ini menurut perhitungan saya tidaklah sesadis spt perhitungan RX dan KZ (RX meramalkan penurunan penjualan hingga -/+60% sdg KZ 32%). Bila kita hanya menggunakan data s/d Sept 2006 dan diperhitungkan kedepan dgn kondisi saat ini saja EPS per tahun PGAS tidak kurang hampir sama dgn tahun 2006 atau -/+ Rp500 per saham, namun yg membuat saya tertarik adalah kenaikan penjualan dan laba bersih dapat ditopang oleh rencana PGAS yg pada 2H'2007 ini yg akan menaikan harga jual gas (kalo ngak salah USD 2,5 per kaki kubik). Semestinya dgn rencana kenaikan harga ini investor jangan panik dgn ulah sekelompok institusi yg kurang bertanggung jawab. Dgn posisi range harga 7ribuan sepertinya berpotensi memperoleh gain jangka pendek. Namun investor jangan lagi terbuai oleh mimpi diatas 10ribuan. kalo jangka 6bulan kedepan ini level 10ribuan bisa tertembus itu hanya mukjijat dan seperti pada saat itu lebih baik quit PGAS saja sambil menunggu news PGAS lebih lanjut yg dapat meyakinkan bahwa PGAS cocok untuk dimiliki jangka panjang. Oleh karena itu terutama investor pemula apalagi yang memiliki dana terbatas, jangan pernah mempercayakan rumor, yang mengaku analisis-analis saham, dan ikut-ikutan tanpa pengetahuan jelas. Serakah akan membawa Sengsara. Bila tidak mengerti investasi sebaiknya ikut kursus akunting lebih dahulu atau bila anda memiliki usaha lain, dana yg akan dipakai investasi serahkan saja ke Manager Investasi semacam Reksana yang kredibel (jangan sembarangan membeli reksadana). Belajar saham sangatlah mahal, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan menguliakan anak di Unversitas semacam Harvard, USA. dan tidak dijamin bakal lulus. Hanya sedikit orang yang bisa bertahan di pasar modal, terutama yang memiliki naluri investasi dan bakat analisis, bukan sekedar gadungan. Perlu diketahui saya sendiri menganalisis saham untuk diri saya sendiri dalam satu bulan belum tentu dapat satu saham bagus yang bisa naik sesuai harapan saya, namun yg mengaku analisis dari Institusi besar (mentang-mentang memiliki segudang titel dari Universitas ternama di Luar Negri) setiap harinya bisa berkomentar dan mengeluarkan riset saham setiap harinya. Ingat saat ini cari uang susah, siapa sih yang mau jadi Sinter Klaus, kalo analisisnya bagus jual aja yg dimilikinya atau pinjaman uang untuk membeli saham yg di risetnya tsb ngapain kasih tau anda-anda sekalian. Tetapi kadang kala investor juga keterlaluan, sudah dikasih tau oleh sesama investor yg benar untuk beli suatu saham, malahan "ngeledek" dgn alasan road show krn anda sudah memiliki saham tsb, masa anda yg tinggal dapat matangnya ngak mau bayar premi dikit kepada yg memberi tahu dgn membeli sedikit diatas harga beli investor yg memberi tau, jadi orang harus tau diri dong, masa mereka yg mengeluarkan dana pribadi untuk analisis saham bagi mereka sendiri, sdg anda tidak mengeluarkan tenaga sedikitpun ngak mau bayar, kalo mau pancing ikan, harus ada pancing dan juga umpannya dong. Salam, Andrew
--------------------------------- Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
