HIGH RISK HIGH GAIN!!!
Harusnya frase di atas yang pertama kali diucapkan oleh marketing Bapak
sewaktu awal kali menawarkan instrument Index Futures.
Saya turut prihatin atas kehilangan Pak Wibowo dan teman2 yang berpengalaman
sama. Tapi patut diakui Pengalaman adalah guru yang paling baik sekalipun
menyakitkan, sekaligus saya angkat topi ke Bapak sebab Bapak tidak jera dan
berpandangan negatif kepada pasar modal dan menjeneralisir seluruh pelaku pasar
modal adalah jahat.
Saya pernah ada di posisi Pak Wibowo sebelum saya terjun sebagai pelaku pasar
modal aktif di saham. Saya Trading index futures rugi juga tapi tidak merasa
tertipu karena saya pahami benar jenis investasinya dan sadar betul kapan saya
harus berhenti. Waktu itu saya batasi kerugian saya adalah 30% dari pokok
modal. Kalau saya asumsikan Bapak juga membatasinya, Bapak masih ada tersedia
dana 220jt (mudah-mudahan).
Pendapat teman2 benar main saham sama beresikonya dengan index
futures,walaupun jauh lebih kecil. Resikonya akan jadi sama besar apabila saham
dimainkan dengan menggunakan fasilitas laverage/margin (=penyelesaian transaksi
efek oleh perusahaan efek) atau dengan kata lain fasilitas financing (yaitu
pembelanjaan saham dengan berhutang) yang diberikan oleh perusahaan efek yang
bersangkutan. Disamping investor akan menanggung kerugian semu, belum
direalisasi (floating loss), yang lebih besar dari fluktuasi harga saham
bersangkutan , Ia pula akan menanggung beberapa kewajiban seperti bunga
financing (yaitu bervariasi 17%-21% per tahun) yang dibayarkan atau didebet
langsung dari pokok modal yang disetor dalam basis harian. Floating loss bisa
lebih besar karena efek laverage (pengungkit) dari pembelanjaan saham
berfasilitas financing. Investor diberi wewenang untuk berbelanja
berlipat-lipat melebihi daripada dana disetor. Bapepam hanya mengatur laverage
tadi 1:1, artinya
Investor bisa belanja 200jt dari 100 juta dana setor (koreksi saya!). Tetapi
ada perusahaan pialang yang melonggarkan kebijakan laverage ini sampai 1:4.
Jadi bisa dibayangkan apabila saham Bapak turun 8% saja, Bapak akan berpotensi
loss 16jt which is 16% dari dana setor Bapak. Bagaimana potensi hilangnya untuk
yang leverage 1:4?????
Trading Index futures konsekuensinya mirip dengan trading saham dengan
margin, karena trading index futures harus menggunakan margin yang laveragenya
bisa sampai satu banding puluhan. Hangseng kontraknya sepoin Rp.50,000,-,
Hangseng sekarang 27rban, artinya Bapak belanja Hangseng 50rbx27rb= 1,35M/lot.
Bapak setor katakanlah 330jt. kalau hanya beli 1lot artinya laverage Bapak
1:4 dari dana setor. kalau dihitung dari margin requirement (yaitu dana jaminan
yang dibutuhkan untuk membeli 1 lotnya,biasanya 15jt (koreksi saya)),
laveragenya menjadi 1:90. Jadi kalau hangseng bergerak berlawanan dari arah
posisi Bapak 2% saja,, maka floating loss Bapak 27jt dari dana setor Bapak
which is 8% dari dana setor atau 180% dari margin requirement. Tapi kalau
geraknya benar sesuai dengan arah posisi Bapak.... CIIHUUUUUUY di gaplok
duitnya kerasa banget. Jadi High Risk High Gain hukumnya berlaku.
Main Index Futures enaknya (katanya nih) tradingnya bisa dua arah,, leluasa
bisa buy atau bisa sell untuk open posisi awal. Saran saya Bapak harus pilih
salah satu mau jadi Buller atau Bearer, mau jadi banteng atau beruang. Kalau
Saya pilih jadi banteng, tapi bukan berarti saya merah lho (?????). Kenapa saya
bilang begitu. Lha pilih satu posisi saja masih sering salah, gimana jadinya
pilih dua posisi. Jadi kuadrat salahnnya. Apabilah sudah komit, poin kedua
adalah KESABARAN. Tunggu the right moment yang berpotensi terjadi dari komitmen
awal kita atas posisi apa yang kita pilih.
Di saham, Orang jarang Sell untuk posisi Short sell atau Open sell awal.
Tidak dianjurkan dan hanya boleh satu hari trading period.Di saham, Bapak
dituntut untuk lebih sabar menjadi investor dengan merumuskan sendiri target2
pengembalian atau return dari portfolio Bapak (diskusikan kepada brokernya
masing2) dalam rentang waktu tertentu yang Bapak harapkan (certain time
horizon/period).
Jadi Nothing to do dengan produk index futuresnya, tapi really to do dengan
pelakunya. Sebab bukan instrumen investasinya yang memilih tetapi pelakunya
yang harus pilih2. Bapak akan habis energi karenanya, terus menyesali
kesalahan. Akan tetapi terus perjuangkan hak Bapak apabila kehilangan dana
Bapak itu karena penipuan.
Index Futures, saran saya jadikan instrument ini sebagai instrument hedging
dan bukan investing. Tapi kalau pelakunya bebal atau ndablek (kata orang jerman
(njejere ngapeman)), Index Futures bisa menjadi instrument spekulatif buat
speculating atau trading yang seru. Mau uji nyali, main index futures. Mau
untung besar,trading yang benar di Index futures. HIGH RISK HIGH RETURN!!!!
All the bests
Be Investors instead Speculants
Salam
ARINTO MUHA ADMOJO, WPPE
Ass. Manager
PT. Pacific2000 Investindo
Wisma Standard Chartered Bank 18th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav-33A
Jakarta 10220-Indonesia
M +62 888 2144841
O +62 21 574 5854 (direct)
+62 21 573 2635 Ext. 268
F +62 21 574 5864
E [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
W www.pacific2000.co.id
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.