---------- Forwarded message ----------
From: Andrew wijaya <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2 Jun 2007 07:36
Subject: Re: [saham] Re: [obrolan-bandar] Global Equity Market and JSX --
Kenapa masih bullish ?
To: [email protected]

*Good analysis*, tetapi anda tidak memperhitungkan China (maaf) tidak lebih
dari Gorilla yang baru masuk Kota, panik punya uang begitu banyak mau
dikemanain, jadi masyarakatnya asal beli tanpa memperhitungkan hal
sepatutnya, mislnya saham sampah yng semestinya dijauhi tapi karena digoreng
lantas direbutin. Kalo saya baca buku tentang Crash tahun 1929 di Wall
Street (karena waktu itu saya dan anda belum lahir). Perilaku orang AS pada
saat itu hampir sama dgn perilaku orang China saat ini. Ketika terjadi Crash
kita yang diluar China pasti akan mengalami gangguan khususnya harga barang
tambang seperti nikel dan tembaga pasti akan anjlok tajam, mungkinkah harga
logam tsb turun tajam, saham INCO dan ANTAM tidak akan amblas? Who's know?
Masih belum teruji korporasi China dan pemerintahnya ketika negara tersebut
diserang badai krisis Ekonomi, syukur mereka dapat bertahan tetapi bila
tidak kita yang di Indonesia akan kena getahnya dgn semakin membludaknya
barang murah dari China.

Perkiraan saya dalam jangka pendek ini (mungkin 1-3 bulan kedepan) bursa
China masih konsolidasi (belum memasuki bearish), tetapi dalam bulan ke-4
bila tidak rebound maka hampir dipastikan bursa China akan bearish (menurut
perkiraan saya bursa China secara longterm akan bearish). Sedangkan di
Indonesia menurut perkiraan saya ada 2, yaitu :
1. Ikut konsolidasi dgn bursa China tetapi secara mid term tetap bullish,
IHSG akan rebound setelah fase konsolidasi bursa China selesai.
2. Tetap bullish meski bursa China konsolidasi dgn perkiraan adanya
pengalihan flow dana fund asing di China ke pasar Indonesia, Malaysia dan
India (tetapi hanya mid term, saya ngak mampu dan ngak berani ngebayangi
secara long term ditengah pasar yang begitu bergairah).
Perkiraan kuat saya adalah item kedua diatas, khususnya di Indonesia karena
belakangan ini keadaan makro ekonomi di negara kita semakin kondusif.

Kenapa saya ngak mampu dan ngak berani ngebayangi pasar secara long term di
tengah pasar yang begitu bergairah karena anda harus tau khususnya beberapa
saham yang sudah meningkat berkali-2 lipat dari harga 3-4 tahun yang lalu,
bila harga yang berlipat-2 tsb dikatakan masih bagus u/long term mungkin
perusahaan nya masih benar tetapi harga sahamnya yang nga benar. Bagi
investor lama sih asik-2 saja bilaterjadi koreksi setengah dari harga saat
ini tetapi bila investor baru yang membeli di harga setinggi itu, mau naik
berapa kali lipat lagi? cari safe saja lirik saham kecil berfundamental
relatif stabil, jelas, dan lebih terbuka (meski P/Enya saat ini relatif
biasa dan pertumbuhannya terbatas). Masih ada beberapa saham kecil di BEJ
yang berharga dibawah 500-an yang pantas dimiliki ketimbang saham sekelas
MITI dan TMPI yang sangat beresiko dan ngak layak dilihat.

Tentang ANTAM, rasanya saat ini antara untung dgn resikonya relatif sama
besar, selama harga komoditi nikel masih dibawah USD 50ribu (3M), harga
ANTAM akan seperti saat ini saja bahkan bisa anjlok lebih dalam lagi (no
good news, harga saat ini adalah harga sepantasnya saat ANTAM belum naik)
investor mana lagi yang mau berinvestasi pada perusahaan yang harga jual
produknya diperkirakan akan anjlok kedepan. Anda boleh berandai barang
tambang akan semakin berkurang, sama halnya kejadiaan sewaktu euforia saham
tambang beberapa bulan lalu yang menceritakan inventory nikel bisa habis
dalam 1/2 hari saja, tetapi kenyataannya hingga saat ini inventory tsb ngak
habis-2 malah bertambah 2x lipat. Ingat tambang baru CVRD akan beroperasi
tidak lama lagi, diperkirakan kapasitas produksinya bisa mempengaruhi stok
hingga 2xlipat dari inventory LME saat ini.

Demikian,

salam,

Kirim email ke