Agree.. -----Original Message----- From: Saleh Dwi Mardiyanto Sent: 28/12/2010, 10:29 To: [email protected] Cc: [email protected] Subject: Bls: [meta-noia] Re: [saham] Re:Sesi 1: Mengulas MPPA
Sekarang drop ke 1500 --- Pada Sel, 28/12/10, positif01 <[email protected]> menulis: Dari: positif01 <[email protected]> Judul: [meta-noia] Re: [saham] Re:Sesi 1: Mengulas MPPA Kepada: [email protected] Tanggal: Selasa, 28 Desember, 2010, 1:41 AM Onalboy, well, saya kira tidak ada yang tidak tahu/tidak mengantisipasi fluktuasi harga saham MPPA pasca-cum date pasar reguler/nego. Beberapa posting saya juga bahkan sudah membahas jauh lebih detil tentang hal itu (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/94296). Dan, reaksi pasar pasca-cum date juga terekam dan dapat dilihat secara historis pada grafik saham. Jadi tidak ada dan tidak perlu 'I told you', investor/trader kelas rata-rata pun pasti sudah kalkulasi itu semua. Nothing new, strange or absurd about the day after devidend cum-date. Yang diantisipasi itu adalah pilihan, apakah Anda mau hold/keep atau tidak saat cum-date pasar reguler/nego. Jika Anda hold, apa alasannya. Pada link posting saya di atas, dijelaskan bagaimana saat cum-date 17 Juni lalu untuk dividen Rp180 tanggal 18 Juni harga turun dari Rp1.170 menjadi Rp970. Yang tetap keep MPPA saat itu juga cukup cerdik, karena 01 Oktober ketika keluar indikasi solid akuisisi asing untuk pertama kalinya, harga saham naik ke Rp1.180 hingga saat ini pernah mencapai Rp1.900. Ceritanya bisa dibaca di http://groups.yahoo.com/group/saham/message/94870. Dan yang memilih untuk keep MPPA setelah cum-date kemarin, 23 Desember, kemungkinannya hanya ada 3, 1) tidak tahu tapi ikut, 2) untung-untungan (spekulasi) atau 3) tahu banget yang paling mungkin terjadi ('investing/trading with conviction'). Seandainya Anda bisa tahu skenario divestasi hypermart/MPPA atau akuisisi oleh strategic invetor (Lotte Shopping Co., Ltd.), either case, atau salah satunya baik divestasi aset hypermart atau divestasi MPPA, MPPA akan tetap punya akses kepada hypermart, sebagaimana MPPA tetap memiliki akses kepada LPPF sebesar 20% plus 10% untuk exercise warrant. Dan pull-back ke Rp1.600-an sudah jadi harga baik, untuk tawaran yang ada. Saya rasa coverage berita kemarin dari salah satu analis, masih cukup relevan dan 'justifiable'. http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1091692/diakuisisi-lotte--saham-mppa-menuju-rp2-000 NB: Ingat selalu, 'risk/money management' dalam setiap transaksi Anda. Tidak terlalu penting, berapa sering Anda benar atau salah dengan perhitungan Anda (TA, FA dan lainnya), tetapi yang lebih penting apa tindakan Anda ketika Anda benar atau salah. 'Let your profit run, cut your losses short': Maksimalkan laba, potong segera rugi. '+' 2010/12/28 RonaLd. W e-Mail <[email protected]> 1,570.00 260.00 (14.21%) " I told you before." hati-hati lah setelah cut date. --- On Mon, 12/27/10, positif01 <[email protected]> wrote: From: positif01 <[email protected]> Subject: [saham] Sesi 1: Mengulas MPPA To: Date: Monday, December 27, 2010, 2:47 PM MPPA sepertinya menjadi salah satu saham yang paling atraktif untuk dipantau oleh para 'traders' hari ini. Dengan posisi penutupan harga di Rp1.600 yang dikonfirmasi vwap di Rp1.609,45, harga MPPA sudah terdiskon 12,56% dari penutupan perdagangan minggu lalu di Rp1.830 dan vwap di Rp1.849,25. 'Pull-back' harga MPPA sendiri sudah diantisipasi mayoritas pasar mengingat pola pergerakan pasca 'cum date' dividen pasar reguler/nego selama 2010. Namun demikian, yang menarik sejauh ini, 'pull-back' selama sesi 1 belum mampu mendorong peningkatan volume yang signifikan dan penurunan harga yang lebih dalam. Selain faktor masih adanya periode 'cum date' dividen di pasar tunai hingga 29 Desember, faktor penyelesaian divestasi, baik aset atau ekuitas, MPPA yang akan segera tuntas pada minggu pertama Januari, juga menjadi pertimbangan pasar untuk awas dan berjaga atas potensi 'rebound' harga MPPA, hari ini atau beberapa hari ke depan. Menarik untuk mengulas sedikit, potensi/prospek positif MPPA menjelang pengumuman divestasi yang difasilitasi oleh Merril Lynch (Singapore), Pte. Ltd. kepada salah satu penawar prospektif yang masing-masing merupakan peritel global: Lotte Shopping, Co., Ltd., Wal-Mart Stores, Inc. atau Casion Guichard-Perrachon, S.A. 1. Prospek divestasi. Tenggat waktu penyelesaian divestasi aset/ekuitas MPPA semakin dekat. Pihak MPPA sendiri sebagaimana pernyataan Direktur Komunikasi Korporat-nya, Danny Kojongian, Kamis lalu memberikan indikasi tuntasnya proses penawaran pada minggu pertama Januari 2011 (http://www.bloomberg.com/news/2010-12-23/matahari-says-suitors-may-complete-due-diligence-in-january.html). Hal ini sejalan dengan indikasi rilis pernyataan lanjutan oleh Lotte Shopping Co., Ltd. yang merupakan perusahaan terbuka di Korea Selatan dan Inggris, yang akan disampaikan paling lambat 09 Januari 2011 (http://www.londonstockexchange.com/exchange/news/market-news/market-news-detail.html?announcementId=10736609). Dalam dunia riil bisnis, komunikasi publik yang digunakan kurang lebih sama dengan bahasa diplomasi. "Ya" berarti "mungkin tidak", "Mungkin" berarti "ya/tidak" tergantung konteks dan tujuan jangka pendek, dan "tidak" berarti "mungkin iya". Oleh karena itu, dengan 'sense business', deal Lotte atas MPPA sepertinya sudah 'selesai' dan tinggal menunggu waktu pengumuman yang tepat. Tentu jika pernyataannya, "pasti selesai" masuk kategori 'insider information' yang mengarah kepada tindak pidana 'insider trading'. :d. 2. Optimisme Lotte. Lotte sebagai salah satu peritel global sekaligus terbesar kedua di Korea Selatan tentu akan bertindak sebagaimana pemain global besar lainnya dalam melakukan penetrasi pasar. Tidak ada pilihan ketika pemain global sesuai bidangnya masing-masing masuk ke dalam pasar di luar negara induk, untuk mengambil 'lion share' atau pangsa mayoritas pasar tujuan. Jika tidak, tentu lebih baik membesarkan pangsa pasar di negara induk. Tindakan agresif Lotte untuk meminang MPPA tidak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga sebelumnya di Cina, Rusia dan Asia Timur lainnya. Faktor utama yang mendesak adalah menajamnya kompetisi sesama ritel di Korea Selatan. Selain itu, fakta bahwa Lotte telah menancapkan kukunya di pasar ritel Indonesia melalui akuisisi Makro yang mengelola 21 'outlets' pada 2008 lalu, semakin menjustifikasi kebutuhan dan strategi ekspansi non-organik yang mutlak harus dilakukan oleh Lotte. Penyelesaian akuisisi MPPA sendiri akan menjadikan Lotte sebagai peritel global nomor 1 di Asia Tenggara menggeser Carrefour. Prospek bisnis ritel di Indonesia di mata investor strategis asing tidak hanya cemerlang karena tumbuhnya dan meningkatnya pendapatan kelas menengah, tetapi dari realitas bisnis tercermin dari pilihan Carrefour untuk bertahan di Indonesia dan tidak keluar sebagaimana yang dilakukannya di Thailand. 3. Potensi harga saham MPPA. Beberapa investor/trader ritel saham, menunjukkan kekhawatiran atas meningkatnya rasio P/E MPPA pasca-divestasi aset LPPF (Matahari Department Store). Kondisi peningkatan rasio P/E ini dilihat dari proses 'deal' divestasi MPPA justru menjustifikasi rencana divestasi tersebut oleh Group Lippo. Yang perlu diperhatikan oleh investor/trader ritel adalah bagaimana dengan investor institusi lainnya di luar pemegang saham pengendali yang bertahan di MPPA? Holder Shares Held % of Shares Held Dimensional Fund Advisors, Inc. 57.92m 1.04% Acadian Asset Management LLC 24.54m 0.44% Grantham, Mayo, Van Otterloo Co. LLC 12.38m 0.22% PensionDanmark 10.69m 0.19% Lægernes Pensionskasse 9.47m 0.17% Jika data volume kepemilikan oleh investor institusi di atas dibandingkan dengan volume perdagangan harian yang tipis dibandingkan jumlah saham MPPA yang dapat diperdagangkan ('tradable') maupun rata-rata volume transaksi selama 2010, belum menunjukkan adanya 'outflow' dari investor institusi. Fakta lainnya, adalah posisi asing yang masih 'net buy' hingga hari ini untuk perdagangan MPPA selama 2010. Posisi diam/investasi yang diambil oleh sebagian investor khususnya institusi cukup beralasan jika menimbang argumen prospek bisnis ritel MPPA ke depan, terlebih di bawah pengelola baru yang memiliki pengalaman 'hands-on' ritel yang mumpuni (http://www.inilah.com/read/detail/590911/prospek-saham-mppa-usai-lepas-lppf/). Secara praktikal, dengan antusiasme Lotte atas MPPA yang sepertinya akan ditempuh 'at all cost' dan 'pull-back' harga MPPA pasca-cum date dividen pasar reguler/nego, potensi rebound dan kenaikan saham MPPA jauh di atas 'fair value'-nya dalam kondisi pasar jelang akhir tahun menjadikan 'risk' MPPA lebih kecil dari 'reward'-nya. Jika ada yang mampu memberikan potensial belasan/puluhan persen dalam waktu dekat dengan sentimen yang konkret, jelas dan diantisipasi dalam waktu yang sangat dekat, mengapa harus bertaruh satu, dua, tiga poin atas spekulasi komoditas yang sentimennya bergerak sangat linear dan begitu umum, terlebih faktor cuaca yang menjadi pendorong spekulasi komoditas diramalkan tidak akan lama usai memasuki tahun baru (kompas hari ini halaman 17): "Di pasar Eropa, Jumat lalu, perdagangan minyak mentah jenis Brent untuk penyerahan Februari ditutup seharga 93,46 dollar AS per barrel. Sesaat sebelumnya mencapai posisi 94,74 dollar AS per barrel, harga tertinggi dalam 26 bulan terakhir. Di kalangan negara Arab produsen minyak (OAPEC) dalam pertemuan akhir pekan lalu di Kairo, Mesir, juga meyakini perekonomian global masih bisa tegak dengan harga minyak mentah 100 dollar AS per barrel. Atas dasar itu, mereka berpendapat belum saatnya menambah produksi dan pasokan ke pasar minyak internasional. Stok minyak mentah dinilai masih cukup dan lonjakan harga sampai 90-an dollar AS per barrel hanya bersifat sementara, yang dipicu kondisi cuaca dingin di Eropa." NB: Ingat selalu, 'risk/money management' dalam setiap transaksi Anda. Tidak terlalu penting, berapa sering Anda benar atau salah dengan perhitungan Anda (TA, FA dan lainnya), tetapi yang lebih penting apa tindakan Anda ketika Anda benar atau salah. 'Let your profit run, cut your losses short': Maksimalkan laba, potong segera rugi. '+' ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
