inilah masalah kita, otoritas bursa nggak transparan berita seperti itu sudah banyak dilansir sebelumnya, tapi nggak pernah ada klarifikasi tiba-tiba saja listing, emmmhhh....
salam G4Y4: FLVCTVAT NEC MERGITVR ----- Original Message ----- From: ahmad saharjo To: [email protected] Sent: Tuesday, July 08, 2008 7:45 PM Subject: Re: [saham] Adaro - was volume Tapi hari ini saya baca di koran Bisnis dan Investor Daily, adanya claim atas kepemilikan dari pemegang saham Adaro. Nah semoga saja hal ini tidak menjadi ganjalan bagi para investor ritel yang bersiap memburu saham Adaro saat listing, mengingat dari sisi legal aspect koq kayaknya potensi bermasalah, salam cuan. --- On Mon, 7/7/08, Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [saham] Adaro - was volume To: [email protected] Date: Monday, July 7, 2008, 8:14 PM Nilai Maksimal pada IPO Adaro Energy Vicky sendiri optimistis saham Adaro bakal jadi buruan investor. Dia juga tidak khawatir dengan kondisi bursa yang sedang bergejolak. "Proses IPO Adaro paling dinanti investor, jadi kami optimistis semua akan berjalan sesuai ekspektasi," ujarnya. Adaro adalah perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia dengan sumber daya batu bara hingga 2.803 juta ton. Kapasitas produksi mereka sebesar 40 juta ton per tahun. Hingga 2012, kapasitas produksi mereka ditarget 80 juta ton. Adaro menguasai tambang batubara tunggal terbuka terbesar di belahan dunia bagian Selatan. Di Kalimantan, mereka mempunyai wilayah tambang seluas 34,9 ribu hektare dengan hak eksplorasi hingga 2022. Cadangan batu bara perusahaan yang dibidani sekelompok pengusaha muda itu mencapai 928 juta ton. Saham perseroan kini dimiliki PT Saratoga Investama Sedaya (22,9 persen), PT Triputra Investindo Arya (20,48 persen), PT Persada Capital Investama (16,8 persen), Boy Garibaldi Thohir (11,97 persen), PT Trinugraha Thohir (11,97 persen), Edwin Suryadjaya (6,60 persen), Permadi Rachmat (3,48 persen), Sandiaga Uno (3,17 persen), Subianto (2 persen), dan PT Saratoga Sentra Business (0,53 persen). Pasca-IPO, komposisi pemegang saham perseroan akan berubah menjadi dimiliki PT Saratoga Investama Sedaya (14,93 persen), PT Triputra Investindo Arya (13,34 persen), PT Persada Capital Investama (11,01 persen), Garibaldi Thohir (7,8 persen), PT Trinugraha Thohir (7,8 persen), Edwin Soeryadjaya (4,3 persen), T Permadi Rachmat (2,27 persen), Sandiago Uno (2,07 persen), Subianto (1,3 persen), PT Saratoga Sentra Business (0,25 persen), dan masyarakat (34,83 persen). Secara terpisah, pengamat hukum pasar modal Indra Safitri mengingatkan agar investor berhati-hati sebelum mengoleksi saham Adaro. Sebab, meski telah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK, persoalan hukum yang membelit perseroan belum tuntas. "Bapepam-LK tidak dalam kapasitas memutuskan apakah kasus hukumnya sudah tuntas atau belum. Bapepam-LK mengeluarkan pernyataan efektif hanya karena semua dokumen Adaro terkait problem hukumnya sudah lengkap," jelasnya.(eri/ fan) jkunci wrote: > > Si cantik adaro pake rok mini > bikin hati berdendang riang > > volume transaksi BEI makin mini > bikin badan ini makin meriang > > sekedar bercanda :-)) > > --- In [EMAIL PROTECTED] com, "rina mayapada" <rina.infosaham@ ...> wrote: > > > > Darling, udah lupa ya kalo si cantik nan bahenol, Adaro dan Bayan > > udah siap2 mo keluar kamar? So pasti semua mata tertuju padanya, > > jadi yg lain minggir dulu ya... suit... suit... ... ngak kuku deh > > Bo... ;-) > > > > On 7/7/08, swan silo <swan_groups@ ...> wrote: > > > volume transaksi hari ini kok mini sekali...... ......... -- Surabaya Office: Tersedia ruang kantor siap pakai di kota Surabaya. Ukuran 50 & 12 m2. Fasilitas lengkap, 3km dari pusat kota. Hubungi 031-5013570, HP: 0852 3008 3510 atau email: [EMAIL PROTECTED] co.id __________ NOD32 3248 (20080707) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
