sebenarnya kebijakkan ar yang sekarang ini tidak membuat saham sampai ke 
bottomnya..

Contoh jika regional asia pasific merah diatas 10%.hampir semua saham di 
Indonesia diitahan turun sampai 10%.
Dan Jika  keesokkan harinya regional hijau,maka saham yang kemarin merah 
otomatis akan meningkat.
Padahal jika kemarin  membelinya,maka profit yang diambil  sanagtlah besar...

Inilah salah satu kekecewaan mengenai kebijakkan ar

salam kenal




________________________________
From: stock trader <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 7, 2008 11:26:30 AM
Subject: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu Menghapus Kebijakan Auto Rejection 
(Tidak adil utk Bumi)


Kebijakan Auto Reject -10% tidak ADIL terutama 
untuk bumi, lebih baik dihapus aja, karena  ar -10% hanya hanya berlaku utk 
pasar reguler aja.Buktinya bumi hari ini kena ar -10% berhenti di 1780, tetapi 
di Running Trade dan Personal Quote telah terjadi  beberapa kali transaksi 
bumi diharga 1350,1400,1500. mungkin dipasar nego atau TS, dibawah ini saya 
setakan buktinya (snapshot) 
 
----- Original Message ----- 
From: Irwan  Ariston Napitupulu 
To: [EMAIL PROTECTED] com 
Sent: Friday, November 07, 2008 10:47  AM
Subject: Re: [saham] Otoritas Bursa Perlu  Menghapus Kebijakan Auto Rejection

Begitulah market, Pak :)
Ada yang bodoh, ada yang pintar. Terkadang yg  bodoh malah
dapat cuan banyak, yang pintar malah merugi banyak.
Market  selalu dinamis.

Dari pengalaman ini, saya akhirnya mengambil  kesimpulan
sebenarnya di market itu tidak ada yg pintar dan tidak ada
yg  bodoh. Semua bisa terjadi. Yang terlihat bodoh suatu saat,
bisa menjadi  pintar di kesempatan lain. Yang terlihat pintar
suatu saat, bisa malah  menjadi bodoh di kesempatan lain.

Karenanya kita perlu terus belajar  untuk memperbaiki kesalahan2
yang ada.

Kepentingan nasional dari  diberlakukannya batasan AR 10%,
saya perhatikan sudah  tercapai.

Sekarang saatnya otoritas bursa mulai melirik  kepentingan
pasar itu sendiri. Saya melihat pemulihan akan cepat  dicapai
dengan pembebasan aturan AR baik kiri dan kanan sehingga
yang  selama ini harganya semu, bisa segera mencapai
keseimbangan baru.  Harapannya tentu pasar akan jadi
lebih menarik lagi, dan uang2 segar akan  segera masuk
kembali ke bursa.

Saya yakin dan percaya, bursa kita  cukup kuat saat ini
untuk bisa merespon dengan baik situasi2 yg  berkembang
di kemudian hari. Pelaku bursa kita akan cepat belajar
dan  menjadi dewasa dalam menyikapi perkembangan situasi.

Walau demikian,  saya tetap tidak setuju aturan short sell
diberlakukan selama harga saham  berada di bawah 25%
dari harga tertingginya selama 52 minggu (12 bulan)  terakhir.
Silahkan aturan short sell otomatis pulih saat harga  sahamnya
berada di atas batas tersebut.

jabat erat,
Irwan Ariston  Napitupulu

2008/11/7 Gambler.BEJ <gambler.bej@ gmail.com>:
>  Saya pribadi selalu melihat banyak pelaku pasar yg bodoh/membodoh2kan
>  dirinya dalam proses jual-beli, banyak yg beli di harga jauh diatas
>  nilai dan menjual dibawah nilai. Bisa kita lihat dari berapa banyak
>  saham yg nilainya hanya Rp 50 dibandingkan 3 bulan yg lalu, atau  contoh
> paling ekstrem seperti kasus TMPI. :)
>
> Irwan  Ariston Napitupulu wrote:
>> Hahahaha... tidak lah,  orang/investor/ calon investor tidak akan
>> sebodoh itu  membiarkan saham2 bagus turun terlalu jauh dari batas
>>  kewajarannya. Justru dengan sistem AR 10% ini saya perhatikan  bandar
>> suka mainin psikologis pasar. Dengan dibuka tanpa batas,  bandar akan
>> sulit memainkan psikologis pasar karena akan siap  pembeli2 baru yg
>> menunggu harga saham murah. Dengan cara seperti  itu, pasar akan cepat
>> pulih menuju titik keseimbangan yg wajar.  Jadi, harga tidak semu
>> seperti belakangan ini terjadi.  :)
>>
    


      

Kirim email ke