IHSG bergerak anomali terhadap indeks regional yang telah positif mengantisipasi rilis berita keuangan dari AS (QE2). Pasca rilis konfirmasi QE2 yang berimbas pada positifnya bursa Asia Timur Jauh (Jepang dan Hong Kong) masih belum mampu mendorong IHSG bergerak positif lebih jauh. Disinyalir pergerakan anomali yang mendorong turun IHSG adalah akibat senitmen negatif di pasar obligasi pada awal November yang ditandai dengan rilis statement dari Rohatyn Group yang berisikan mantan bankir J.P. Morgan. Rohatyn mengambil posisi keluar dari pasar obligasi Indonesia karena kekhawatiran atas meningkatnya inflasi yang mendekati yield obligasi serta arus masuk kapital yang merepresentasikan puncak euforia pasar yang secara kontrarian dianggap sebagai tanda awal penurunan. Sikap ini membentuk sentimen negatif di kalangan pelaku pasar keuangan asing yang bergerak cepat memasuki kawasan bursa ekuitas.
Namun demikian, dengan posisi BI yang akan mempertahankan suku bunga diharapkan akan mampu menjaga derasnya capital inflow yang dikhawatirkan akan mempercepat bubble burst. Dan pada pukul 2 siang nanti, hasil transaksi lelang surat utang (bond auction) BI akan memberikan gambaran akankah sentimen negatif ini bersifat pendek sementara. IHSG diprediksikan akan segera berbalik arah. "+"
