*AMBISI Nathaniel Rothschild untuk menguasai Bumi Plc dan seisinya seperti tak mengenal lelah. Setelah diduga sebagai orang di balik jatuhnya harga saham Bumi Plc, mencuri data perusahaan Bakrie & Brothers, serta menyadap akun email milik Chairman Bumi Plc Samin Tan, kini pengusaha keturunan Yahudi itu meminta agar manajemen Bumi Plc memecat 12 dari 14 direktur perusahaan tersebut, termasuk CEO Bumi Plc yang baru Nick von Schirnding dan Samin Tan.*
Permintaan Nat—demikian Nathaniel Rothschild dipanggil—akan ditentukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bumi Plc pada 21 Februari 2013 di London, Inggris. Bagaimana peta kekuatan para pemegang saham di Bumi Plc dalam RUPS nanti? Seberapa besar peluang Nat melawan Grup Bakrie dan Samin Tan? Fahmi Alamsyah dan Iwan Purwantono dari *InilahREVIEW* mewawancarai Amir Sambodo, Independent Non Executive Directors Bumi Plc, Rabu pekan lalu. Petikannya: *Pada 21 Februari nanti, pemilik saham Bumi Plc berkumpul di London, Inggris. Kira-kira apa yang dibahas?* Ya, benar, hari itu akan digelar *stakeholder meeting* Bumi Plc. Seluruh pemegang saham Bumi Plc berkumpul untuk menggelar RUPS atas permintaan Nat (Nathaniel Rothschild), pemilik 13% saham Bumi Plc (*sebelumnya Nat memiliki 11% saham*). *Apa agendanya? Kabarnya, Nat mendorong perombakan direksi?* Kira-kira, begitu. Dia (Nathaniel Rotschild) ingin agar 12 dari 14 anggota BoD (Board of Directors) Bumi Plc diganti. Hanya dua yang ingin dia pertahankan, yakni Steven Shapiro dan Sir Graham Hearne. *Kalau mau dirombak total, siapa yang mau dipasang Nat di BoD?* Yang saya tahu, Nat menyiapkan Pak Hashim (Hashim Djojohadikusumo). Demikian pula mantan Dubes Inggris untuk Indonesia, Richard Gozney. *Selama menjalankan tugas, BoD sering berseberangan dengan Nat?* Kalau menurut dia, kami, direksi yang 12 orang dianggap terlalu lembek terhadap kelompok Bakrie dan Rosan (Rosan P Roslani, pemilik saham PT Berau Coal Energy Tbk). Lembeknya ini dikaitkan dengan munculnya dugaan penyimpangan keuangan, beberapa waktu lalu. Kami dinilai tidak menggubris keinginan Nat agar dugaan tersebut ditindaklanjuti. *Kira-kira, bagaimana persisnya cerita itu?* Anggapan Nat, tentu tidak benar. Karena BoD langsung bekerja, menindaklanjutinya. Namun memang ada masalah. Karena sumber data atau informasinya dari *hacking* komputer. Dalam hukum Indonesia, munculnya dugaan penyelewengan atau penyimpangan harus didukung data dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau info atau datanya dari hasil*hack* komputer atau akun imel orang, agak sulit juga untuk menindaklanjutinya. Ada yang aneh juga. Pihak yang pertama kali mendapatkan data atau informasi itu adalah Nat. Kemudian diserahkan kepada salah satu BoD, yakni Sir Julian Horn-Smith. Selanjutnya, Nat meminta agar BoD melakukan investigasi. *Apa hasil investigasi? Rekomendasi BoD terkait masalah tersebut? * Memang belum ada rekomendasi karena belum sampai ke situ. Sebenarnya ada masalah yang cukup krusial mengenai perbedaan sistem hukum kita. Hukum Indonesia sangat berbeda dengan hukum di Inggris. Di Indonesia, *whistle blower*-nya harus jelas. Kalau informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan, misalnya info dari *hacking* komputer, tidak perlu ditindaklanjuti. Sementara hukum Inggris, tidak begitu. Data atau informasi dari manapun, bisa dijadikan landasan untuk melakukan suatu penyelidikan atau investigasi. Semuanya bisa masuk. Kami banyak menemui kendala dalam melakukan investigasi. Karena sumber datanya, tidak kuat. Sehingga, belum bisa mendapatkan suatu kesimpulan, apalagi rekomendasi. *Menurut Anda, dugaan penyimpangan keuangan di Bumi Resources harus menggunakan hukum mana?* Karena dugaan penyimpangan itu, terjadi di Indonesia, sehingga landasan hukumnya tentu menggunakan hukum Indonesia. Dalam investigasi, BoD menemui banyak kendala. Selain itu, info-infonya terasa kurang akurat. Misalnya, Bumi Resources yang menjadi pihak tertuduh, ternyata bersih. Terbukti tidak ada penyimpangan atau penggelapan. *Kesan kuat yang tertangkap, Nat sangat bernafsu menguasai Bumi Plc. Komentar Anda?* Ya memang begitu. Di balik seluruh peristiwa yang melingkari Bumi Plc, Nat punya ambisi besar. Dia ingin menguasai Bumi Plc, termasuk manajemennya. Untuk BoD, Nat kabarnya sudah menyiapkan 9 orangnya. *Lalu bagaimana kekuatan Grup Bakrie dalam RUPSLB nanti? * Bakrie, Borneo dan Rosan memang punya saham 47% di Bumi Plc. Namun dalam voting nanti (RUPS) hanya punya hak suara (*voting rights*) 29,9%. Karena ada aturan *concerted party* (pemilik kesatuan). Selebihnya menjadi milik Nat dan publik. Aturan ini berlaku di bursa Inggris. Inilah yang membuat Samin Tan kecewa berat. Selain itu, ada aturan lain yang cukup menganggu. Di bursa London, pemilik saham di atas 5% berhak untuk mengajukan RUPS atau RUPSLB. Klausul ini yang dimanfaatkan Nat untuk menggelar RUPS, 21 Februari nanti. Dari sisi etika bisnis, saham Nat di Bumi Plc kan hanya 13%, jauh dibanding Bakrie, Borneo atau Berau. Etikanya, Nat akur dong dengan pemegang saham di atasnya. Masalah ini, sudah kami sampaikan ke OJK. Mereka terkejut juga dengan aturan bursa London. *Seberapa kuat pengaruh Nat pada RUPSLB Bumi Plc nanti?* Cukup kuat. Dia tentu akan melakukan pendekatan atau lobi dengan pemilik saham lainnya untuk menggalang kekuatan agar bisa menang dalam voting. Sementara Bakrie dan kawan-kawan hanya 29,9%. *Lalu apa langkah BoD dalam RUPSLB nanti?* Kami akan menyampaikan beberapa hal penting, termasuk apa yang sudah saya sampaikan tadi. BoD juga akan menyampaikan soal proposal Bakrie. Untung-ruginya untuk Bumi Plc, kita sampaikan semuanya. *Kira-kira kalau Nat menang, apa dampaknya?* Banyak sekali negatifnya. Pertikaian di Bumi Plc akan semakin panjang. Kalau Nat menang, BoD tentu dirombak total. Artinya, proposal Bakrie batal. Karena porposal itu sudah disetujui BoD lama. Padahal, proposal itu merupakan solusi. *Apa solusi yang ditawarkan Bakrie?* Dalam proposalnya, ada tiga poin penting, yakni Bakrie siap keluar dari Bumi Plc, *swap share* (tukar saham), serta tambahan *cash* US$ 280 juta untuk saham Bumi Plc. Penting juga, Bakrie siap buka *escrow account* US$ 50 juta. Nah, kalau BoD diganti, otomatis proposal itu batal. Berarti akan terjadi masalah baru. Akan muncul kekacauan yang makin rumit. Perang antara Bakrie dengan Nat, bakal lebih dalam. *Artinya BoD lama harus bertahan?* Tentu saja. BoD yang sekarang harusnya dipertahankan saja. Soal kinerjanya, tidak perlu diragukan. Pergerakan saham Bumi Plc, tren-nya naik. Pandangan dari kalangan analis bursa tentang kinerja BoD, cukup positif. Sangat riskan kalau dipaksakan perombakan BoD. *Kemungkinan BoD lama bertahan?* Saya optimistis, komposisi *board *masih bertahan. Posisi *board* sangatlah vital. Kalau diganti atau dirombak total, hancurlah semua. Ingat, dua orang yang akan dipertahankan Nat itu, tidak bersedia. Kalau Nat menang dalam voting tanggal 21 Februari nanti, Steven Shapiro dan Sir Graham Hearne berniat keluar. Artinya, manajemen lama tidak akan ada yang bertahan. Ini kan masalah. Tentunya, pemegang saham berpandangan soal geografis bahwa tambang Bumi Plc letaknya di Indonesia. Karena itu, harus ada orang Indonesia yang mampu mengawasi, operasi serta hal-hal lain. Termasuk peran keluarga Bakrie dan Rosan. Karena merekalah yang sejak awal mengembangkan tambang tersebut. Kalau mau dibuang dari manajemen, kontrolnya bagaimana? Yang perlu diperbaiki mungkin soal *good corporate governance* (GCG), dengan melibatkan kalangan independen untuk pengawasan. *Kalau Nat akhirnya menang, apa dampaknya kepada kepentingan nasional? * Tentu mengusik soal nasionalisme. Bagaimana mungkin, tambangnya di Indonesia, kantor pusatnya di London. Kekayaan alam kita dibawa lari ke luar negeri. Kekayaan alam Indonesia hanya bisa dinikmati orang-orang asing. Ada merah putih yang harus diperjuangkan dalam RUPS nanti.
