Trading saham bukan judi, karena: Judi tidak bisa buy and hold. :)

Regards,
DE


On Nov 21, 2007 4:07 PM, TerryAstradika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Bandingkan hal-hal berikut ini:
>
> > 1. Yang dipertaruhkan di poker dan saham, sama-sama uang dan bukan
> > suami/istri kita...hehehe.
>
> bertanam kentang juga petani membutuhkan uang, mereka mempertaruhkan
> uang mereka dengan harapan akan panen yang berlimpah.
>
> > 2. Di Poker tidak ada yang namanya bandar, di BEJ malah kita tahu
> > bandar itu ada.
>
> saat jualan kentang, udah ada juga bandar yang beli, kadang dia
> juga yang mengatur turun-naiknya harga kentang saat panen besar.
>
> > 3. Di Poker ada yang namanya analisa fundamental yaitu harus bisa
> > menghitung kartu dan menghitung peluang atau probabilita kemenangan
> > dari kartu yang dipegang. Di saham juga ada yang namanya analisa
> > fundamental.
>
> saat bertanam kentang pun ada analisa lahan, kondisi tanah, pupuk
> yang digunakan, berapa skala berapa pupuk harus diberikan, pupuk
> jenis apa saja yang bisa digunakan tergantung lahan yang digunakan,
> semuanya agar panen dapat memberikan hasil ssi harapan.
>
> > 4. Di Poker ada yang namanya analisa yang memperhatikan kebiasan
> > lawan sewaktu nge bid apakah itu benaran atau hanya gertakan saja, di
> > saham ada yang namanya analisa bandarmologi yang memperhatikan
> > gerakan-gerakan bandar, apakah kenaikan yang dibuat itu real atau
> > hanya untuk buang-buang barang.
>
> saat panen pun kita bisa simpan dulu kentang yang ada menunggu harga
> ssi harga yang diharapkan, digudangkan dulu dengan kondisi gudang
> yang kondusif shg kentang dapat bertahan lama dan awet.
>
> > 5. Di Poker ada yang namanya analisa membaca gerakan dan kebiasaan
> > lawan sewaktu bermain. Di saham ada yang namanya analisa grafik yang
> > bisa membantu mengetahui psikologis pasar.
>
> saat bertanam kentang pun ada analisa kapan kita harus menanam,
> di bulan apa terbaik utk menanam, statistik dari hasil historis data
> curah hujan BMG dimanfaatkan utk melihat pola curah hujan dan musim.
>
> > 6. Di Poker sangat dibutuhkan money management. Di saham sebenarnya
> > money management sangat dibutuhkan juga walau suka diabaikan oleh
> > kebanyakan pemain.
>
> saat memulai menanam pun ada perencanaan menanam bibit, pemberantasan
> gulma, penyebaran bibit, pemupukan, semua di konsep ssi waktu dan biaya
> yang akan digunakan/dikeluarkan berdsrkan rencana tanam tsb.
> sekaligus pula antisipasi apabila ada hama tikus / lainnya, berapa uang
> yang dicadangkan utk hal2 yang tidak diharapkan.
>
> > 7. Di Poker tidak ada bermain margin, harus full margin, sehingga
> > kerugian maksimum hanya sebatas dana yang dimiliki. Di saham bisa
> > bermain dengan margin sehingga risk nya bisa lebih besar dari
> > kemampuan yang dimiliki orang tersebut.
>
> saat bertanam pun kadang diberikan pula Kredit Usaha Kecil dan Menengah
> agar petani bisa ngutang dulu dan dibayar setelah panen nanti.
>
> > 8. Di Poker dan Saham, sama-sama bisa memberikan keuntungan sama-sama
> > bisa memberikan kerugian.
>
> saat panen kentang pun kadang berlimpah (untung), kadang gagal panen
> (rugi)
>
> > 9. Di Poker dan Saham, sama-sama bisa membuat orang kecanduan, dan
> > bisa juga tidak membuat kecanduan. Tergantung orangnya.
>
> saat bertanam kentang pun kalu untungnya berlimpah (panen besar), toh
> bikin kecanduan petani-nya buat nanem di musim berikutnya.
>
> > 10. Di Poker bisa dijadkan mata pencaharian, di saham juga bisa
> > dijadikan mata pencaharian.
>
> bertanam kentang sudah sejak dulu dijadikan mata pencarian leluhur kita
> dan sudah turun temurun
>
> > 11. Di Poker bisa hanya dijadikan sarana hiburan saja, di saham bisa
> > juga dijadikan sarana hiburan saja.
>
> bertanam kentang pun bisa dijadikan sarana hiburan oleh anak-anak SD
> saat berdarma wisata di kebun kentang (wisata tanam kentang),
> dan kadang anak-anak pramuka pun punya kurikulum utk bertanam/
> berkebun kentang
>
> > 12. Di Poker kalau ada pihak yang menang maka akan ada pihak yang
> > kalah. Di saham juga demikian kalau ada yang profit akan ada yang
> > merugi pada akhirnya.
>
> saat panen pun ada yang rugi dan ada yang untung, pada saat petani
> harus membayar kredit yang diberikan padanya saat panen, toh dia
> harus menjual kentang pada bandar di harga berapapun saat itu,
> dan itu bisa di harga yang menguntungkan atau pun merugikan.
>
> berbeda dengan petani yang bisa menyimpan dulu hasil panennya, shg
> bisa menunggu harga yang pas utk dijual pada bandar.
>
> > Nah, apakah setelah melihat poin-poin tersebut lalu kita bisa
> > mengatakan bahwa bermain Poker juga bisa tidak judi kalau cara
> > bermainnya dengan memakai perhitungan2 cermat, melakukan money
> > management dengan baik, dan orangnya bisa mengontrol diri dengan baik?
>
> nah apakah dari uraian di atas bisa dikatakan bahwa petani kentang
> sama dengan pemain poker, toh mereka sama-sama memakai perhitungan2
> cermat, melakukan money management dengan baik, dan orangnya bisa
> mengelola lahannya dengan baik?
>
> > Mungkin ada beberapa rekan yang bertanya-tanya, kenapa sih soal saham
> > itu judi atau tidak pakai dibahas segala?
>
> > Hal ini sebenarnya sangat penting sekali. Karena, kalau memang itu
> > judi, atau bisa dibuat jadi tempat perjudian, atau mengandung unsur
> > perjudian, mengapa main saham dibolehkan oleh pemerintah?
> > Kalau memang trading saham itu judi, kenapa masih dibolehkan oleh
> > Bapepam?
>
> kalau memang bercocok tanam kentang beranalogi sama dengan main poker
> atau main judi (seperti uraian di atas tadi), kenapa bercocok tanam
> kentang yang sudah menjadi turun-temurun dan sbg mata pencarian
> oleh leluhur dan generasi kita masih diperbolehkan oleh pemda
> utk melakukan kegiatan judi tanam kentang ini?
>
> > Penjelasan lengkap tentang bagaimana mana saya menunjukkan bahwa
> > investasi/main saham itu adalah judi, masih akan saya paparkan di
> > posting tersendiri.
>
> kalau saya melihatnya bahwa tergantung person yang melakukannya dan
> silahkan berkaca pada diri kita sendiri (hati nurani kita sendiri)
> apakah hal yang saya lakukan adalah baik dan utk kebaikan sesama
> atau memang sengaja utk mencurangi/menipu/berbuat merugikan orang
> lain.
>
> semuanya adalah instrumen, dan semua nya pasti ada unsur spekulatifnya
> dan semua instrumen bisa dijadikan sebagai alat perjudian, tergantung
> niat dari masing2 pemainnya.
>
> toh ujung2nya instrumen itu layak diresmikan / tidak, adalah oleh
> pemerintah yang punya hak utk menentukan.
>
> Bung IAN tentu pernah mendengar DOLLY sebagai tempat resmi para WTS
> utk bertransaksi dengan para customernya. Apakah perbuatan di dalam
> kompleks tersebut diperbolehkan oleh agama?
> toh pemda membolehkan kompleks itu ada, dengan alasan ini-itu.
>
> salut buat Bung IAN.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> * Ciao! Salam cuan selalu..*
> *Terry Astradika *
>
>
>

Kirim email ke