kata mbah 2700 bung ... cmiiw :-) saya selalu nunggu-nunggu analisanya bung DE ... sudah terlanjur jatuh cinta niyh!
On 7/8/07, Dean Earwicker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Indikator Oversold/overbought (stochastic, RSI) hanya efektif pada chart yang sideways. Indeks jelas sedang trend up jadi indikator tsb tidak akurat. Jadi kenapa indeks naik? Sektor riil Indonesia lagi stagnan, jadi pemerintah nggak punya "dagangan" lain untuk cari investor asing selain lewat pasar modal. Artinya pasar modal (indeks) akan dijaga banget paling tidak sideways. Kalau indeks sampai terjadi bearish (selain koreksi yang "sehat"), ini bisa merepotkan pemerintah. Kemarin pemerintah sempat kecolongan waktu terjadi redemption besar-besaran Reksadana, mestinya mereka lebih hati-hati kali ini. Sampai 2009 indeks akan terus naik secara progresif. Koreksi tentunya pasti ada karena bandar juga punya "trading plan". Cuan yang bener-bener cuan adalah ketika saham itu sudah dijual. Makanya bandar lurus (aka. plat merah) sepakat untuk punya "rule of the game" untuk menjaga indeks tetap stabil, namun cuan tetap diraih. Akibatnya riset bisa bertolak belakang, satu bilang jual, satu bilang beli. Kalau semuanya bilang jual bisa ambruk market. Ntar digebuk sama Pak Menko Ekonomi :) Demikian sekilas "agenda" yang saya peroleh dari berbagai sumber. Note: Saya bicara indeks yah, bukan per saham. Akhir tahun 2600? Bisa saja. Jadi kenapa LCW (di)cabut? Meneketehe :P Bosen kali. We're all part of the(ir) game. Regards, DE *Disclaimer, saya bisa salah, market selalu benar.* On 7/8/07, Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
