Sebagaimana diindikasikan sejak 18 Oktober, komoditas khususnya hard commodities (oil and metal/mineral mining) sudah memulai swing downtrend yang sudah dan akan cukup/sangat keras. Harga minyak masih menuju keseimbangan short term di USD 70-75 sebelum layak koleksi, dan penguatan indeks dollar masih cukup ruang dan waktu dengan latar belakang perekonomian global yang supportif untuk menjadikan dollar sebagai asset safe haven.
Yang paling menarik untuk dicermati dan ditindaklanjuti untuk pasar lokal adalah saham-saham baja JPRS/GDST yang sudah tidak mengikuti pola kenaikan wajar hanya karena memanfaatkan euforia rencana IPO KS November mendatang. Dengan pangsa pasar baja lokal yang tidak sampai 20%, harga JPRS secara psikologis bahkan hendak mendekati KS. Dan, GDST sebagai sister company mencoba mendompleng. Kondisi terakhir di Cina yang menaikkan lending rate telah memberikan indikasi pelemahan growth sekaligus demand, termasuk atas komoditas-komoditas penunjang economic growth. Dan yang paling kasat mata adalah baja. Sedikit banyak akan mempengaruhi setting harga baja global 20 hari ke depan, dan hari ini sudah drop di atas 2%. Untuk JPRS/GDST expect to free fall 5-20% dalam waktu dekat....sangat dekat. Jika saham ini masuk dalam list BEI untuk legal short selling, maka JPRS/GDST adalah pilihan teratas. Meskipun tidak dalam list, secara teknikal trading dimungkinkan untuk melepas JPRS/GDST di harga sekarang yang masih terbaiknya. jprs/gdst= SELL-SELL-SELL. "+" SINGAPORE Oct 20 (Reuters) - Steel rebar futures in Shanghai fell more than 2 percent on Wednesday after China raised interest rates for the first time in nearly three years. Shanghai's most active May rebar contract SRBc7 was down 1.9 percent at 4,404 yuan per tonne by 0107 GMT, after falling as low as 4,377 yuan earlier. (Reporting by Manolo Serapio Jr.; Editing by Clarence Fernandez)
