backtest dgn data 2008 s/d 2012 memperlihatkan probabilitas indicator td masih yg terunggul. s/d saat ini saya belum menemukan indicator lain yg probabilitas-nya lebih unggul dari indicator td, kalau ada tolong saya diberitahu link-nya.
saya tidak paham dgn Demark -80%, kalau boleh tahu apa yg dimaksud ? ________________________________ From: M. Alfatih <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Saturday, February 16, 2013 6:52 PM Subject: [saham] Fw: Demark -80% ----- Forwarded Message ----- From: Muhamad Alfatih <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Sunday, February 17, 2013 8:57 AM Subject: Re: Demark -80% Diskusi ini jadi bahan kultwit saya di @alfatih_cfte Malah, jadi menginspirasi saya bahwa gejala kesalahan ini bukan hal baru di TA. Bukankah kita tahu bhw support bisa berubah jadi resistance, dan sebaliknya. Ada juga soal false break. Jadi, kalau kembali ke Demark, dan manfaatkan prinsip2 TA ini, kita malah bisa buat yg tadinya Demark -80%, bisa balik jadi Demark +80% Salam, Powered by Mobile Office® ________________________________ From: "M. Alfatih, CFTe" <[email protected]> Date: Sun, 17 Feb 2013 00:07:29 +0000 To: ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: Demark -80% Thanks. Ini akan menjadi pelajaran juga buat saya. Saya berusaha selalu menyampaikan bhw TA adalah probabilitas, bukan kepastian. Tapi saya juga belajar, bhw ketika suatu kesimpulan TA sdh sangat meyakinkan namun kemudian malah balik arah, maka itu justru jadi indikasi kuat buat arah balik ini. Salah satu contoh yg fenomenal (buat saya, krn sempat saya posting gejala ini di milis-aati) adalah di Jun2012, ketika Dow Industrial break support disekitar 2000. Hampir semua news bilang bearish confirmed. Tapi malah besoknya naik tajam dan balik naik keatas support yg kemarinnya di break. Ini yg disebut false break, dan biasanya malah akan bullish (dlm contoh ini), malah akan tembus resist sebelumnya disekitar 12700-an. Dan, syukurlah, pasar bergerak sesuai Saya pernah baca ungkapan yg kira2, 'jangan abaikan suatu indikasi yg kuat, tapi juga jangan abaikan setiap kegagalan indikasi itu'. Salam, Powered by my mobile warnet® ________________________________ From: katrin <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 16 Feb 2013 20:47:31 +0700 To: Subject: Re: Demark -80% nah nemu satu lagi, demark bilang appl sudah bottomed di 485 January 16 2013, yang kejadian low nya 440 lebih dari 10% down dan belum bisa balik ke level bottom yang disebut sampai hari ini :D Malah sempat dia bilang soal akan gap up di saat appl malah turun lagi :D Duh lama-2 nanti saya dibilang gak percaya sama trader-2 dan ahli-2 TA terkenal itu...:D Tapi memang sebenarnya sih gak pernah 100% percaya :D 2013/2/16 katrin <[email protected]> oh iya, yang terakhir demark called sell kan tanggal 10 January sesudah sampai 1492 kalau gak salah, trus akan turun sekitar 5 % :D > > >Sekarang udah berapa deh tuh SnP... :D > > >Moral of the story yah never ever believe a system would work at 100% >correctness, even 60% is not yet there to be believed. > > >Oh iya, kalau gak salah di salah satu milis pernah ada diskusi tentang 100% >possibility :D > > >Saya suka jawaban salah satu member di situ yang juga member di ctrader, >Prediksi dan antisipasi..... > > > > > > > >2013/2/16 katrin <[email protected]> > >ini bicara tentang position sizing ya pak. >> >> >>Maksud saya adalah andaikan kita secara membuta mengikuti tdm dengan >>memasukkan seluruh portfolio ke satu saham tertentu yang di sebut sebagai buy >>oleh tom demark di february 2011, maka porto kita akan susut hampir 80%. >> >> >>Rule yang diabaikan ? wah gak tau juga, mungkin dia counting 13 nya kelewatan >>jadi 23 :) >> >> >> >> >> >>2013/2/16 M. Alfatih, CFTe <[email protected]> >> >> >> >>>� >>>Ada banyak Demark, yg mana nih? Dan make Demark scr konsisten seperti apa? >>>Takutnya ada rule yg diabaikan? >>>Boleh di-share? >>> >>>Salam, >>> >>> >>>Powered by my mobile warnet� >>>________________________________ >>> >>>From: "katrin" <[email protected]> >>>Sender: >>>Date: Sat, 16 Feb 2013 11:10:21 +0000 >>>To: >>>Subject: Re: JSXHUNTER: Redline exit strategy >>> >>>� >>>Hehehe he kalau mereka memang punya pasti udah jadi kaya raya dan bisa >>>weathering downside :d >>> >>>Rasanya sih mereka meng asumsi dan malah mempromosikan mereka punya >>>model/filter nya sampai akhir nya terbukti beaten by the market baru Habis >>>itu diam deh atau keluarin release system baru. Toh seperti bill Williams >>>sudah sampai berapa buku tuh :d >>> >>>Jadi inget the famous tom demark yg kalau diikutin tertib akan hilang porto >>>kita 80% :d >>> >>> >>>sent with love� >>>________________________________ >>> >>>From: Edgar S <[email protected]> >>>Sender: >>>Date: Sat, 16 Feb 2013 18:04:45 +0700 >>>To: >>>Subject: Re: JSXHUNTER: Redline exit strategy >>> >>>� >>>Still in my dream:d� >>>Setuju human factor gak mungkin bisa ilang 100%. >>> >>> >>>Kalo liat perkembangan quant diluar, ya mereka memposisikan diri sebagai >>>Market Modeler, means primary job desc ya mencari filter atas data apapun yg >>>bisa beat the market.� >>>Say they have the model, dan ai sih yakin banyak yg punya. 1000 % gak >>>bakalan mereka share ke publik. >>> >>> >>> >>>On Feb 16, 2013, at 5:24 PM, katrin <[email protected]> wrote: >>> >>> >>>� >>>>Nah ini akhir nya yang saya bingung. >>>> >>>> >>>>Dari tahun dulu banyak yang ngotot mau bikin automated trading system yang >>>>bisa direct output ke algo trading yang katanya all seasons proof. >>>> >>>> >>>>Sampai sekarang kayaknya belum ada yang bisa deh. >>>> >>>> >>>>Highest�decisions�tetap harus melibatkan human untuk menentukan filter mana >>>>yang akan dipakai untuk per period tersebut. Sampai akhirnya saya gak jadi >>>>belajar backtesting karena teman saya waktu itu gak bisa jawab bagaimana >>>>suatu system akan menentukan filter mana yang akan dipakai :d >>>> >>>> >>>>Kalau gak salah, maksimal tertinggi 1 filter yang digunakan multiple season >>>>hasilnya gak akan pernah lebih dari 10 % overall yang berarti habis lah >>>>modal kita untuk biaya-2 yang diperlukan. >>>> >>>> >>>> >>>> >>>>
TD20082012.pdf
Description: Adobe PDF document
