Suhu2 semua, many thanks buat pencerahannya
Sudah mulai terbuka dikit2 dunia lain..eh dunia saham nih...rupanya banyak 
cerita dibalik cerita ☺

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Tomi" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 8 Dec 2010 14:12:41 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Ask beda INDF sama ICBP

Untuk info lebih lengkap mengenai ICBP bisa lihat di sini Pak:

http://teguhidx.blogspot.com/2010/09/prospek-ipo-indofood-cbp.html

Kamis, 02  September 2010 Prospek IPO Indofood CBP Indofood (INDF) identik 
dengan Indomie, karena itulah produk andalannya selama ini, yang  sampai 
sekarang sepertinya nggak ada saingannya (Wings Food memang sedang mencoba  
menggeser Indomie dengan Mie Sedaap, tapi sejauh ini kelihatannya belum 
berhasil).  Namun sebenarnya, cakupan bisnis INDF jauh lebih luas daripada 
sekedar jualan mie instan  dengan merk Indomie. Sesuai namanya: Indofood, INDF 
adalah salah satu perusahaan  produsen makanan terintegrasi terbesar di 
Indonesia, yang menguasai sektor makanan dari  hulu sampai hilir. Sebagai 
perusahaan besar, INDF memiliki banyak sekali anak usaha. Berikut ini adalah 
anak  usaha INDF yang memiliki aset diatas Rp 1  trilyun. 1.  PT Salim Ivomas 
Pratama, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hasil olahannya ( minyak 
goreng). 2.  PT Indomarco Adi Prima, perusahaan distributor 3.  Drayton Pte Ltd 
(Singapura), perusahaan investasi 4.  Indofood Oil and Fats (Singapura), 
perusahaan minyak goreng 5.  Indofood Agri Resources (Singapura), perusahaan 
perkebunan kelapa sawit. Terdaftar di  Bursa Singapura (SGX) 6.  PT PP London 
Sumatra, perusahaan perkebunan kelapa sawit. Terdaftar di BEI dengan  ticker 
LSIP 7.  PT Lajuperdana Indah, perusahaan perkebunan tebu 8.  PT Indolakto, 
perusahaan susu (Indomilk) Selain perusahaan-perusahaan diatas, INDF juga 
memiliki satu anak usaha yang tidak  ditempatkan sebagai anak usaha, melainkan 
divisi, yaitu Bogasari (produsen tepung terigu).  Secara keseluruhan, INDF 
memproduksi dan menjual tepung terigu, mie instan, susu,  penyedap rasa, snack 
(ciki, keripik dan biskuit), makanan bernutrisi, minyak goreng, dan hasil  
perkebunan serta produk olahannya (termasuk sirup dan kecap, dari kebun tebu 
dan kedelai). Kalau kita lihat perusahaan-perusahaan diatas, maka akan 
kelihatan bahwa bisnis utama INDF  sebenarnya bukan di mie instan, melainkan di 
minyak goreng. Salah satu merk-nya yang  terkenal adalah Bimoli. Bisnis INDF 
juga terintegrasi. Misalnya untuk membuat sebungkus mie instan sampai  ketangan 
anda, maka perusahaan memiliki pabrik pengolahan gandum menjadi tepung  terigu, 
pabrik pembuatan mie, pabrik pembuatan kemasan dan kardus box, hingga  
perusahaan distributornya. Semuanya dimiliki sendiri oleh perusahaan. Kebayang 
kan gimana gedenya INDF ini? Bahkan salah satu gerai minimarket terkenal, 
Indomaret, meski tidak  berada dibawah INDF, tapi juga dimiliki oleh Mr. 
Anthoni Salim, pemilik INDF. Kalau kapan- kapan anda belanja kesana, coba cek 
bagian mie instan-nya, dijamin Indomie mendominasi. Kembali ke anak-anak 
perusahaan INDF. Lalu dimana letak Indofood CBP? Indofood CBP (ICBP) sebenarnya 
merupakan perusahaan yang baru saja didirikan pada tahun  2009  lalu, yang 
difungsikan sebagai induk dari beberapa anak usaha INDF yang bergerak di  
bidang mie instan, snack, penyedap rasa, makanan bernutrisi, dan susu, termasuk 
Drayton  Pte Ltd dan PT Indolakto. Jadi analoginya, jika INDF adalah direktur 
utama, maka ICBP adalah  setingkat direktur, dan Drayton serta Indolakto adalah 
manager yang berada dibawah ICBP.  Dalam struktur perusahaan INDF, ICBP berada 
dibawah Bogasari. Sebelum ICBP ini didirikan,  produksi mie instan dan 
lain-lain ditangani langsung oleh INDF sendiri. Lalu seberapa besar ukuran 
ICBP? Pada 1 H10 , total aset yang ditempatkan dibawah ICBP  adalah 11.2  
trilyun, atau hanya 26.6 % dari total aset INDF sebesar 42.1  trilyun. Maka 
dari sini  pun terlihat bahwa bisnis utama INDF bukan di mie instan, melainkan 
minyak goreng. Bagaimana dengan kinerja ICBP? Karena produk Indomie, susu dan 
ciki selalu laris di pasaran, maka kinerja ICBP terbilang  sangat baik. Pada 1 
H10 , ICBP mencatat penjualan 8.9  trilyun, atau menyumbang 49.2 % dari  total 
penjualan INDF. Laba bersihnya tercatat 800  milyar, atau 56.7 % dari total 
laba bersih  INDF. Bagi perusahaan dengan ukuran aset hanya seperempat 
induknya, maka kontribusi  pendapatan hingga lebih dari setengah dari total 
pendapatan induknya, terbilang luar biasa.  Thanks to harga Indomie yang nggak 
pernah turun. Berbeda dengan harga CPO dunia yang  fluktuatif, yang menyebabkan 
pendapatan INDF dari bisnis minyak goreng terkadang bisa  naik, bisa juga 
turun. Masalahnya, INDF sebagai induk ICBP memiliki cukup banyak utang. Pada 1 
H10 , total  kewajiban INDF tercatat 25.8  trilyun, atau 2.5  kali ekuitasnya 
yang cuma 10.7  trilyun. Nah,  dari total kewajibannya tersebut, 8.9  trilyun 
alias 34.5 % diantaranya ditempatkan di ICBP. Jadi dari aset ICBP sebesar 11.2  
trilyun, sebagian besar merupakan utang. Ekuitas ICBP sendiri  tercatat 1.9  
trilyun, atau cuma 17.9 % dari total ekuitas INDF. Jadi sepertinya ICBP ini 
didirikan hanya sebagai tempat untuk menampung utang induknya, INDF. Dan hal 
tersebut memang tercermin dari tujuan IPO-nya, dimana 70  – 80% dari dana hasil 
 IPO akan digunakan untuk membayar utang perusahaan. Dengan demikian IPO ICBP 
akan  membuat neraca keuangan induknya, INDF, menjadi lebih sehat, karena 
utangnya berkurang.  Tapi lalu bagaimana dengan ICBP sendiri? Secara umum IPO 
tersebut tentunya tidak akan  memberikan pengaruh yang signifikan bagi kinerja 
ICBP, karena hanya 20 - 30 % dari dana hasil IPO yang akan digunakan untuk 
belanja modal. Tapi karena kinerja ICBP sejak awal memang  sudah bagus (secara 
dia produsen Indomie), maka ICBP tetap memiliki prospek yang cerah  kedepannya. 
Grup Salim sebagai pemilik INDF, selama ini dikenal sebagai kelompok usaha yang 
 konservatif, alias lebih suka berbisnis di sektor riil daripada muter-muterin 
dana investor di  market (berbeda sekali dengan Grup Bakrie). Jadi memang agak 
dipertanyakan, mengapa  sekarang mereka seperti ikut-ikutan caranya Bakrie 
dalam mencari uang untuk membayar  utang. Tapi mudah-mudahan mereka nggak 
keterusan. Btw di dunia finansial, IPO memang  cara paling enak untuk nyari 
dana segar, karena dana tersebut tidak perlu dikembalikan lagi  ke pemiliknya 
(investor). Berbeda dengan penerbitan obligasi ataupun meminjam ke bank. Tapi 
sisi baiknya, kini investor penggemar Indomie tidak lagi perlu menginvestasikan 
dana  mereka ke INDF, melainkan bisa langsung ke ICBP. Bisa dikatakan, kinerja 
INDF yang cukup  baik selama ini adalah karena ditopang oleh produk mie 
instan-nya. Jadi jika kini ICBP didirikan untuk menjadi perusahaan khusus mie 
instan, maka investor bisa mengalihkan dana mereka  dari INDF ke ICBP. Kinerja 
INDF bisa dengan mudah terpengaruh oleh harga CPO dunia,  namun kinerja ICBP 
hampir pasti akan melonjak terus, bahkan meski para orang tua melarang 
anak-anaknya agar jangan makan Indomie terlalu banyak (jadi inget waktu kecil 
dulu, haha). Harga IPO ICBP mencapai 4 ,300  hingga 5 ,500 , apakah wajar? Nah, 
kalau dilihat dari sini, INDF sebagai si induk ICBP ini agak keterlaluan. 
Dengan harga  terendah saja yaitu 4 ,300 , maka market cap ICBP adalah 25.1  
trilyun, alias 2.2  kali aset ICBP.  Mahal! Mana ada perusahaan baru IPO harga 
sahamnya udah mahal begitu. Apalagi sebagian  besar aset ICBP tersebut 
merupakan utang. Sepertinya sekuritas yang mengurus IPO ICBP  terlalu percaya 
diri dengan prospek dari ICBP yang memang bagus, atau mungkin mereka  terlalu 
memaksakan diri untuk meraih dana 5.0  hingga 6.4  trilyun dari masyarakat. 
Tapi jika  harganya semahal itu, maka saham ICBP mungkin agak sulit untuk 
menguat tajam pada hari- hari perdagangan perdananya, karena sejak awal memang 
sudah tinggi. Bagaimana dengan valuasi fundamentalnya? Karena ICBP mencatat 
laba bersih yang lumayan besar, maka harga 4 ,300  akan mencetak annualized PER 
15.7  kali. Masih wajar sih sebenarnya, meski tetap saja mahal untuk ukuran 
saham pendatang baru. Nah, bagaimana dengan PBV- nya? Karena ekuitas ICBP kecil 
sekali, maka harga 4 ,300  mencetak PBV 13.0  kali, cukup tinggi tentunya, 
sehingga harga 4 ,300  ini memang cukup mahal, apalagi 5 ,500. Dimasa depan, 
ICBP mungkin bisa menjadi pilihan long term. Tapi jika ICBP tetap kekeuh  
menjual saham perdananya pada harga 4 ,300 , maka mungkin sebaiknya anda ambil 
sikap wait and see. Berbeda halnya jika harganya di level 3 ,000- an, pokoknya 
sikat! Indofood CBP Rating Kinerja pada 1 H10 : AA Rating saham pada 4 ,300 : 
BBB Tadinya artikel ini akan saya posting hari selasa minggu depan. Tapi karena 
sepertinya ada  banyak investor yang membutuhkannya secepatnya, maka saya 
mempostingnya hari ini.  Untuk selasa 7  September, nggak akan ada artikel 
baru. Artikel terbaru akan diposting pada  14  September.
Powered by  BullsBerry®

-----Original Message-----
From: "heru" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 8 Dec 2010 11:03:07 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Ask beda INDF sama ICBP

Suhu2, beberapa waktu lalu bang irwan pernah mention INDF utk long term invest, 
bedanya sama ICBP apa ya?
Sudah googling gak nemu...

Thanks in advance

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke