Hehehe..karangan seorang teman, tapi isinya lumayan..kayaknya saya juga di level 2 deh (ato 1..??), btw, butuh waktu brapa lama n "biaya sekolah" brapa ya buat naik level...???
----- Original Message ---- From: Dean Earwicker <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, October 19, 2008 4:14:36 PM Subject: Re: [saham] Re: Sang Trader..Level trader.. Saya level 2 aja gak lulus-lulus. .. hahaha.. btw kok gak ada yang ngeh kalau level 7nya ada dua.. Regards, DE Pada 19 Oktober 2008 14:29, jsx_consultant <jsx-consultant@ centrin.net. id> menulis: LEVEL TRADER - Level 1 Unconscious Incompetence (Goblok engga disadari) - Level 2 Conscious Incompetence (Sadar masih goblok) - Level 3 The EUREKA Moment (Naek kelas) - Level 4 Conscious Competence (Sadar udah mahir) - Level 5 Unconscious Competence (kemahiran yg engga disadari atau instinct) .... plus plus.. - Level 6 Bagi bagi ilmu, ngajar, bikin kursus 9 juta per hari. - Level 7 Kumpulin duit orang, bikin fund.. - Level 7 The unexpexted Non Competence Terakhir datang Crash, DJI dari 14000 turun ke 8000, kekayaan pasar modal dunia turun 40%, trilunan dollar hilang lenyap. Buffett teriak BUY NOW, bantuin gua, gua udah rugi banyak nih... - Level 8 Ho Kie Te It lah, Biar lu competence, ho kie nomol satu lah.... haiaaa.... --- In [EMAIL PROTECTED] com, troza kitara <trozakitara@ ...> wrote: > > LEVEL TRADER > Trader Level 1 Unconscious Incompetence > Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. > Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa > mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu > telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?. > Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin > per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada > awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau > bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di psikologi > trading), toh kamu bisa profit. > > > Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss > demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai margin > habis, siapa yang bisa tahan??. > > Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap > mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah > bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ). > > Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu > mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai > perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit, kamu dikuasai > oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu ANGER pada > market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau membiarkan profit > berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak pernah trading > karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh emosi > sehingga margin equity kamu menderita. > > 90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, > berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian > lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang > gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa > lagi. > Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan > biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai > managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan > mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya > sendiri. > > Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu > selalu menang. > 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan > pindah ke level 2. > > > > Trader Level 2 > Level 2 Conscious Incompetence > > Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki > kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu > tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh > emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih. > > Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang > 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada > di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, > USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu > praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang > pengembara di padang pasir yang haus akan air minum. > > Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test > semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat > indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan > bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla > pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan > indicator lainnya. > > Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator > saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis > keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya. > > Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. > kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan > pertanyaan-pertanya an bodoh pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu > tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu. > > Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang > lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok dengan > kepribadian kamu. > > Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke > level 3. > Trader Level 3 > Level 3 The EUREKA Moment > > Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak > di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya > menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator > lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar. > > Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan > mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya > datanglah Level Pencerahan. > > Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di > dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang > akan terjadi pada market 30 detik kemudian. > > Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai > dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan > system yang asli. > > Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar > daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu > selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis > yang ada dalam dunia trading. > > Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun > bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan > meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang > profit. > > Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal > yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money > management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang > terjadi. > > Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal > ini Mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang > sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum > siap namun sekarang kamu siap. > > Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan > pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa. > > Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% > yang berhasil maju ke level berikutnya. > Trader Level 4 > Level 4 Conscious Competence > > Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi > signal. > Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu > akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu > lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu. > > Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah > kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu > meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu > kamu lakukan. > > Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system > kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang. > > level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan. > > Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya. > Trader Level 5 > Level 5 Unconscious Competence > > Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan > oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, > kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun > arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal > melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit. > > Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah > menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar > tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh. > > Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan > apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada > diposisi mereka 2 tahun yang lalu. > Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari > mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1. > > Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua > benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana > asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi > penghuni tetap disana. > > Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku > sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu > akan berlipat-lipat dari account awal. > > Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini. > > Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata" SAYA SEORANG TRADER". > > Insting atau Gambling? > Dari salah satu buku psikologi trading, diperoleh kesimpulan seperti ini : > > Insting adalah suatu keahlian yang diperoleh trader dari pengalaman bertahun-tahun > suskes dalam trading, dengan kata lain hanya trader level 5 saja yang > benar-benar mampu menggunakan insting dalam trading. contoh nyata adalah George > Soros yang mempunyai insting dalam trading. ( dia selalu merasa sakit belakang > kepala jika dia salah posisi atau akan membuat posisi baru yang pasti profit). > > Sedangkan yang disebut insting oleh trader level 1 adalah keinginan untuk gambling semata, > karena dia tidak punya pengalaman sukses yang cukup untuk bisa trading dengan > insting belaka. > > > > System yang komplit > System trading yang komplit adalah: > 1. Jelas MARKET nya, tiap market punya karakter tersendiri, punya VOLATILY yang > berbeda, punya open market dan close market yang berbeda. > 2. Jelas TIME FRAME nya, system scalping tidak akan cocok digunakan untuk > longterm atau daytrading. > 3. Jelas ENTRY nya, berupa signal visual yang tertera di chart kamu, sebagai > contoh bila ma1 memotong ma2 dan berada di atas ma3, dengan deMark diatas 50 > dan ADX diatas 30 maka merupakan signal buy. dan hanya masuk posisi jika dan > hanya jika ada SIGNAL, jangan menghayal yang belum terjadi, tapi lihat > KENYATAAN di chart. > 4. Jelas TAKE PROFIT nya, TP harus optimum, artinya harus semaksimal mungkin > tetapi harus kejemput, sebelum market balik arah. mungkin bisa pake TRAILING > STOP, Hal ini bisa diketahui dari simulasi. > 5. Jelas STOP LOSS nya, SL harus optimum, artinya harus seminimal mungkin > tetapi jangan sampai kejemput oleh NOISE yang dihasilkan market. Hanya dengan > simulasi SL yang optimum bisa diketahui. > > Jika anda belum punya system trading yang kumplit, saya sarankan CARI secepat > mungkin. karena trading tanpa system adalah bunuh diri. > Jika anda masih trader level 1, jangan harap anda bisa membuat system sendiri. > hanya trader level 3 keatas yang mampu membuat system kumplit yang profit. > Sebagai analogi seorang KOKI tidak akan mampu membuat resep masakan baru jika > dia belum pernah memasak sama sekali, mungkin dia memang bisa masak namun > jangan tanya bagaimana rasanya, KOKI yang jago, kenal puluhan / ratusan resep > masakan, dan setelah itu baru dia bisa membuat resep masakan sendiri. Masuk > akal kan? > > Pentingnya Simulasi / Demo Account > Saya adalah member dari sebuah forum trading > yang beranggotakan sekitar 20.000 trader dari seluruh dunia, dan dalam forum > itu disebutkan bahwa 39% dari anggotanya saat ini masih simulasi / demo trading > dengan tujuan untuk : > 1. Menguji system mereka > 2. Mengasah kemampuan trading mereka. ( system, psikologi dan money managemen) > > Sekedar info, hampir setengah trader dari LUAR adalah pensiunan level manager > keatas dengan pengalaman kerja di bidang non-trading kurang lebih 25 tahun dan > mempunyai uang pensiun rata-rata $100.000. jadi jangan tanya lagi kemampuan > intelektual / personal mereka. > > Dan mereka menganggap simulasi / demo trading itu > Penting, dalam perkembangan mereka ke level trader berikutnya. > Inilah tips yang saya peroleh dalam melakukan simulasi > secara efektif : > 1. Anggap simulasi itu uang asli, hanya masuk jika ada signal, gunakan money > managemen. > 2. Catat comment di tiap trading, jika di platform metatrader4, pada waktu buka > posisi, tulis alasan masuk di comment. > 3. Print out detailed statement anda setiap minggu, dan lakukan analisa secara > mendetail. ( lihat posisi yang loss, lihat comment, jangan lakukan lagi) > 4. Jika telah konsisten trading sebanyak minimal 200 kali ( di forex paling > seminggu lebih), dan hasil akhirnya adalah profit, maka simulasi berakhir dan > dimulailah LIVE trading. > > Jika anda menganggap remeh simulasi / demo account, maka anda adalah: > 1. Jelas-jelas Trader Level 1, ngga punya otak!! > 2. Antek broker yang hanya ingin untung dari slippages, spread dan komisi. Tak > peduli tradernya profit atau LOSS. > Trader itu ada dalam posisi rugi > Pada > saat seorang trader trading, dia akan dihantam 3 hal: > 1. SLIPPAGES, > adalah perbedaan harga yang diinginkan pada saat dealing / Klik mouse pada > on-line trading, dan harga akhir yang diperoleh. Biasanya perbedaannya adalah > 2-5 point. > 2. SPREAD, > adalah selisih yang diambil broker untuk dinikmatinya. biasanya berkisar antara > 2-10 point. > 3. KOMISI, > untuk big rata-rata $50 dan mini rata-rata $5, tergantung brokernya ada yang > dikembalikan Fifty-Fifty ke trader, atau ada juga Broker SERAKAH yang lebih > banyak ngambilnya. > > jika dihitung secara kasar 1 poin sama dengan $10 maka, tiap kali trading Broker akan ngambil sekitar $200 tak peduli tradernya profit atau LOSS. dan trader dengan pasrah hanya akan > menerima segelintir komisi saja. > > Kemana uang itu mengalir? biasanya Broker, BAPPEPTI, BBJ/BEJ akan bagi-bagi > sambil tertawa. > > NB: Jika ingin tahu solusi masalah ini kirim komentar anda!! > [EMAIL PROTECTED] > ------------ --------- --------- ------ Kunjungi situs http://www.info- saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis saham-politik@ yahoogroups. com saham-unsubscribe@ yahoogroups. com untuk berhenti dari milis saham saham-subscribe@ yahoogroups. com untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
