Judi itu sifat, bukan sebuah tindakan atau kelakuan. Bermain saham itu bisa 
judi, bisa juga tidak. Bukan saja main saham, berusaha di bidang real business 
seperti buka toko, mendirikan pabrik atau buka restauran (yang mungkin dinilai 
kebanyakan orang adalah usaha yang bukan judi) sebenarnya juga bisa bersifat 
judi.

Contoh: Kalau seseorang melihat tetangganya buka warung bakmi dan laku keras 
sehingga kaya, lalu dia langsung mendirikan warung bakmi juga dengan tanpa dia 
menguasai ilmu perbakmian dan pengetahuan atas target marketnya, apakah dia 
(yang hanya terangsang oleh kesuksesan orang lain namun dirinya tidak menguasai 
bidang itu) bukan berjudi?

Pasar modal jelas merupakan sebuah bisnis, yang harus dikelola dengan menguasai 
bidang tersebut, seperti mengelola bidang usaha lainnya. Kalau seseorang terjun 
ke pasar modal hanya karena melihat si anu untung besar dalam waktu yang 
relatif singkat, jelas dia berjudi, atau melakukan kegiatan dengan mental 
berjudi. Investasi memang tidak harus berjangka panjang sampai puluhan tahun, 
namun juga tidak bisa sesingkat hanya dalam beberapa jam, investasi butuh ilmu, 
pengetahuan, dan keberanian yang terukur serta terarah, namun bukan spekulasi.

Sebuah contoh lagi yang ekstrim: Pengusaha kasino atau para bandar togel apakah 
berjudi? Ternyata tidak, mereka adalah pengusaha yang tidak berspekulasi 
apalagi berjudi, mereka berbisnis, sedangkan yang berjudi adalah mereka yang 
memasang togel atau pemain rolet.

Main saham bukan zero sum game, seperti hari ini, ketika pasar dibukan dengan 
open gap, semua orang yang telah membeli saham kemarin (19/11/07) mengalami 
kerugian bersama, tidak ada yang untung. Kalau zero sum game, harus ada seorang 
yang untung kalau ada seorang yang rugi karena posisi selalu berlawanan (ada 
satu yang beli lawan satu yang jual secara langsung). Kalau di pasar modal 
(saham) bisa terjadi untung bersama atau rugi bersama (dalam suatu pasar). 
Kalau pasar rebound, tidak berarti seseorang yang beli pagi dan mendapat 
keuntungan di sore hari pasti mendapat barang dari orang yang rugi (cut loss), 
bukan mustahil barang tersebut tetap mengandung keuntungan bagi penjual karena 
dia beli di harga yang jauh di bawah. Permainan index baik Nikkei, Hang Seng 
atau LQ45 itu zero sum game, satu lawan satu.

Salam,

Tommy Jayamudita

Kirim email ke