jawaban utk mbak katrin alias mas kusumo di bawah message-nya:

2010/10/8 katrin <[email protected]>

>
>
> Ihsg koreksi 10% jadi ke 3300 an..
> ASII udah koreksi ampir 10% dari high. INDF, Bank Bumn juga udah lumayan
> koreksinya. Gorengan walaupun bobotnya gak gede udah banyak yg "hampir"
> balik ke awal :d
> BUMI, ISAT, PTBA dll up dari pas ASII highest..:d
>
> Gampang kan kalau mau dijatuhin :d
>
"+" kenapa harus dijatuhkan, jatuh sendiri karena reaksi natural market.

>   Kenapa juga ketahan :d
>
"+" siapa yang perlu menahan, market bekerja alami atas dasar supply dan
demand plus psikologi pasar.

>   Kenapa juga musti avoid buying ? :d
>
"+" avoid buying dalam kondisi market in correction adalah alternatif
approach yang mengedepankan logika risk/reward di tengah volatilitas. kenapa
repot-repot penuh resiko memaksakan aktif beli ketika market in correction
dengan probabilitas turun lebih besar daripada naik hanya berharap naik
beberapa poin? kenapa tidak memanfaatkan waktu dan menunggu koreksi membawa
harga turun dan memilih high quality stocks kemudian masuk saat situasi
lebih rasional dan profit mungkin jauh lebih besar dengan probabilitas naik
yang lebih terukur? simpelnya itu langkah konkret yang diambil oleh
investors/traders di bawah broker2 top global spt jp morgan dan credit
suisse, hari ini mereka minus atau lebih banyak jual daripada beli.  kurang
lebih itu nalarnya seasoned investor/trader seperti William O'Neill dengan
tim investor's business daily-nya menyarankan what to do during market in
correction. Quote-nya begini:
“Now that the market is in a correction, what should you do? First off, new
stock buys should be off the table. A correction is the perfect climate for
failed breakouts.”

>
> Indeks Sun naik terus, kurs Rp. kalo gak maintain BI keren banget. Kekayaan
> RI naik 3 kali lipat dalam 10 tahun.
>

"+" sehubungan dengan kepemilikan SUN oleh asing, baiknya keep up to date
dengan info yang dirilis kontan, ini menjelaskan posisi bahwa market in
correction dari perspektif asing.
Jumat, 08 Oktober 2010 | 14:13
Dalam sehari, asing jual SBN Rp 740 miliar

 JAKARTA. Asing sepertinya masih belum rela untuk melepaskan kepemilikan
asetnya di Indonesia. Terlihat dari total dana asing di Surat Berharga
Negara (SBN) yang masih terlihat cukup besar. Berdasarkan data Direktorat
Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU), sampai dengan 7 Oktober 2010 kemarin,
dana asing di SBN sudah mencapai Rp 186,20 triliun.

Meski begitu, angka tersebut sedikit berkurang dari hari sebelumnya di
tanggal 6 Oktober yang mencapai Rp 186,94 triliun. Artinya dalam waktu
sehari, asing telah menjual kepemilikannya sebesar Rp 740 miliar.

Penurunan angka kepemilikan asing ini juga diikuti dengan menciutnya
total *oustanding
*SBN yang turun menjadi Rp 644,26 triliun. Padahal di tanggal 6 Oktober
total *outstanding *SBN sebanyak Rp 645,08 triliun. Sepertinya ada obligasi
jatuh tempo sebanyak Rp 820 miliar.

   powered by love¤
> ------------------------------
> *From: *TerryAstradika <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Fri, 8 Oct 2010 20:35:18 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Re: [saham] ihsg KOREKSI-target pesimis 9%
>
>
>
>   dari historis data +/- 15% - 20% ..
>
> --- On *Fri, 10/8/10, positif01 <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: positif01 <[email protected]>
> Subject: [saham] ihsg KOREKSI-target pesimis 9%
> To: [email protected]
> Date: Friday, October 8, 2010, 2:39 PM
>
>
>
> Survey statistik koreksi intermediate sebagaimana tengah berlangsung lokal
> dan global ala May correction lalu, memberikan range lowest target: 21%,
> highest: 27%, dan median 17%. In case of Indonesia, dengan semua faktor
> fundamental dan bobot bursa, secara kasar dipasang target 9%.
>
> Hari ini dan kemarin expect 1,75%. Masih ada sisa 7.25% lagi. Mei lalu
> ended up dengan 14%.
>
> William O'Neill said in market correction, avoid buying and preparing for
> selling to secure your profit and cut your losses short.
>
> "+"
>
>
>  
>

Kirim email ke