Akuisisi Ditolak DPR, Pertamina-Medco Pantang Mundur
JAKARTA - Meski DPR telah menolak rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi 
secara tidak langsung PT Medco Energi International Tbk melalui pembelian 55 
persen saham induk usaha Medco Encore International Pte Ltd, Kementerian BUMN 
selaku pemegang saham mayoritas Pertamina tidak serta merta langsung menuruti 
perintah DPR tersebut.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung 
membatalkan rencana Pertamina karena akan berdampak pada rusaknya reputasi 
BUMN. Apalagi, lanjutnya, rencana tersebut masih dalam tahap uji tuntas (due 
diligence) hingga 30 November mendatang.

"DPR bilang batalkan, tapi saya tidak bisa serta merta membatalkan. Ini proses 
korporasi, deal dengan pihak lain. Jangan sampai rusak reputasi BUMN. Begitu 
ada ini langsung berhenti, nanti orang tidak percaya lagi sama BUMN," ujarnya 
di Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Selanjutnya, menurutnya pihaknya akan menunggu hasil due diligence tersebut 
untuk bisa menentukan langkah yang akan diambil, apakah akan membatalkan atau 
tetap meneruskan aksi korporasi perusahaan migas pelat merah itu.

Namun, katanya, Pertamina disarankan untuk melihat berbagai alternatif yang 
lebih aman dalam rencana aksi korporasi perseroan. "Tentu saja Pertamina akan 
mencari beberapa alternatif lain yang lebih aman," tukasnya.

Sekadar informasi, Kamis 25 November kemarin Komisi VI DPR menolak rencana 
Pertamina untuk mengakuisisi Medco. DPR berdalih, aksi korporasi tersebut tidak 
memberikan nilai tambah bagi produksi migas nasional.

DPR menyarankan, lebih baik Pertamina fokus pada pengembangan eksplorasi yang 
telah direncanakan sebelumnya seperti proyek Donggi-Senoro, pembangunan kilang, 
dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Seperti diketahui, Pertamina dan Medco telah menandatangani principle of 
agreement terkait rencana pembelian 55 persen saham Encore International Ltd 
pada 15 Oktober lalu. Encore merupakan pemilik 50,7 persen saham di Medco. Bila 
Pertamina jadi mengakuisisi saham Encore tersebut, maka Pertamina secara tidak 
langsung akan segera menguasai 27,9 persen saham Medco


      

Kirim email ke