Caranya adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu secara mendalam.

Katakanlah setelah riset yg cukup, kita mendapatkan 10 saham yang
menurut versi kita potensinya bagus di masa mendatang. 

Lalu kita melakukan riset kembali membanding2kan dari ke 10 saham
tersebut untuk cari 5 terbaik.

Setelah mendapat 5 terbaik, kita riset lagi untuk disaring menjadi
satu yang terbaik. Kalau tidak mau langsung satu, boleh disaring jadi
dua. Boleh disaring jadi tinggal dua saja. Biar seperti ada malam
Grand Final nya....:)

Setelah tinggal dua yang tersisa, kita saring lagi sampai dapat
sarinya mana yang terbaik. Berdoa supaya yang kita pilih yang memang
paling potensi kasih cuan baru dari segi persentase maupun kecepatan
kasih cuan. Jangan takut salah pilih, karena toh sisa dua tersebut
memang sudah yang terbaik dari yang sudah kisa saring. Ibaratnya
Indonesian Idol, tinggal Iksan dan Dirly, siapapun yang juara, dua2nya
tetap akan menghasilkan uang baik dari kontrak nyanyi atau pun main
sinetron...:)

Nah, begitulah kira2 maksudnya.

Kenapa harus satu? 
Ya, sebenarnya tidak harus satu juga sih. Tapi kalau duit masih
sedikit, ngapain juga bikin portfolio banyak2. Mendingan kita kerja
ekstra untuk riset lebih dalam agar bisa lebih fokus dan dapat yang
terbaik. Itu sebabnya saya umpamakan dengan naik bus. 

Kalau duit kita sudah banyak sekali, sampai di bank pun sudah ngga
muat, akan jadi repot juga taruh di satu saham. Karena jangan-jangan
nanti kalau kita taruh di satu saham, kita bisa jadi pemegang
mayoritas dan pemilik saham tersebut. Khan jadi repot, kalau niatan
kita hanya untuk investasi, tiba2 diangkat jadi direktur utama
perusahaan tersebut dan harus mengurusi banyak orang. Padahal niatan
kita cuma mau investasi saja. 

Coba bayangkan saja, kalau kita cuma lulusan dari akademi seni lukis,
karena kita kebetulan dapat lotere di LN, terus karena ingat pesan
saya untuk taruh di satu keranjang, kemudian memborong TINS sampai
tidak sadar jadi mayoritas. Khan jadinya repot kalau kita yang gemar
melukis tiba-tiba disuruh mimpin jadi direktur utama TINS, mengurusi
tambang2 timahnya dan tambang2 lainnya....:)

Karenanya saya gambarkan dengan kalau kita punya mobil sendiri alias
uang kita sudah terasa cukup banyak dan menjadi repot kalau ditaruh di
satu saham karena jumlahnya bisa melewati batas yg bisa ditolerir
bandarnya, maka bolehlah kita pisahkan dana kita ke beberapa saham.

Moga2 ilustrasi saya yang terdahulu sekarang menjadi lebih jelas
arahnya seperti apa ya. Kalau masih belum jelas juga, mungkin bisa
minta tolong tetangga supaya bisa dibantu mengartikan tulisan saya....:)

nb:
saya banyak becanda, jadi tolong dimaklumi saja ya. hidup hanya
sekali, jangan terlalu dibawa serius...:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



--- In [email protected], "abdulrahim abdulrahim"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau kita beli 1 jenis saham aja, bagaimana cara menyusunnya dengan
> baik dan bagaimana cara memberi penyanggah seperti yang anda
> analogikan pada telur di bawah tersebut?
> 
>



Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke