Di Amerika Serikat, di tengah guyuran badai salju, antusiasme pembelanja di
seluruh pelosok negeri tidak surut untuk mendapatkan barang-barang keperluan
yang sedang diskon besar akhir tahun ('clearance racks') dan liburan akhir
tahun saat ini menjadi prestasi penjualan terbaik bagi peritel sejak 2007 (
http://www.cnbc.com//id/40810577).

Sementara di Indonesia, kondisi serupa mengingatkan kita atas optimisme yang
didengungkan oleh salah satu peritel terbesar, PT Matahari Putra Prima, Tbk.
(MPPA) beberapa waktu lalu.

'+'
*
*
*Natal Omzet Matahari Meningkat*

JAKARTA – Perusahaan ritel, PT Matahari Putra Prima Tbk, memproyeksikan
bakal menikmati lonjakan penjualan selama momen natal dan tahun baru.
Penjualan pakaian diperkirakan akan naik 30 – 40 persen, sementara produk
makanan naik 15 – 20 persen.

Vice President Corporate Communication Matahari Putra Prima Roy Mandey
mengatakan untuk mengantisipasi perayaan natal dan tahun baru, perseroan
telah mempersiapkan stok barang seperti pakaian, beragam biskuit, dan bahan
pokok lainnya lebih banyak 100 persen dari bulan biasanya.

Selama bulan spesial tersebut, diperkirakannya, penjualan pakaian bakal naik
30 – 40 persen dan produk makanan sebesar 15 – 20 persen. “Dua bulan sebelum
natal dan tahun baru ini, perseroan melakukan antisipasi dengan menambah
stok barang-barang yang akan dijual sekitar 100 persen dari stok pada bulan
biasanya,” kata dia, Selasa (19/10).

Selain itu, dia menambahkan, perseroan akan melakukan strategi-strategi
untuk menggenjot penjualan, di antaranya promosi melalui iklan. Hingga akhir
tahun ini, perseroan optimistis penjualan bisa mencapai target 8,5 triliun
rupiah.

Terkait rencana ekspansi, menurut Roy, perseroan tahun depan menargetkan
membuka 12 gerai hipermarket.

”Untuk pembukaan gerai hipermarket tersebut, perseroan memprioritaskan
pembukaan gerai di luar Pulau Jawa dengan komposisi 60 persen dan Pulau Jawa
sebesar 40 persen,” ungkapnya.

http://hosting2.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=65610

Kirim email ke