Jakarta - PT Sarijaya Permana Sekuritas memiliki nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minus Rp 5,644 triliun. Salah satunya disebabkan oleh adanya penggelapan dana nasabah oleh Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli sebesar Rp 245 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia, Guntur Pasaribu saat dihubungi detikFinance, Selasa (13/1/2009). "Jadi ada formula penghitungan MKBD. Banyak variabel didalamnya, termasuk kerugian dana nasabah yang sebesar Rp 245 miliar itu juga dimasukkan yang kemudian dilakukan perkalian sesuai rumusnya, sehingga hasilnya seperti itu," ujarnya. Guntur menjelaskan, MKBD memiliki metode perhitungan yang berbeda dengan perhitungan aset dan liabilities yang merupakan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Perhitungan MKBD ada perhitungannya sendiri, standar Bapepam, ada teknisnya. Kalau tidak salah nilai kerugian nasabah yang Rp 245 miliar itu dikalikan 25, sehingga muncul angka sebesar itu," jelas Guntur. Guntur juga menegaskan, angka MKBD Sarijaya yang mencapai minus Rp 5,644 triliun tersebut tidak mengartikan bahwa nilai dana nasabah yang diselewengkan telah membengkak dari jumlah yang diumumkan semula. "Nilai dana yang digelapkan tetap Rp 245 miliar. Hanya saja angka itu dikalikan dengan beberapa komponen sesuai rumusnya. Jadi tidak berarti dana yang diselewengkan menjadi Rp 5 triliun. Jumlahnya masih sama. Nilai Rp 5 triliun itu ada perhitungannnya sendiri," jelas Guntur.(dro/qom) --- On Tue, 1/13/09, Multikartu Network <[email protected]> wrote: From: Multikartu Network <[email protected]> Subject: Re: [obrolan-bandar] Re: Sarijaya Tidak Akan Laku Dijual (MKBD minus 5,5 triliun) To: [email protected] Date: Tuesday, January 13, 2009, 5:33 AM ML dikasi tau ama HR kalee... jadinya tau dah kejadiannya gimana Pada 13 Januari 2009 13:45, conx_2003 <conx_2...@yahoo. com.au> menulis: WOW RAMALAN MAMA LAUREN tampaknya akan terbukti nihhh bisa suspensi broker ramai2 jadi hehehehehehe pasar tutup
