itung2annya kan pake asumsi Pak, jadi mungkin asumsi nya beda2.
Disamping itu yang coba dihitung dan ditentukan nilainya oleh analis
kan masa depan bukan masa lalu, ini jadi masalah lagi
karena tidak ada yang bisa menebak masa depan, maka asumsi
yang digunakan rawan kesalahan. Lah kalo asumsinya salah akhirnya
hitung2an ato rumus yang dipakai jadi gak berguna, garbage in
garbage out kata orang komputer.

Untuk mengurangi resiko kesalahan, karena informasi yang kita punya
pasti tidak sempurna, alias banyak yang kita tidak tahu tentang suatu
kumpeni, maka kita harus memasukan margin of safety. Kalau dalam
transkrip (kuliah nya si lilu salah satu calon penerus WB) yang dikirim
Kang Bagus di OB, untuk mengkompensasi salah asumsi maka kita
diskon 50%, istilah bayar 50cent untuk tiap dollar.

Namun kalau menerapkan valuasi dengan diskon 50% tentu sulit
untuk dapet saham yang masuk ukuran atawa murah, terutama
saham2 blue chip kemungkinan harganya sudah harga wajar
karena analis2 dari perusahaan gede sudah mengamati si
perusahaan, jadi kalau ada peluang untuk cuan kemungkinan sudah
langsung diambil. Tinggal lah lahan yang tersisa di saham2 yang lolos
dari pengamatan player2 besar.

kalo mau trading ya mungkin pake TA saja, FA untuk screening
aja biar gak salah beli saham yang beresiko tinggi karena
gak ada fundamental...alias si kumpeni mungkin rugi terus tapi
sahamnya masih ngacir aja...yang beginian menurut saya sangat
riskan dan cuma untuk yang jantungnya kuat saja.

sekedar 2 sen dari nubie, silahkan ditambahkan dan dikoreksi
kalau ada yang salah.

ps:
tentu saja bisa ada konflik kepentingan juga dalam sebuah rekomendasi.

pps:
sekalian nanya, apa ada buku tentang FA untuk orang awam seperti saya,
tidak punya latar belakang akunting...baca laporan keuangan cuma ngerti
liat revenue...ama eps aja :D

Dalam buku Margin of Safety oleh Seth A. Klarman, salah satu yang perlu
kita hitung adalah nilai si kumpeni kalo dia di likuidasi, si Klarman ada
menjelaskan soal ini, tapi karena kemampuan ane yang gak nyampe jadi
gak ngerti gimana ngitungnya, mungkin ada yang bisa membantu jelasin
dalam bahasa yang sederhana.

wassalam,
-santo
----------------------
The market can stay irrational longer than you can stay solvent. John
Maynard Keynes

2010/10/22 Daud Hardjakusumah <[email protected]>

>
>
> Ada yang bisa menjelaskan kenapa ada sekuritas rekomen sell ITMG kebawah
> 40000 ada yang rekomen buy TP 58000?
>
>
> Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah
> [email protected]
> sidaut.blogspot.com
>
>
> ------------------------------
> *From:* Vernichtung <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Fri, October 22, 2010 7:17:35 AM
>
> *Subject:* Re: [saham] AHLI ANALISA TEBAK SAHAM
>
>
>
> Pak setahu saya satu2nya analisa saham yg paling berdasarkan fakta
>
> hitam diatas putih adalah FA, dimana fundamental keuangan yg
> dilaporkan setiap 3 bulan maupun 1 tahun sekali itu dihitung sehingga
> bisa diketahui nilai dan perbandingan2 terhadap harga, nilai buku,
> earning, dividen dll.
>
> Analisa lain seperti TA hanya bisa memberikan probabilitas arah
> pergerakan harga dan bukan valuasi apapun yg berkaitan dengan keuangan
> maupun kinerja perusahaan. Dan FA tidak pernah menunjuk beli ataupun
> jual dalam konteks trading jangka pendek maupun menengah.
>
> Jadi FA bukanlah ilmu tebak-tebakan, saya rasa pak JSX-consultant, pak
> IAN, kang bagus maupun pak Alfatih bisa menjelaskan lebih komprehensif
> mengenai ini.
>
> On 10/22/10, Daud Hardjakusumah <[email protected] <sidaut%40yahoo.com>>
> wrote:
> > Mulai sekarang saya gak akan percaya ama analisa saham (FA)
> >
> > Kalo mau tau tentang bisnis tv, tanya orang yang ahli tentang bisnis tv
> >
> > Kalo mau ttau tentang bisnis batubara, tanya orang yg ahli tentang bisnis
> > batubara
> >
> > Tau apa sekuritas tentang itu semua? Tebak tebakan doang kayaknya
> >
> > Tebakannya bener, kasih BUY
> >
> > Tebakannya salah, kasih SELL
> >
> > Atau ya.. you know lah .. nyangkut
> >
> > TA aja deh..
> >
> > Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah
> > [email protected] <sidaut%40yahoo.com>
> > sidaut.blogspot.com
> >
> >
> >
>
>  
>

Kirim email ke