Prospek Industri Pasar Modal di Mata Dirut BEI Erry Firmansyah Banyak Perusahaan Yang Tak Siap Transparan
Pelan lalu, industri pasar modal nasional merayakan 31 tahun diaktifkannya ?kembali industri perdagangan efek ini. Bagaimana prospeknya ke depan? Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah: --- Apa inovasi sistem perdagangan di lantai bursa? Saat ini, BEI saat ini sedang melakukan pembaruan sistem perdagangan yang nantinya akan menyediakan fasilitas perdagangan terpadu. Sistem ini menangani multi products dalam single platform termasuk single operation, single price dissemination, dan penyetaraan kapasitas antara mesin di main site dan Disaster Recovery Site. Sistem baru tersebut menggunakan software X-STREAM yang dibuat oleh Nasdaq OMX. Tahap selanjutnya adalah penyesuaian aplikasi remote trading di sisi anggota bursa. Sistem baru itu dilaksanakan bulan ini sampai Oktober 2008. Pelaksanaan tes dengan sistem baru (mock trading) melibatkan semua anggota bursa dilaksanakan pada Oktober, dan rencana live-nya Desember 2008. Ada rencana pengembangan produk? Ya, kita akan meluncurkan produk baru, yaitu revitalisasi Kontrak Opsi Saham. Nantinya juga ada revitalisasi LQ45 Futures dan IHSG Futures. Itu kita luncurkan September 2008. Kita juga sedang menyiapkan produk baru lainnya, Structured Warrant. Perubahan dilakukan karena adanya upgrading sistem perdagangan derivatif menjadi berbasis remote trading sebagaimana transaksi saham. Rencananya dinamakan Derivative Trading System (DTS). Bagaimana prospek produk baru tersebut? Sudah ada sosialisasi? Oh ya, tentu kita yakin ini akan semakin membuat nyaman investor. Soal sosialisasi, semua sudah menyeluruh. Edukasi juga kita lakukan terkait produk-produk baru itu. Semua elemen kita sasar, mulai direktur, tenaga marketing, petugas TI dari perusahaan-perusahaan efek, hingga wartawan. Potensi perusahaan untuk go public sangat besar, tetapi pertambahan jumlah emiten sangat lambat. Mengapa? Yang utama jelas masalah transparansi. Banyak perusahaan yang belum siap. Jadi, bukan berarti mereka tidak butuh dana. Mereka selama ini mengandalkan perbankan (untuk mendapatkan dana), mengapa tidak ke bursa? Ya itu tadi kendalanya, soal transparansi. Apalagi di perusahaan keluarga. Selama ini di perusahaan keluarga; anak, cucu, saudara bisa ngambil uang seenaknya sendiri. Kalau sudah masuk bursa, jadi perusahaan terbuka, kan nggak boleh seperti begitu. Artinya, banyak perusahaan yang tidak siap transparan. Ketika transaksi di pasar modal melonjak, kinerja sektor riil kok stagnan. Komentar Anda? Kita tidak bisa melihatnya secara linier. Jumlah emiten di bursa 350-an, sementara perusahaan di seluruh Indonesia itu ratusan ribu. Bursa tentu bisa menggerakkan sektor riil, tapi pasti tidak signifikan karena jumlah emitennya masih terbatas. Contoh konkretnya seperti apa? Kan setiap perusahaan yang listing di bursa itu setiap tahun mengeluarkan belanja modal untuk ekspansi. Itu kan sektor riil, ada otomotif, telekomunikasi, pertambangan. Jadi jelas, mereka juga menggerakkan perekonomian, menyerap tenaga kerja, dan sebagainya. Lihat seberapa besar pertumbuhan masyarakat yang memakai motor, menggunakan handphone, dan sebagainya. Itu semua produsen-produsennya kan jadi emiten. Jadi, saya tegaskan, pasar modal itu sejatinya menggerakkan sektor riil. Tapi, tidak bisa langsung membandingkan kenaikan indeks, misalnya, dengan laju pertumbuhan sektor riil. Lagipula, perusahaan-perusahaan itu masuk ke pasar modal kan mendapatkan dana dari publik. Dananya untuk modal kerja, untuk ekspansi, itu kan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Bagaimana dengan investor di daerah? Kita banyak menggelar edukasi untuk investor-investor di daerah. Kita sudah roadshow di puluhan kota, termasuk di kota-kota menengah seperti Bogor, Lampung, Cirebon, Pekalongan, Malang, Kediri, dan Jember.(eri irawan/fan) -- Limited offer: Avail 50 sqm office space in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 031-5013570, HP: 0852 3008 3510. mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
