Saya pikir kita juga bisa seperti rekan-rekan kita di Amerika Selatan tersebut 
asal kita bisa membebaskan pikiran kita dari pemasungan pola pikir yang kita 
lakukan sendiri. 
Insya ALLAH kita bisa berhasil.
 
Sincerely,
 
 
Abdul Azis Lihawa



----- Original Message ----
From: Andrew wijaya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, November 10, 2007 5:16:31 PM
Subject: [saham] USA era will over

USA ERA WILL OVER... Don't look USA, back to your company. 
 
Beberapa waktu yg lalu saya terperanjat oleh kegilaan yg terjadi di pasar 
keuangan USA, saya saat ini sedang iseng melihat perkembangan ekonomi di negara 
Amerika Latin yg sangat dekat dgn USA. Alhasil saat di Wallstreet 
berdara-darah, para pialang di Beunos Aires dan Sao Paulo di Brazil malah 
berpesta porah, Dulu kedua negara di awal millenium ini menjadi korban rejim 
imperialis dan kapitalis USA, saat ini mereka praktis masa bodoh dgn USA, 
mereka bergerak sendiri seiring membaiknya ekonomi negara mereka. Padahal jarak 
waktu New York dgn Beunos Aires dan Sao Paulo tidak berbeda jauh, hanya 2 jam 
lebih cepat di Beunos Aires dan 3 jam di Sao Paulo. Mekerea terus nanjak, masa 
bodoh dgn New York 
 
Sesungguhnya ketergantungan dan geografis mereka dgn USA jauh lebih besar 
ketimbang di Inonesia, oleh karena itu kegilaan di Wallstreet tidaklah menjadi 
kegilaan para pialang di Jakarta, biarkan Wallstreet bergerak dgn Do-nya, sdgn 
IHSG bergerak menuju langit ketujuh sesuai kata "Go Kong, Sang Kerah Sakti" 
tempat para dewa berada. 
 
Dah...
 

Kirim email ke