WISDOM, WEB, WEALTH

Jika kita akan memperoleh apa yang kita pikirkan, mengapa kita harus
memikirkan apa yang tidak kita inginkan?

Tom Payne, Ahli pengembangan karir

*** WISDOM ***

HUKUM KEBERHASILAN

Porf. Roy Sembel ([EMAIL PROTECTED]) Dekan FE Universitas
Multimedia Nusantara Jakarta
(www.unimedia.ac.id)

Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
([EMAIL PROTECTED])

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Pak Adang dan
Pak Dani, sert Pak Fauzi dan Pak Priyanto pasti ingin berhasil dalam
pemilihan gubernur dan wakil gubernur saat pemilihan gubernur. 
Para pendukung kedua belah pihak juga tentunya ingin agar pasangan calon
yang didukungnya berhasil mendapat suara terbaik. Intinya, tak ada yang
ingin rugi. Setiap orang pasti ingin berhasil. Ternyata, keberhasilan
ada hukumnya, yang jika dipatuhi, akan menarik keberhasilan tersebut.
Simak yang berikut ini. 

Hukum Ingin Perbaikan (Law of Desire for Improvement). Tony berhasil
lulus ujian. Tina berhasil lolos menjadi penerima beasiswa belajar
keluar negeri. Andi berhasil Sebuah keberhasilan tercipta karena ada
rasa tantangan untuk maju. Kerhasilan baru terasa ketika terjadi
perubahan ke arah perbaikan. Jadi, orang yang sudah puas diri dengan apa
yang ia miliki, tidak akan pernah mau mencoba untuk berhasil. 
Sebagai ilustrasi, jika Tony sudah puas berada di bangku SD kelas 6
saja, maka ia tidak perlu ikut ujian agar bisa lulus ke jenjang yang
lebih tinggi. Demikian pula dengan Tina. Jika ia sudah puas dengan
kenyataan bahwa orang tuanya tidak bisa lagi menyekolahkannya ke
perguruan tinggi, ia tidak perlu lagi mencoba untuk berkompetisi
mendapatkan beasiswa. Jadi, dimana ada ketidakpuasan, pasti ada peluang
untuk mencetak keberhasilan. Jadi, jika Anda sudah teralalu lama merasa
puas pada satu kondisi atau posisi, berhati-hatilah. 
Kemungkinan besar Anda tidak akan terdorong untuk mencoba meraih
keberhasilan lainnya.

Hukum Keunggulan (Law of Excellence). Orang yang berhasil adalah orang
yang bisa tampil unggul dalam apapun yang dikerjakannya. Coba kita
perhatikan orang-orang yang berhasil di sekitar kita, pasti mereka
masing-masing memiliki keunggulan yang unik. Misalnya, para pemenang
medali emas dalam sebuah pertandingan olah raga, memiliki keunggulan
waktu, kekuatan ataupun keterampilan dibandingkan lawan mereka. Barang
dagangan yang laku dipasar, pasti juga memiliki keunggulan sehingga
dibeli orang. Demikian pula dengan mereka yang berkiprah dibidang
hiburan seperti, Oprah Winfrey, sang ratu talkshow. Ia memiliki
keunggulan untuk mempesona para penonton. Ia menganggap penonton sebagai
sahabat yang perlu diberi harapan, dihibur, dan dibuat nyaman dengan
tayangannya yang memberi energi positif bagi para penonton. Keunggulan
ini tentu saja perlu dipupuk. 
Jika kita belum memiliki keunggulan, pastikan kita bersedia berinvestasi
waktu, pikiran, dan mungkin juga uang untuk mendapatkan keunggulan
tersebut. Keunggulan bisa berupa informasi, pengetahuan, ataupun
keterampilan yang unik dengan kualitas yang prima. 
Keunggulan bisa juga berupa keunggulan dalam waktu, ruang, tempat,
ataupun sarana.

Hukum Harapan (Law of Hope). Satu lagi hukum penting dalam meraih
keberhasilan adalah hukum harapan. Orang yang berhasil adalah mereka
yang selalu memiliki harapan untuk sukses. Selama harapan itu ada,
kemungkinan untuk berhasil terbuka lebar di depan mata. Bukan berarti
seorang yang berhasil tidak pernah gagal. Yang ada hanyalah orang yang
berhenti berharap dan berusaha untuk meraih keberhasilan. 
Seperti juga yang dialami Winston Churchil dan Abraham Lincoln, dua
negarawan dari negara yang berbeda yang akhirnya mampu menduduki puncak
tertinggi pimpinan di negara masing-masing. Keduanya mengalami berbagai
kekalahan dalam pemilihan baik di tingkat daerah, provinsi maupun
negara. Tetapi, mereka menolak untuk berputusasa. 
Mereka terus memupuk harapan untuk sukses, sampai akhirnya kesuksesan
tersebut berhasil mereka cicipi. Jadi, selama masih ada harapan, pasti
ada kemungkinan untuk sukses. Bahkan, sebuah harapan menentukan apakah
seorang manusia masih layak hidup atau tidak. Jika sudah tidak ada
harapan, tidak ada alasan lagi untuk terus berjuang. 
Nah, tetaplah pupuk harapan Anda untuk mendapatkan apapun yang ingin
Anda wujudkan.

Hukum Jaringan (Law of Network). Kita hidup tidak sendirian. Kita
dikelilingi oleh banyak orang: keluarga, tetangga, kerabat, teman
sekolah, teman kantor, murid, guru, atasan, bawahan, pelanggan,
distributor bahkan kenalan yang kita temui di jalan. Jika kita bisa
membuat jaringan yang menghubungkan kita dengan orang-orang sekitar
kita, sehingga mereka bisa bersama-sama `terikat' dalam satu tujuan
untuk membantu kita meraih keberhasilan, maka kemungkinan untuk kita
berhasil menjadi lebih besar dan masa pencapaian keberhasilan juga
menjadi lebih pendek. Mahatma Gandhi tak mungkin membuka mata dunia akan
perlunya melawan ketidakadilan dan kekerasan, dengan kelemahlembutan dan
kebijaksanaan jika ia hanya berjuang sendirian. 
Untuk itulah ia menggalang jaringan pendukung untuk bersama-sama saling
menguatkan dan saling mendorong untuk menyuarakan anti- kekerasan dalam
melawan ketidakadilan dan menyuarakan tuntutan untuk persamaan hak bagi
tiap warga negera. Hal yang sama dilakukan pula oleh Martin Luther King
Jr. dan Ibu Kartini. Mereka yang bergerak dibidang usahapun demikian.
Sam Walton yang sukses mendirikan jaringan pertokoan serba ada `Wal
Mart' akan sulit meraih keberhasilan dengan cepat tanpa dorongan
keluarga, dan bantuan para staf dan karyawan yang direkrutnya. Untuk
itulah, ia selalu berusaha memberdayakan para staf dan karyawan dengan
menjalin komunikasi hangat. Ia mengunjungi mereka pada waktu pengunjung
ramai, memberi contoh bagaimana menyapa dan melayani pengunjung, serta
berdiskusi dan meminta pendapat mereka untuk meningkatkan kesuksesan
`Walmart'. 

Hukum Memberi (Law of Giving). Yang unik adalah hukum yang berikut ini.
Jika kita selama ini berpikir bahwa dengan memberi berarti kita menjadi
lebih `miskin' dari sebelumnya, ternyata tidak demikian yang terjadi.
Justru dengan memberi, kita menjadi lebih kaya? Memang mungkin untuk
jangka pendek sekali, jika kita punya uang Rp. 
100.000, dan kita beri Rp. 10.000 pada orang lain, maka uang kita saat
ini adalah Rp. 90.000. Tetapi, yang kita tidak tahu, bisa saja seminggu
kemudian uang kita menjadi dua bahkan tiga atau sepuluh kali lipat.
Bagaimana bisa demikian? Berikut adalah ilustrasinya: Bu Tarmi, penjual
bakso di depan sebuah sekolah, sering memberikan tambahan satu bakso,
atau tambahan mie pada para pembeli kecilnya (anak-anak SD). Ternyata,
`pemberian' Bu Tarmi membuat para pembeli menjadi setia, bahkan para
pembeli membawa banyak pembeli lainnya untuk menjadi pelanggan Bu Tarmi.
Akhirnya dalam waktu yang relatif singkat, pesaing Bu Tarmi satu persatu
mundur, sampai pada suatu saat Bu Tarmi menjadi satu-satunya penjual
bakso di sekolah itu. 
Setelah para siswa luluspun, mereka masih sering mampir untuk membeli
bakso Bu Tarmi. Bayangkan apa yang terjadi jika Bu Tarmi tidak
mempraktekan `hukum memberi'? Mungkin sudah lama Bu Tarmi pensiun
berjualan Bakso. 

Hukum Fokus (Law of Focus). Satu hukum lagi yang patut diterapkan adalah
Hukum Fokus. Artinya, jika kita menginginkan sesuatu, fokuskan semua
usaha, tenaga, pikiran dan sumber daya kita untuk fokus meraih apa yang
kita inginkan, maka seluruh semesta alam akan mendukung. Semesta alam
yang dimaksud disini adalah dari keluarga, kerabat, teman, masyarakat,
sampai Yang Maha Kuasa, pasti akan mendukung. Hukum ini sudah
dipraktekkan oleh Bp. Yohanes Surya, bahkan ia sudah menuliskannya dalam
sebuah buku yang tidak boleh sampai tidak dibaca yaitu `Mestakung'
(semesta mendukung). Menurut Pak Yohanes, jika kita `sangat'
menginginkan sesuatu, maka gairah kita, pikiran kita, dan kekuatan kita
untuk meraih hal tersebut akan memancarkan energi yang dapat
menggerakkan kita untuk bertindak, dan yang lebih mengherankan,
kefokusan kita pada keinginan yang mendalam itu akan menumbukan energi
yang memiliki kekuatan untuk menarik orang lain untuk mendukung kita.
Pak Yohanes mengambil contoh penerapan hukum fokus ini pada keterlibatan
Indonesia pertama kali di Olimpiade Fisika tingkat Dunia di Amerika. Pak
Yohanes begitu menginginkan putra-putri bangsa untuk ikut unjuk gigi di
pentas dunia olimpiade fisika, sampai akhirnya kefokusannya dalam
pikiran, tenaga dan sumber daya berhasil menarik para mahasiswa Amerika
ketika itu dan beberapa pejabat negera untuk membantu keberangkatan para
siswa-siswi terbaik kita untuk ikut bertanding. Banyak tantangan yang
dilalui, tetapi penerapan hukum fokus ini tidak melihat tantangan sebagi
sebuah akhir, melainkan pandangan akan lebih terfokus ke keberhasilan
yang melampaui semua tantangan. Saat ini kita sudah bisa melihat
hasilnya: Tim Olimpiade Fisika Indonesia sudah berhasil meraih banyak
medali, termasuk medali emas.

Hukum Solusi (Law of Solution). Mereka yang berhasil adalah mereka yang
keberadaannya merupakan solusi bagi masalah yang ada disekitar mereka.
Bill Gates memberikan solusi menggunakan PC yang ringan dan murah,
dengan sistem operasional yang user-friendly serta cepat. 
Pencipta Google memberikan solusi mendapatkan akses informasi yang tak
terbatas. Anita Roddick menawarkan solusi kosmetik yang ramah lingkungan
dan hewan (tidak memanfaatkan hasil percobaan pada hewan). Michael
Capellas, mantan CEO Compaq dan Compaq HP, serta WorldCom, selalu
membawa solusi bagi perusahaan yang dipimpinnya. Ia berhasil mengubah
perusahaan tersebut dari posisi merugi atau hampir bankrut sampai ke
posisi menguntungkan bahkan meraih posisi yang terhormat di kancah
persaingan di industri terkait. Jadi, pastikan bahwa kita adalah bagian
dari solusi bukannya bagian dari masalah. 
Jika ada masalah, jangan lari. Setiap masalah pasti ada solusinya. 
Masalah merupakan tantangan yang jika dikelola dengan cerdas dan bijak
bisa memberikan peluang bagi kita untuk menemukan solusi. 
Untuk menemukan solusi, kita bisa belajar dari masalah orang lain, dan
meramunya dengan pengetahuan, pengalaman serta keterampilan kita untuk
mendapatkan solusi dengan kualitas yang lebih baik dan hasil yang lebih
cemerlang.

Apa yang menjadi mimpi Anda selama ini? Apa yang ingin Anda `gol'kan
agar berhasil? Pastikan Anda menerapkan ketujuh hukum keberhasilan yang
baru saja dibahas. Yang pasti, siapapun yang menang menjadi Gubernur dan
Calon Gubernur DKI, pastilah yang paling banyak mendapat dukungan,
paling banyak menawarkan solusi, paling banyak memberi, dan paling
banyak dianggap memiliki keunggulan, serta memiliki harapan. Selamat
memilih, selamat menerapkan hukum keberhasilan. 
sukses untuk kita semua. Salam WISDOM.

*** WEB ***



       
---------------------------------
Tonight's top picks. What will you watch tonight? Preview the hottest shows on 
Yahoo! TV.    
       
---------------------------------
 Check out  the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.

Kirim email ke