Waspadai outlook baja. Beberapa fakta kunci seputar dinamika baja global mengindikasikan sentimen negatif atas potensi penguatan harga baja.
1. 04 Juni: perusahaan baja Cina, Baoshan Iron & Steel menurunkan harga jual baja ( http://www.marketwatch.com/story/baoshan-wuhan-to-cut-august-steel-prices-2010-07-14 ) 2. 07 September: otoritas Cina memulai instruksi penghentian/pengurangan produksi baja dalam rangka pencapaian tujuan penghematan energi setidaknya sampai akhir tahun 2010 ( http://www.asianews.it/news-en/Energy-hungry-China-might-have-to-reduce-steel-production-19477.html ); 3. 16 September: perusahaan baja terbesar CIna, Hebei Iron & Steel Group, telah menurunkan harga jual baja konstruksi sebesar 180 yuan (US$27.04)/ton, mengikuti Baoshan Steel ( http://www.chinaknowledge.com/Newswires/News_Detail.aspx?NewsID=38065&cat=CMP ); 4. 12 Oktober: POSCO, perusahaan baja asal Korea Selatan, yang merupakan perusahaan baja dunia ketiga terbesar telah menurunkan proyeksi laba tahunannya setelah laba yang melemah pada kuartal 3 ( http://www.businessweek.com/news/2010-10-12/posco-cuts-profit-forecast-after-costs-erode-earnings.html ). 5. 25 Oktober: benchmark kunci iron ore (tepung besi) jatuh di bawah US$150 untuk pertama kalinya setelah dua minggu akibat permintaan dari Cina yang menurun. Steel Index (TSI) 62% untuk iron ore turun sebesar US$2.40 menjadi US$149.40/ton untuk transaksi C&F Cina. 6. 26 Oktober: sementara hanya sedikit pembeli (bid) yang masuk untuk penawaran ore India (kandungan 63.5%) di kisaran harga US$160-162/ton tujuan Cina. 7. 26 Oktober: ArcelorMittal, perusahaan baja terbesar dunia, memprediksi permintaan pada kuartal 4 yang tengah berlangsung akan tetap lesu, yang diikuti dengan marjin usaha yang makin tipis, dipastikan akan semakin menekan laba setelah kuartal 3 yang lemah ( http://www.reuters.com/article/idAFLDE69O0SQ20101026?rpc=44). 8. 26 Oktober: saham baja asal AS, AK Steel, mencatat rugi bersih kuartal 3 dan penurunan harga hingga 4% Selasa malam akibat bahan baku yang naik tajam dan mandeg-nya perbaikan ekonomi. AK Steel juga memprediksi kerugian untuk kuartal 4 (http://www.reuters.com/article/idUSN2627256520101026) 9: 27 Oktober: Perusahaan-perusahaan baja AS dan Eropa menghadapi masa-masa sulit menjelang akhir 2010 dengan perkembangan harga baja yang menurun dan permintaan yang terus melemah ( http://news.tradingcharts.com/futures/3/8/147533183.html). Moral of the story: Kesemua fakta di atas menjelaskan bahwa Kementerian BUMN tidak "kebangetan" sebagaimana kutipan di media lokal terkait penetapan harga IPO Krakatau Steel. Pemerintah justru jujur dan realistis atas dinamika harga baja global, dan tentu saja investor tidak terlalu bodoh untuk mengejar mimpi. Bagaimana dengan saham baja Anda? Bagaimana Anda membaca chart Anda? ""Follow the trend because market is your friend" "+"
