Dinegara lain seperti China, New Zealand, Australia, tidak ada subsidi BBM 
tetapi rakyatnya tetap bisa hidup lebih layak dari kita. Sebetulnya yabg 
penting tingkatkan pendapatan rakyat, naikan upah mininum supaya rakyat bisa 
hidup layak tanpa subsidi BBM dan hapuskan segala subside.Dana subsidi dipakai 
utk meningkatan pendapatan rakyat.  
  ----- Original Message ----- 
  From: Jimmy Gunawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, October 29, 2008 5:49 AM
  Subject: Re: [saham] DETIK: 10 Langkah Stabilitas Ekonomi



  Mungkin inilah kesempatan emas bagi pemerintah untuk lepas dari ikatan 
belenggu bernama "subsidi BBM" yg sering kali menimbulkan problem selama 
bertahun2.
  Rakyat dibiasakan saja membeli sesuai harga pasar, jd suatu saat jikalau 
harga bbm naik lagi, rakyat dituntut lebih hemat dan kreatif, sedangkan kalau 
harga BBM turun terus akan semakin menggenjot banyak sektor.

  Kalau ada yg kontra dgn ide ini, mungkin bisa dibahas apa saja kerugian2nya 
kalau sampai harga BBM dilepas sesuai harga pasar?

  JG



    ----- Original Message ----- 
    From: Irwan Ariston Napitupulu 
    To: [email protected] 
    Sent: Wednesday, October 29, 2008 3:46 AM
    Subject: [saham] DETIK: 10 Langkah Stabilitas Ekonomi


    Berikut ini komentar saya terhadap 10 Langkah Stabilitas Ekonomi
    terhadap poin per poin

    Poin 1: Bagus. Selaras dengan Sumpah Pemuda versi trader/investor yg
    diposting di milis saham. Kita memang seharusnya mendahulukan
    kepentingan bank nasional kita di atas kepentingan bank2 asing.
    Prinsip berpikirnya sederhana saja, kalau bisa untungin bank nasional,
    ngapain kasih untung ke bank asing. Untuk kasus di atas, toh bank
    nasionalnya adalah bank milik pemerintah juga. Tampaknya saham2 bank
    BUMN bisa mendapat rejeki tambahan. Mungkin saham2 bank BUMN hari Rabu
    ini bisa naik.

    Poin 2: Bagus. Tampaknya saham2 seperti ADHI, TOTL, dan WIKA bisa jadi
    incaran hari ini. Saham2 semen juga bisa kena imbas positipnya seperti
    SMGR, SMCB, dan INTP.

    Poin 3: Bagus. Sesama bank nasional dilarang saling mendahului :)

    Poin 4: Bagus. Akan menambah likuiditas ke pasar.

    Poin 5: Tidak bisa komentar. Karena belum tentu skema kerjasamanya
    seperti apa.

    Poin 6: Bagus dengan catatan eksportir tersebut harus mendapatkan
    dari pembelinya diluar jaminan pembayaran dalam bentuk L/C (Letter of
    Credit) yg irrevocable dan lebih bagus lagi yg at sight. Juga harus
    diperhatikan bank penerbit L/C tersebut di LN, apakah bank kita punya
    korespondensinya atau tidak. Jadi, pengekspor kita juga harus
    kerjasama dengan bank nasional disini dengan cara komunkasi dengan
    pihak banknya apakah bank pembeli kita di LN itu yg akan terbitkan L/C
    tersebut OK atau tidak. Ini yg suka saya lakukan dulu.

    Poin 7: Bagus. Akhirnya PE CPO jadi nol persen. Walau agak terlambat,
    tapi lebih baik dari pada tidak sama sekali. Tidak percuma deh jadinya
    saya teriak2 dari bulan September agar PE CPO diturunkan jadi nol
    persen. Mungkin saham2 CPO hari ini bisa dapat sentimen positif,
    mumpung sudah banyak yg terlalu murah harga saham2nya :)

    Poin 8: Belum bisa komentar, belum tahu isinya apa. Dugaan saya
    tampaknya terkait soal rencana penurunan harga BBM.

    Poin 9: Bagus. Yang masih nekat selundupin barang2 tersebut,
    cemplungin saja ke laut selama 24 jam dengan pakai bola pemberat di
    kakinya 5 Kg. Supaya orang tersebut bisa turut merasakan susahnya
    bernafas kalau ekonomi nasional anjlog, susahnya bernafas para
    pengusaha produk lokal karena dibanjiri produk impor yg illegal.

    Poin 10: Tidak bisa komentar, karena tidak tahu arti dari pengawasan
    barang beredar itu seperti apa bentuk dilapangannya.

    Setelah memperhatikan kesepuluh langkah yg rencananya akan diambil
    oleh pemerintah, saya masih belum melihat langkah2 nyata dari
    pemerintah untuk meningkatkan sektor riil. Apakah tidak ada pemikir2
    tim ekonomi SBY-JK yg memberi masukan2 teknis tentang cara2
    meningkatkan atau lebih tepatnya lagi membangkitkan sektor riil? 

    Ekonomi suatu negara akan mempunya pondasi yg baik apabila sektor riil
    nya lebih maju dari sektor finansialnya. Sektor finansialnya
    seharusnya hanyalah sebagai pendukung dari sektor riil. Sektor
    finansial sangat bergantung pada unsur kepercayaan, kalau kepercayaan
    runtuh/turun, sektor finansial akan terganggu. Ini sudah kita lihat
    contoh kasusnya belakangan ini. Tetapi, kalau sektor riil, mereka
    tidak tergantung pada unsur kepercayaan.

    jabat erat,
    Irwan Ariston Napitupulu

    ------------------------------------------------

    
http://www.detikfinance.com/read/2008/10/28/222755/1027532/4/10-langkah-stabilitas-ekonomi

    Selasa, 28/10/2008 22:27 WIB
    10 Langkah Stabilitas Ekonomi
    Anwar Khumaini - detikFinance

    Jakarta - Pemerintah menetapkan 10 langkah dalam rangka stabilisasi
    ekonomi untuk menghadapi situasi pasar finansial global yang sedang
    melemah.

    Sepuluh langkah ini merupakan hasil dari Rapat Kabinet yang digelar
    pada Selasa (28/10/2008). Keputusan tersebut dibacakan oleh Menko
    Perekonomian sekaligus Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

    Menkeu juga didampingi oleh Gubernur BI Boediono, Menneg BUMN Sofyan
    Djalil dan Mendag Mari Elka Pangestu.

    "10 langkah ini kita lakukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi agar
    tidak ada gangguan yang terlalu banyak dan menjaga agar masyarakat
    terhindar dari dampak yang tidak menguntungkan," jelas Sri Mulyani.
    Berikut 10 langkah tersebut:

    1. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dengan
    mewajibkan seluruh BUMN menempatkan seluruh hasil valasnya di bank
    dalam negeri dalam 1 clearing house. BUMN diwajibkan melaporkan
    informasi tentang penghasilan dan kebutuhan valas ke kantor
    kementerian BUMN dan transaksinya dilaksanakan melalui perbankan (Bank
    BUMN) secara mingguan dan di update setiap hari.

    2. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dan mempercepat
    pembangunan infrastruktur dengan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek
    yang sudah mendapat komitmen pembiayaan baik bilateral maupun
    multilateral.

    3. Menjaga stabilitas likuiditas dan mencegah terjadinya perang harga
    dengan menginstruksikan BUMN untuk tidak melakukan pemindahan dana
    dari bank ke bank.

    4. Menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap Surat Utanga Negara
    dengan melakukan stabilitsasi pasar SUN yakni pemerintah bersama
    dengan BI melakukan pembelian SUN di pasar sekunder. Pembelian kembali
    SUN dilakukan secar bertahap dalam jumlah yang terukur.

    5. Menjaga kesinambungan neraca pembayaran atau devisa dengan
    memanfaatkan bilateral swap arrangement dari Bank of Japan, Bank of
    Korea dan Bank of China apabila diperlukan.

    6. Menjaga keberlangsungan ekspor dengan memberikan garansi terhadap
    risiko pembayaran dari pembeli dengan menyediakan fasilitas rediskonto
    wesel ekspor dengan recourse yang berlaku mulai 1 November.

    7. Menjaga keberlangsungan ekonomi terutama sekto riil dengan
    pengurangan pungutan ekspor CPO menjadi nol persen per 1 November.

    8. Menjaga kesinambungan fiskal 2009. Langkah yang akan diambil untuk
    menjaga kesinambungan APBN akan diumumkan segera setelah mendapat
    persetujuan DPR dalam 2 hari kedepan (Kamis).

    9. Mencegah importasi ilegal mulai 1 November. Ada dua langkah
    pertama, menerbitkan ketentuan tentang importansi komoditi tertentu
    yakni garmen, elektronika, makanan dan minuman, mainan anak-anak dan
    sepatu, hanya bisa diimpor oleh importir terdaftar dan kewajiban
    verifikasi di pelabuhan muat. Kedua, menetapkan pelabuhan-pelabuhan
    tertentu yang terbuka untuk barang-barang tertentu. Yakni Pelabuhan
    Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, Bandara Soekarno
    Hatta, Pelabuhan Makassar dan Bandar Juanda.

    10. Meningkatkan pengawasan barang beredar dengan membentuk task force
    terpadu antara instansi terkait mulai 1 November.(qom/qom)




   

Kirim email ke