Dear rekan milis, Bagaimana jika kita evaluasi hasil trading di tahun 2010 yang lalu? Yang saya ingin bahas bukan ratio win/lose, tetapi lebih mengarah ke growth portofolio total. Kita mulai dari saya dulu ya, hehe... Overall di tahun 2010 ini portofolio trading saya masih -0,8%.. Yup, bapak ibu ngga salah baca, portofolio total saya masih minus ditengah hiruk pikik pasar yang bullish ini, hehe..
Sekedar catatan, saya mulai trading tanggal 27 Agustus 2009 setelah sebelumnya sejak tahun 2008 berinvestasi di reksadana saham, jadi kalau sampai tanggal 30 Desember 2010 itung-itung setahun lebih 3 bulan lah ya, cuma biar gampang hitungnya aja, sejak saya pertama kali trading sampai dengan kemarin tanggal 30 Desember 2010 portofolio saya ya masih segitu-segitu saja tuh, hehe... Evaluasi ini berguna bagi saya pribadi untuk berkaca dan mawas diri terhadap skill saya. Niat awal trading karena pada awalnya saya tidak puas dengan kinerja reksadana saham yang saya miliki (Schroder Dana Prestasi Plus) dan ingin coba-coba trading saham sendiri, tapi ternyata.. jangankan mengalahkan... menyamai kinerja mereka saja ternyata ngga mudah ya.... dan setelah saya evaluasi, disamping faktor skill, memang faktor manajemen emosi/psikologi dan kedisiplinan dalam trading saya yang masih payah... Dari hasil evaluasi ini saya mungkin akan mengalokasikan 80-90% dana saya di reksadana saham saja, selain less stress juga aktivitas kerja kita sehari-hari kita tidak terlalu terganggu dengan ikut banyak milis dan forum, ikut kursus trading, beli banyak buku dan baca e-book trading, beli software trading, ikut langganan rekomendasi saham berbayar, analisa chart hampir setiap hari, oprek-oprek indikator untuk cari holy grail (meskipun holy grail ngga pernah ada, tapi minimal mendekati lha, hehehe... ), baca laporan keuangan (meskipun ngga terlalu ngerti karena bukan orang akunting, hehehe...), pantau rumor corporate action (apalagi kalo mau bagi deviden, hehehe... ), dan curi-curi waktu kantor buat lihat running trade, dan lain sebagainya, fiuhhhhhh.... memang proses menuju trader profesional tuh berat juga yah, hehehe...... Kemungkinan saya mau invest di reksadana Panin Dana Maksima, mengingat di tahun 2009 dia punya growth 125% dan di tahun 2010 pun growth-nya pun ngga jelek-jelek amat 102% (sumber : http://www.infovesta.com/), sedangkan sisanya sekitar 10-20% saja yang akan saya gunakan untuk trading, itupun saya akan benar-benar trading di saham yang memiliki trend naik (minimal midterm/3-4 bulan kebelakang kalo dilihat secara "big picture" EMA tuh saham lagi naik dan harga saham lagi diatas EMA 20, hehehe...), lihat chart hanya lihat chart weekly (kalau ini lebih untuk meminimalkan unsur spekulasi dan tentu saja menunggu konfirmasi, meskipun kadang sering telat masuk atau telat jual tapi gapapa, yang penting saya harus belajar disiplin hehe.... ) punya fundamental perusahaan yang baik (baik disini dilihat dari segi GCG, punya long-term growth, dan punya pertumbuhan earnings yang stabil), punya kapitalisasi pasar minimal Rp1T (small to mid-cap), dan punya fraksi harga minimal Rp10 atau Rp25 (sudah kapok dah trading saham yang punya fraksi harga Rp1 dan Rp5, too volatile hehehe...) Saya bukan agen penjual reksadana, dan tidak dalam rangka promosi apa-apa, silakan teman-teman evaluasi diri seobjektif mungkin, apakah effort yang dikeluarkan dengan hasil yang didapat, apakah worthed atau tidak (at least sampai dengan saat ini ya...), tapi kalau untuk kedepan sih saya anggap waktu, uang, serta pengertian keluarga yang tidak pernah mengeluh ketika hampir tiap malam (bahkan di hari libur...) kita analisa chart adalah sebuah investasi yang akan berguna jika saya kelak trading kembali dalam porsi dana yang lebih besar, hehehe.... Saya murni hanya ingin sharing dan ingin dapet feedback dari teman-teman dan senior semua, menurut teman-teman apakah langkah saya sudah tepat? Mengingat umur trading saya juga baru seumur jagung (baru juga 1 tahun, hehehe...) Salam Sukses 2011 dan TETAP SEMANGAT... !!, Dimas
