--- In [email protected], "H. Ruslim" <hrus...@...> wrote: > > Dear para senior, > > Apakah bisa dikatakan bahwa fail value selalu di atas book value ? > Thank's atas pencerahannya > > rgds > > Harianto >
Ada 2 macam valuasi, Kuantitatif dan Kualitatif. Kuantitatif : anda membeli perusahaan dengan harga di bawah BV sehingga, KALAU - KALAU bangkrut dan dilikuidasi, maka anda akan cuan karena dibayar sesuai dengan BV. contoh aplikasi, beli beberapa buat perusahaan yang Harga < BV atau PBV < 1 secara acak sehingga jika - jika ada yang bangkrut, anda toh tetap cuan dan yang lain jika bisnisnya bagus, anda juga cuan. Kualitatif. masalah dari metode kuantitatif adalah, masa sih ada yang mau jual bisnis bagus dengan harga murah? contoh, anda membeli Coca Cola seharga Rp. 3500 padahal BV Air + Gula + Kaleng mungkin cuman Rp. 750 bagusnya adalah dalam dunia persahaman, pasar sangat IRASIONAL sehingga bisnis baguspun dalam suatu saat tertentu bisa mencapai harga extrim murah. perlu disadari bahwa sangat sulit untuk bisa membeli bisnis bagus di harga murah atau di harga < BV. KECUALI bursa sedang super crash di saat seperti ini. Metode kualitatif menawarkan anda untuk membeli bisnis bukan hanya berdasarkan analisa matematika berdasarkan laooran keuangan perusahaan namun juga analisa bisnis ke depannya. Kembali ke Fair value. BV : Mencerminkan Kinerja Perusahaan ? Ada 2 restoran yang biasa dan yang mewah, menyajikan menu yang sama, misal ikan bakar. pada dsarnya harga bahan bakunya sama, namun restoran yang mewah bisa menjual mungkin 10x lebih mahal daripada restoran biasa. hal yang sama dengan BV. BV boleh sama namun jika PBV di bawah 1 maka perlu dipertanyakan kinerja perusahaan itu mempergunakana set yang ada padanya untuk menghasilkan uang/arus kas. Percuma kan anda memiliki 1 miliar namun tidak mampu mengelola, lebih baik memiliki 10 juta namun bisa mengelola dengan return 100% per tahun. Sama halnya Dengan BV. contoh : UNVR. Perusahaan ini memiliki BV yang hanya di bawah Rp. 500 namun harga sahamnya cenderung terus naik dan labanya pun terus naik. artinya, manajemen perusahaan mempu mengelola aset - aset yang ada padanya sehingga menghasilkan arus kas yang positif. Lihat FREN, CTRP, dll , Bandingkan brapa PBV nya, pastinya PBV di bawah 1. Berarti menggunakan PBV saja tidak cukup. sebenarnya saya sendiri juga tidak memiliki suatu rumusan pasti mengenai cara menghitung fair value, karena masa depan sangat tidak pasti. Namun ada beberapa hal yang bisa dijadikan patookan 1. Kualitas bisnis tersebut 2. Manajemen : perusahaan dengan kas sebanyak apapun, kalau manajeman amburadul, angnya abis juga,. sama dengan memebrikan sekantong uang kepada anak kecil. 3. ROE harus tinggi : kalau ROE eprusdahaan di bawah 10%, mending anda tabung aja di bank 4. Net Profit margin tinggi ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [email protected] [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
