VOLUME DI DOW KAYAKNYA KURANG MENDUKUNG KEMARIN APA BENAR BANG ?

--- On Tue, 9/12/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [saham] Menunggu Kebangkitan Ekonomi AS
To: [email protected]
Date: Tuesday, 9 December, 2008, 3:45 PM






Setelah saya cari2 di fb, akhirnya ketemu juga. Saya nulisnya Jumat
tanggal 28 November jam 13:56 waktu Jakarta.

Awalnya saya tulis status saya dengan bunyi sbb:
"bursa global seperti ada gelagat mau ganti trend dari bearish menjadi
bullish. Masih dipersimpangan jalan. Tanda-tanda mau kesana sudah
ada."

Kemudian ada yg respon dengan menulis:
"Kelihatannya oil juga sudah dekat bottom minggu lalu. Dilihat dari
chart XLE (ETF sektor energy di S&P), harga saham sektor ini sudah
tidak mau turun lebih dalam dari bulan oktober walaupun harga minyak
masih turun terus."

Berulah setelah itu saya merespon dengan menyebutkan angka2 sbb:
"Untuk minyak, dia baru berada sebentar di bawah. Bottomnya belum
teruji. Masih perlu menungu kejelasan kekuatan supportnya. Sementara
untuk DOW, saat ini berada di daerah sekitar resistance. Terlalu dini
untuk mengatakan trend sudah berbalik karena bisa saja terjadi
penurunan lagi alias kembali bermain dalam trading range 7500-8900."

Malamnya Dow hanya mencapai 8840 sebelum ditutup di 8829. Hari
Seninnya, barulah anjlog dan ditutup di 8149. Level 8000 tetap
terjaga. Besokannya, Selasa, low nya hanya mencapai 8072 sebelum
ditutup di 8419. Jadi, kesimpulannya saat itu Dow masih dalam trading
range.

Trading range atau masa konsolidasi ini bisa terjadi biasanya karena
berkurangnya minat untuk membeli dengan harga premium atau harga lebih
mahal. Sementara batas penurunan sudah terbatas mengingat dari
hitungan fundamental harganya sudah murah. Hanya saja tidak mau naik
tinggi harganya karena orang belum berani berspekulasi akan masa depan
mengingat mereka belum begitu optimis dengan prospek masa depan.

Segera setelah ada keoptimisan tentang prospek ekonomi di masa
mendatang, maka confidence orang pun juga akan kembali muncul, harga2
yg sudah murah secara fundamental menjadi semakin terasa murah dengan
menggunakan hitung2an finance (menghitung risk dan reward beserta
jangka waktu investasinya) . Di saat itulah mulai bermunculan dana2
segar masuk kembali ke bursa karena mereka sudah punya pegangan
prospek masa yg akan datang.

Dengan munculnya keyakinan akan masa depan inilah, orang mulai berani
beli di harga premium alias berani beli lebih mahal dari harga range
sebelumnya karena yakin akan memberikan return yg lumayan di masa
mendatang.

Nah, yg terjadi di US, memang sudah keluar dari trading range nya,
hanya saja keluarnya masih tanggung2. Untuk menghindari false break,
biasanya dibutuhkan beberapa hari bisa bertahan dan tidak terjadi
profit taking yg signifikan, atau bisa juga terjadi kelanjutan gerakan
menguatnya sehingga menjauhi range tersebut. Dengan kata awam bisa
berarti orang berani beli jauh lebih mahal dari harga range
sebelumnya. Kalau sudah terjadi begini, maka bisa diartikan kekuatan
beli lebih besar dari kekuatan jual, orang jadi kurang tertarik
menjual di harga yg sebelumnya sudah mahal karena merasa harganya bisa
lebih mahal/tinggi lagi.

Begitulah kira2 gambaran situasi di lapangan kalau saya coba
terjemahkan grafik ke dalam kata2.

Jadi, kalau belum confirm banget breaknya, hati2 saja. Tunggu sampai
ada kejelasan arah. Ini kalau kita bicara soal TA.

Tapi kalau bicara soal investasi, sejauh ini sih sudah banyak saham2
yg harganya kemurahan bila dilihat 3-5 tahun ke depan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2008/12/9 Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@ gmail.com>:
> Lho, bukannya sudah saya pernah kasih hints soal TA Dow beberapa waktu
> lalu? Bahwa Dow masih bermain dalam range 7500-8900, kecuali range
> tersebut dipecahkan. Beberapa waktu lalu sempat hampir dilewati, tapi
> gagal. Lalu terjadi pullback, tapi ngga sampai pecahkan 8000, maka
> terjadilah formasi yg bagus untuk nanjak lagi karena sudah bikin kaki.
> Nah, tadi malam itulah kejadiannya. Hanya saja, tembus nya masih
> kurang meyakinkan karena masih dekat2 dengan minor resistancenya.
> Hmmm.... atau jangan2 saya hanya nulisnya di fb saya saja kali ya soal
> range tersebut. Itu pun karena ada yg tanya sehubungan dengan tulisan
> di status saya di fb.
>
> Ibarat kata, ada kemungkinan kejadian tadi malam itu bisa jadi false
> break kalau nanti malam dipaksa turun besar. Tapi sejauh ini, bawahnya
> Dow sudah terbentuk yaitu di range 7500-8000. Daerah itulah yg kita
> lihat beberapa kali dicoba beberapa kali pula mental dengan
> signifikan. Itu menandakan adanya dana dari longterm investor yg masuk
> di level tersebut. Bandar disana tampaknya sudah puas mengumpulkan
> barang sehingga sudah rela harga2 sahamnya keluar dari range.
>
> Di film The Godfather III, Don Lucchesi pernah berucap "Finance is a
> gun. Politics is knowing when to pull the trigger."
>
> Fenomena yg terjadi di AS belakangan ini tampaknya bisa dilihat dari
> sisi apa yg diucapkan oleh Don Lucchesi tersebut.
>
> Di Indonesia juga tampaknya demikian. Sayangnya, arah gun nya
> ditujukan ke SBY-JK. Semoga SBY-JK cepat tersadar, dan mengarahkan
> balik gun nya tersebut ke penembak :)
>
> SBY-JK akan sangat dirugikan bila menjelang pemilu rupiah masih
> bermain di atas 10 ribu, karena apa yg sudah dilakukan selama ini,
> akan sia2 belaka karena kalau sudah urusan perut, rakyat kebanyakan
> sudah ngga ambil pusing urusan lainnya seperti urusan korupsi.
>
> Itu sebabnya, pihak lain memanfaatkan kelemahan SBY-JK di sisi ekonomi ini.
>
> Rapor SBY-JK di bidang ekonomi memang angka merah. Rupiah yg terpuruk
> hebat ditambah IHSG yg tidak bisa dibanggakan.
>
> Tidak ada jalan lain, rupiah memang harus segera kembali ke level
> stabil semulanya disekitar 9000, agar SBY-JK tidak tercoreng kinerja
> ekonominya. BI rate harus segera diturunkan ke level 8% bulan
> Januari-Pebruari 2009 ini. Bulan ini bisa satu kali lagi diturunkan
> sekitar 25 basis poin menjadi 9%. Januari dan Peb 2009, cut masing2 50
> basis poin. Maret cut 5 basis poin, April cut 50 basis poin. Sehingga
> pada bulan April BI rate sudah di 7%. Tetap turunkan terus secara
> bertahap 50 basis poin per bulan sampai tercapai BI rate di 3%. Kalau
> ini bisa dilakukan, jangankan rupiah ke 9000, ke 7000-an balik seperti
> pernah terjadi di jamannya Habibie pun bisa terwujud. Jangan
> berpikiran pesimis terus akan kemampuan penguatan rupiah.
>
> Saya perkirakan ekonomi sektor riil akan meningkat, angka pengangguran
> bisa ditekan, saat pemilu presiden bulan Juni atau setelahnya (kalau
> dua putaran), kondisi ekonomi sedang dalam fase bangkit.
>
> Seperti kata Don Lucchesi tadi, "Finance is a gun. Politics is knowing
> when to pull the trigger."
>
> Kebangkitan di sektor riil akan membuat angka pengangguran bisa
> ditekan sehingga ancaman peningkatan angka pengangguran seiring dengan
> potensi semakin banyaknya TKI yg dipulangkan dari LN akibat kelesuan
> ekonomi dunia bisa di eliminir.
>
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>
> 2008/12/9 suherlan sunarto <suherlan_sunarto@ yahoo.com>:
>> HA...HA AKHIRNYA SI BOSS KITA MUNCUL DGN ANALISA TA NYA..... MUDAH2AN DEH
>> .... SEMOGA YG KELELEP BISA NAPAS SEDIKIT....
>>
>>
>> SALAM
>>
>
 














      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke