Qtel Siapkan Tender Offer Saham Indosat Januari
2009
Jakarta - Qatar Telecom (Qtel) semakin mantap melakukan
tender offer saham publik PT Indosat Tbk (ISAT) setelah pemerintah membolehkan
Qtel tidak perlu melakukan spin off atau pemisahan unit usaha PT
Indosat Tbk yang bergerak di bidang fixed line.
Qtel
memperkirakan segala persiapan untuk tender offer dengan pihak
regulator pasar akan rampung pada awal Januari 2009.
Tender offer
terkoordinasi di pasar Indonesia dan New York akan terlaksana tak lama
setelah itu dengan harga penawaran untuk setiap Saham Seri B ditetapkan pada Rp
7.388.
"Kami gembira dapat melangsungkan tender offer dengan keutuhan
unit usaha terintegrasi Indosat terjaga. Ini menempatkan Indosat dalam posisi
yang bagus untuk bersaing secara agresif di masa yang akan datang. Sekarang
kami
merasalebih yakin dan nyaman untuk membayarkan harga tender offer Rp7.388 per
lembar yang telah disetujui," kata Ketua Qtel Group dan Presiden Komisaris
Indosat H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani dalam siaran pers,
Kamis (25/12/2008).
Pemerintah telah sepakat membolehkan
Qtel memiliki hingga 65% saham di Indosat, serta menghilangkan persyaratan
sebelumnya yang mengharuskan Indosat memisahkan unit usaha jaringan tetapnya ke
suatu perusahaan terpisah.
Qtel juga menyakini bahwa perkembangan
terakhir ini merupakan cerminan positif atas iklim investasi Indonesia,
terutama
dalam keadaan pasar dunia yang sulit saat ini.
"Ini akan meningkatkan
tingkat kepercayaan investor kepada sistem dan iklim usaha di Indonesia.Kami
tidak meragukan bahwa hal ini akan membantu menarik lebih banyak investasi ke
Indonesia, yang pada akhirnya akan menumbuhkan dan membawa manfaat untuk
ekonomi
dan bangsa Indonesia," kata Sheikh Abdullah.
Qtel membeli saham milik STT
di Indosat sebanyak 40,8% pada harga US$ 1,8 miliar pada Juni 2008. Qtel
selanjutnya melakukan tender offer atas sisa saham publik sebesar 24,2% hingga
kepemilikan saham Qtel di Indosat maksimal menjadi 65%.(