Bravo2 suhu Irwan sudah mulai keluarkan ilmunya nih ... tulisan beliau sangat menarik untuk dipelajari dan diresapi lebih lanjut makna dari analisa beliau. Ternyata di milis perlu dibuat sedikit suasana chaos biar guru mau turun tangan dan bagi2 ilmu.
Saya belajar banyak dari email ini Regards On 2/26/07, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Eka, Soal saham2 internet di Amerika, semuanya tergantung dari titik mana kita melihatnya. Cobalah lihat kembali grafik2 di bawah ini: Yahoo (YHOO) http://finance.yahoo.com/q/bc?s=YHOO&t=my Amazon, (AMZN) http://finance.yahoo.com/q/bc?t=my&l=on&z=m&q=l&p=&a=&c=&s=amzn Kalau kita melihatnya dari titik tahun 2000 awal, sangat jelas sekali investasi di dua saham internet di atas adalah keputusan investasi yang bisa dibilang salah sampai saat ini. Tetapi, kalau kita melihatnya dari titik tahun 1997-an, dimana saat itu internet mulai booming di Amerika, keputusan investasi atas dua saham tersebut adalah jelas sangat menguntungkan, sangat tepat. Kenapa Warren Buffett sampai tidak masuk saham internet di tahun 1997-an? Seperti yang sudah dia jelaskan dia tidak masuk ke saham internet karena dia tidak mengerti cara menghitung valuasinya. Dia memiliki metode tersendiri dalam menghitung valuasi suatu perusahaan yang kebetulan saya lihat tidak bisa digunakan untuk saham-saham internet waktu itu karena mereka memang umumnya masih di early stage ditambah lagi sektor internet adalah sektor yang masih sangat baru sekali. Tidak ada yg tahu persis cara menghitungnya. Tidak ada acuan pasti. Masing2 analis menggunakan caranya sendiri2 dalam mengira2 harga wajar. Itu sebabnya, saham internet saat itu kenaikannya gila2an. Target2 harga dari para analisa, dihantam terus. Sampai terjadilah situasi bubble yang siap meledak setiap saat. Dan kejadian itulah yang terjadi di tahun 2000. Saya masih ingat bagaimana para analis waktu itu masih meragukan Jeff Bezos, CEO nya Amazon.com <http://amazon.com/>, dapat membawa Amazon sebagai perusahaan yang menghasilkan laba. Hal ini karena setiap quarter, selalu merugi terus. Seperti yang kita ketahui bersama, akhirnya Jeff Bezos berhasil membawa Amazon menjadi perusahaan yang menghasilkan laba, sampai saat ini. Agak berbeda dengan EBAY. Grafik bisa dilihat di: Ebay, (EBAY) http://finance.yahoo.com/q/bc?t=my&l=on&z=m&q=l&p=&a=&c=&s=ebay Dia cepat pulih karena memang perusahaannya menguntungkan. Para analis mungkin lebih mudah membuat estimasi perhitungannya. Untuk GOOG, dia baru IPO tahun 2004 lalu. Mengenai growth, YHOO, AMZN, dan EBAY tetap masih memiliki growth. Silahkan dicek data2nya. Bahkan growthnya mereka terbilang tinggi. http://finance.yahoo.com/q/ae?s=YHOO http://finance.yahoo.com/q/ae?s=amzn http://finance.yahoo.com/q/ae?s=ebay Bahkan untuk YHOO dan AMZN, harga di pasar saat ini berada pada PEG > 2x. Jadi kesimpulannya soal saham internet tersebut, tergantung dari titik mana kita melihatnya. Saya melihatnya dari titik tahun 1997-an sehingga kesimpulan saya Warren Buffett termasuk investor yang tidak mengalami manisnya keuntungan di saham internet. Mirip dengan saham2 pertambangan di Indonesia. Saat ini sektor pertambangan lagi booming. Harga komoditi khususnya metal belakangan ini lagi menggila. Kita dengar berulang2, metal A membentuk new all time high, metal B memecahkan record harga tertinggi, dst, dst. Sampai kapan ini akan berakhir? Kita tidak tahu pasti, hanya bisa memperkirakan. Saat ini saham ANTM memiliki market cap sekitar 17T, saham TINS sekitar 5T. Mungkin 2 tahun lagi, tahun 2009, ANTM kita mendengar ANTM memiliki market cap 85T, dan TINS memiliki market cap 35T. Lalu, ketika di tahun 2011, ketika booming di dunia komiditi sudah meredup, dan saham2 pertambangan terkoreksi hebat sampai terpangkas 50% market capnya, dimana ANTM dari 85T menjadi 43T, TINS dari 35T tinggal 18T, maka situasinya sama seperti kasus internet di atas. Akan ada orang seperti Pak Eka di tahun 2011 yang mengatakan investasi di saham pertambangan adalah tidak tepat. Karena mereka melihatnya dari titik tahun 2009 ketika saham2 pertambangan mencapai puncaknya. Tetapi sebaliknya, akan ada juga orang seperti saya yang melihatnya dari titik 2007, dimana walau ANTM sudah tergerus market capnya 50% menjadi 43T, dan TINS menjadi hanya 18T, tapi sebenarnya bila dilihat dari tahun 2007, nilainya sudah naik untuk ANTM 2.5x (setara hrg 22500) dan TINS nilainya naik 3,6x (setara hrg 34500). Jadi, semua tergantung dari titik mana kita melihatnya. Mau dilihat ANTM turun dari 45000 ke 22500, atau melihatnya naik dari 9050 ke 22500. Mau dilihat TINS turun dari 69000 ke 34500, atau melihatnya naik dari 9650 ke 34500. Semua tergantung dari individunya masing. Begitulah yang saya maksudkan dengan saham2 internet dari tulisan sebelumnya. Mengenai Q4 TINS. Q4 TINS sangat menarik untuk ditunggu. Dari laporan Q4nya nanti bisa kita lihat berapa COGS nya untuk timah. Perkiraan saya masih dibawah USD8000. Yang paling menarik dari TINS adalah Q1 2007. Kita bisa menjadikan hasil Q1 2007 sebagai patokan yang baik untuk membuat perkiraan kedepannya. jabat erat Irwan Ariston Napitupulu --- In [email protected] <saham%40yahoogroups.com>, EKA SUWANDANA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Seingat saya PER YHOO pernah 140. Expektasi Growth terlalu tinggi. Diantara yg anda sebutkan tinggal GOOG yg masih ada grwoth. > > Berapa sih Laba bersih TINS 2006? Nanti Q4 cost nya cek lagi. >
