Om Berti,
Cukup sexy juga BIPI ya? Interesting juga u/ midterm...
Salam Erat Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal nya Cuuuaaan 
Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Bertinus Simanihuruk <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 4 Jan 2011 23:29:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Pointer awal tahun untuk ELSA

Elsa di 2010 sempat mencapai 600an krn BIPI membeli saham 37% saham ELSA. Krn 
ada penundaan pembayaran untuk pembelian saham ELSA oleh BIPI, ELSA terbawah 
kembali ke 300an dan BIPI juga ikut turun ke 100an yang sebelumnya berjaya di 
harga 200an. Dengan adanya prediksi minyak bumi akan ke  US$ 100/barel di 2011. 
Ada harapan kedua saham ini akan bisa menjadi saham unggul di 2011 dan kedua 
saham ini masuk dalam LQ45 walaupun Net Profit BIPI minus dan Equitynya 
bertambah serta Net Profit dan Equitynya ELSA plus tetapi menurun. Melihat 
harga minyak bumi yang akan naik, manajemen kedua emiten ini akan berjuang 
semaksimal mungkin untuk mengambil momen ini. Minimal di 2011, ELSA kembali ke 
600an dan BIPI ke 200an.
 
 
Salam Mengalun,
Mr.Gocap

--- On Mon, 1/3/11, positif01 <[email protected]> wrote:


From: positif01 <[email protected]>
Subject: [saham] Pointer awal tahun untuk ELSA
To: 
Date: Monday, January 3, 2011, 9:20 PM


  



Menyaksikan kenaikan harga komoditas sejak kuartal 3-2010, dalam mayoritas 
pikiran investor mengendap bayangan ledakan harga komoditas seperti 2008. 
Naiknya harga minyak mentah ('crude oil') di penghujung 2010 menimbulkan 
pertanyaan yang menggoda, apakah kenaikan akan berlanjut dengan 'magnitude' 
yang sama seperti 2008 dan menjadi lokomotif kenaikan komoditas 
lainnya?...Alternatif pandangan yang coba melihat dari berbagai perspektif akan 
di-'share' lain waktu segera.


Sementara itu, melanjutkan beberapa 'posting' jelang akhir tahun tentang 
eskalasi dan akselarasi kegiatan hulu migas dalam rangka mencari tambahan 
sumur-sumur minyak bumi baru, International Energy Agency (IEA) baru-baru ini 
mengeluarkan prediksi-nya tentang kenaikan permintaan global atas minyak mentah 
sebesar 1,4% menjadi 88,2 juta barel/hari selama 2011. IEA mencatat bahwa 
kenaikan permintaan yang signifikan akan datang dari 'fast-growing emerging 
markets', di antaranya Indonesia. Menyikapi kondisi ini, tidak salah jika sejak 
pertengahan tahun 2010, Pemerintah RI memulai mengambil langkah-langkah konkret 
komprehensif meliputi aspek regulasi maupun kebijakan teknis untuk mendorong 
iklim dan kegiatan usaha hulu migas. Menjelang tutup tahun, Pemerintah RI 
diberitakan mengajukan penawaran lelang 50 are kerja migas untuk 2011 
(http://www.reuters.com/article/idUSJKB00418720101231).


Terlepas apakah harga minyak selama 2011, akan melampaui US$100 atau kembali ke 
'comfort zone' OPEC di US$70 atau bahkan merosot ke US$50, peningkatan 
kebutuhan minyak mentah untuk menopang akselarasi pertumbuhan ekonomi Indonesia 
tidak akan surut, dan harus sudah diantisipasi. Kondisi ini memberikan prospek 
cerah bagi sejumlah emiten yang berhubungan langsung dengan 
pengelolaan/pengembangan kegiatan usaha hulu. Dan, satu-satunya emiten BEI yang 
menyediakan jasa penunjang terintegrasi yang cukup komprehensif untuk kegiatan 
eksplorasi dan ekspolitasi migas, mulai dari seismik, pengeboran hingga 
'oilfield services' adalah ELSA. Manajemen ELSA harus dapat memanfaatkan 
momentum ini dengan sebaik-baiknya dengan ekspansi agresif dan mengambil setiap 
kesempatan yang ada. 


Pefindo cukup beralasan untuk masih memasang peringkat korporasi "idA" dengan 
'outlook' stabil pada kuartal 4-2010 lalu. Mengutip Pefindo, "The rating 
reflects the Company’s strong presence in oil and gas (O&G) service business, 
diversified business segment, and strong liquidity." Fakta, ELSA masih tercatat 
sebagai emiten anggota LQ45, dan pergerakan harga yang masih belum 
'over-extended' atau 'naik terlalu jauh' sebagaimana banyak saham komoditas, 
serta top institutional buyer yang tidak mengurangi porto ELSA tetapi menambah 
sepanjang 2010, akan memberikan prospek 'upside' yang besar untuk ELSA di 2011. 


Recommend ELSA for 'intermediate investment' buying in 2011.


'+'







      

Kirim email ke